Toyota Hilux 2026: Evolusi Legendaris Menuju Era EV – Semua yang Perlu Anda Tahu!
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Ringkasan Singkat
- Hilux generasi ke‑9 hadir dengan desain "Cyber SUMO", ground clearance 312 mm, dan teknologi keselamatan TSS 3.0.
- Mesin diesel 2.8 L 1GD‑FTV kini menghasilkan 201 hp dan 500 Nm, sementara varian Battery EV mengusung dua motor AWD dengan output 144 kW dan baterai 59,2 kWh.
- Harga mulai dari Rp416,8 juta untuk varian M/T hingga Rp1,019 miliar untuk model Battery EV, menandai langkah Toyota‑Astra menuju mobilitas ramah lingkungan.
Sejarah yang Tak Pernah Mati
Sejak debut pertamanya pada 1968, Toyota Hilux telah menempuh lebih dari enam dekade evolusi. Awalnya dirancang sebagai high‑lux—gabungan antara kemampuan kerja keras dan gaya hidup—Hilux menggabungkan sasis terpisah, suspensi double‑wishbone depan, dan leaf‑spring belakang. Mesin 1.490 cc 4‑silinder menghasilkan 70 PS pada 5.000 rpm, dipasangkan dengan transmisi manual 4‑speed, memungkinkan angkut beban hingga 1.000 kg.
Generasi‑generasi berikutnya menambah wheelbase, meningkatkan tenaga, dan memperluas pasar global, termasuk Amerika Serikat. Di Indonesia, Hilux kembali muncul lewat proyek IMV pada 2006, menggantikan peran Kijang sebagai pikap komersial serbaguna.
Generasi ke‑9: Transformasi Total
Model terbaru, yang diluncurkan pertama kali di Thailand, menampilkan konsep eksterior "Cyber SUMO". Gril agresif, bumper berlapis LED, serta peningkatan ground clearance menjadi 312 mm menjadi ciri khas visual yang membedakan dari generasi sebelumnya. Fitur tambahan meliputi fog lamp, over‑fender, side step, pelek alloy 18‑inci, deck bedliner, dan high‑mount stop lamp.
Di dalam kabin, varian tertinggi (tipe V) dilengkapi layar multimedia 12,3 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, serta MID Full TFT 12 inci. Steering wheel hadir dengan steering switch, tilt & telescopic adjustment, dan kontrol multifungsi. Kenyamanan ditingkatkan lewat Type‑C port, wireless charger, EPB, TPMS, drive mode selector, EPS, 4×4 switch, start/stop engine, serta driver power seat adjustment.Mode Multi‑Terrain Select (MTS) menawarkan lima pilihan: Dirt, Mud, Sand, Deep Snow, dan Auto, memastikan Hilux siap menaklukkan medan apa pun.
Keamanan yang Tak Tertandingi
Semua varian kini dilengkapi Toyota Safety Sense (TSS) 3.0, mencakup Pre‑Collision System (PCS), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Tracing Assist (LTA), dan Auto High Beam (AHB). Fitur tambahan meliputi Blind Spot Monitor (BSM), Parking Support Brake (PSB), Emergency Brake Signal (EBS), serta 7‑airbag pada tipe V.
Powertrain Diesel vs EV
Versi diesel kini memakai mesin 2.8 L 1GD‑FTV, menghasilkan 201 hp dan torsi 500 Nm, dipadukan dengan sistem 4WD dan rear differential lock untuk off‑road ekstrem. Sementara varian Battery EV mengusung dua motor listrik AWD, total output 144 kW (≈193 hp) dan baterai lithium‑ion 59,2 kWh, menjanjikan jarak tempuh yang kompetitif dan zero‑emission.
Harga dan Varian
- Hilux S‑Cab 2.8 Diesel 4×4 M/T – Rp416,8 juta
- Hilux D‑Cab 2.8 Diesel E 4×4 M/T – Rp466,3 juta
- Hilux D‑Cab 2.8 Diesel G 4×4 M/T – Rp497,9 juta
- Hilux D‑Cab 2.8 Diesel V 4×4 A/T – Rp574,2 juta
- Hilux D‑Cab Battery EV – Rp1,019 miliar
Analisis Pakar
Sebagai seorang reviewer yang telah menelusuri jejak Hilux sejak era 1970‑an, saya melihat generasi ke‑9 ini bukan sekadar facelift kosmetik, melainkan revolusi teknis yang menegaskan kembali posisi Hilux sebagai “king of the off‑road”. Peningkatan ground clearance menjadi 312 mm, bersamaan dengan struktur rangka yang lebih rigid, memberikan margin keamanan yang signifikan pada medan berbatu atau berlumpur. Kombinasi antara Cyber SUMO dan lampu LED adaptif tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga fungsi visibilitas pada kondisi ekstrem.
Di sisi powertrain, mesin 1GD‑FTV 2.8 L kini menembus batas yang sebelumnya hanya dicapai oleh varian diesel premium. Tenaga 201 hp dan torsi 500 Nm memberikan akselerasi yang lebih responsif, sementara sistem rear differential lock tetap menjadi senjata utama untuk traksi maksimum. Namun, yang paling menarik adalah kehadiran varian EV. Dengan output 144 kW dan baterai 59,2 kWh, Toyota menargetkan segmen pickup listrik yang masih sangat terbatas di pasar Asia Tenggara. Ini adalah langkah strategis untuk mengantisipasi regulasi emisi yang semakin ketat, sekaligus menawarkan alternatif ramah lingkungan tanpa mengorbankan karakter QDR (Quick‑Response‑Durability‑Reliability) yang menjadi DNA Hilux.
Fitur keselamatan TSS 3.0 dan 7‑airbag pada tipe V menegaskan komitmen Toyota terhadap standar keselamatan global. Namun, saya masih mengkritisi bahwa sistem driver‑assist belum sepenuhnya terintegrasi dengan teknologi kendaraan listrik, misalnya belum ada fungsi “range‑aware” pada ACC. Ini menjadi area yang dapat ditingkatkan pada generasi berikutnya.
Secara keseluruhan, Hilux generasi ke‑9 adalah bukti bahwa Toyota tidak hanya berusaha mempertahankan warisan, melainkan juga berinovasi secara radikal. Bagi para penggemar off‑road, varian diesel tetap menjadi pilihan utama, sementara bagi mereka yang mengutamakan keberlanjutan, Battery EV membuka pintu baru yang menjanjikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa perbedaan utama antara Hilux diesel 2.8 L dan varian Battery EV?
- A: Diesel menggunakan mesin 1GD‑FTV dengan 201 hp dan 500 Nm, sementara EV mengandalkan dua motor listrik AWD dengan total output 144 kW (≈193 hp) dan baterai 59,2 kWh, menawarkan zero‑emission dan torsi instan.
- Q: Apakah Hilux generasi ke‑9 dilengkapi dengan sistem penggerak 4WD yang sama seperti generasi sebelumnya?
- A: Ya, semua varian diesel tetap menggunakan sistem 4WD dengan rear differential lock; varian EV menggunakan AWD dengan motor listrik di masing‑masing poros.
- Q: Berapa harga Hilux Battery EV di Indonesia?
- A: Harga resmi untuk Hilux D‑Cab Battery EV adalah sekitar Rp1,019 miliar.


