Erick Thohir Soroti Kebangkitan Sepak Bola Indonesia: Dari Emas SEA Games hingga Sentuhan John Herdman!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Erick Thohir menegaskan sepak bola Indonesia telah bangkit, dibuktikan dengan medali emas SEA Games.
- Berbagai pelatih seperti Indra Sjafri, John Herdman, dan lainnya mendapat apresiasi atas kontribusi mereka.
- PSSI menyiapkan strategi jangka panjang menuju 2030, sambil menyeimbangkan prestasi tim putra dan putri.
Jakarta, 10 Agustus 2026 â Ketua Umum Erick Thohir menegaskan bahwa sepak bola Indonesia sudah bangkit, dan bukti nyatanya adalah medali emas SEA Games yang diraih tim Garuda. Dalam pernyataan yang disampaikan di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, ia memuji deretan pelatih yang pernah memimpin skuad nasional, mulai dari Indra Sjafri hingga John Herdman.
"Kalau ditanya apakah sepak bola kita sudah bangkit? Sudah bangkit. Kita bisa lihat kita juara SEA Games waktu itu," ujar Erick dengan semangat. Ia menambahkan, "Kita harus apresiasi kepada semua pelatih tim nasional, coach Indra Sjafri, coach Nova Arianto, coach Shin Tae Yong, coach Patrick Kluivert, coach John Herdman, mereka sudah memberikan yang terbaik."
Tak hanya menyoroti tim putra, Erick menekankan pentingnya mengangkat prestasi tim putri. "Hasil-hasil prestasi juga jangan dilihat hanya putra. Yang putri, yang selama ini belum terlihat, kemarin sudah mulai juara kembali di Liga 2 Piala AFF Putri. Ini langkah ke atas," katanya. Ia menegaskan bahwa PSSI telah menyiapkan strategic blueprint menuju 2030, dengan kolaborasi lintas stakeholder.
Erick juga menyoroti peran pemerintah dalam kebangkitan ini. "Dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta semua stakeholder, sangat krusial. Tanpa mereka, sepak bola kita tidak akan seperti ini," tuturnya.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang telah menelusuri dinamika sepak bola Tanah Air selama lebih dari dua dekade, saya melihat bahwa pernyataan Erick bukan sekadar retorika, melainkan refleksi dari perubahan struktural yang mulai mengakar. Medali emas SEA Games memang menjadi simbol, namun keberhasilan itu tidak lepas dari pendekatan taktis yang diadopsi pelatih-pelatih asing seperti Shin Tae Yong dan John Herdman, yang memperkenalkan pola permainan modern, pressing tinggi, dan transisi cepat. Kombinasi ini memberi napas baru bagi generasi muda.
Namun, tantangan terbesar tetap pada konsistensi. Seringkali, Indonesia mengalami fluktuasi performa ketika pergantian pelatih terjadi secara mendadak. Oleh karena itu, strategic blueprint 2030 yang disebut Erick harus mencakup program pengembangan pelatih lokal, akademi berbasis data, serta jalur karier yang jelas bagi pemain muda. Tanpa fondasi yang kuat, medali emas SEA Games bisa menjadi puncak sesaat, bukan puncak gunung.
Selanjutnya, peran tim putri tidak boleh diabaikan. Keberhasilan mereka di Liga 2 Piala AFF Putri menandakan potensi yang belum tergali maksimal. Investasi pada infrastruktur, kompetisi reguler, dan eksposur media akan mempercepat pertumbuhan mereka, sekaligus menambah kedalaman skuad nasional.
Akhirnya, dukungan pemerintah memang vital, namun harus diiringi dengan transparansi penggunaan dana, audit kinerja, dan sinergi antara PSSI, klub, serta akademi. Hanya dengan ekosistem yang terintegrasi, kebangkitan sepak bola Indonesia dapat berkelanjutan hingga 2030 dan seterusnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa saja pelatih yang mendapat apresiasi dari Erick Thohir?
A: Erick memuji Indra Sjafri, Nova Arianto, Shin Tae Yong, Patrick Kluivert, dan John Herdman atas kontribusi mereka. - Q: Bagaimana prestasi tim putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir?
A: Tim putri berhasil meraih gelar di Liga 2 Piala AFF Putri, menandakan peningkatan signifikan. - Q: Apa rencana PSSI menuju 2030?
A: PSSI menyusun strategic blueprint yang mencakup pengembangan pelatih, akademi berbasis data, dan kolaborasi lintas stakeholder.


