Eko Yuli Siap Guncang Asian Games 2026, Target Rekor Baru untuk Indonesia!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Eko Yuli Irawan dipastikan masuk skuad Asian Games 2026 di kelas 65 kilogram.
- Jika tampil, ia akan mencatat penampilan keenam di ajang tersebut, memecahkan rekor penampilan terbanyak bagi atlet Indonesia.
- Pengalaman perak Olimpiade 2016 & 2020 serta medali emas Asian Games 2018 menjadi modal kuat untuk menambah koleksi.
Jakarta, 9 Agustus 2026 – Atlet angkat besi asal Lampung, Eko Yuli Irawan, kembali menancapkan targetnya pada panggung terbesar Asia. Dengan konfirmasi resmi dari tim nasional, sang legenda berusia 37 tahun siap menampilkan kelas 65 kilogram pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.
Sejak debutnya pada Asian Games 2006 di Doha, ketika masih berusia 17 tahun dan menempati peringkat keenam kelas 56 kg, Eko telah menorehkan jejak yang tak terhapuskan. Empat tahun kemudian, ia mengangkat beban 141 kg snatch dan 170 kg clean‑and‑jerk, meraih perunggu di Guangzhou 2010. Konsistensi itu berlanjut di Incheon 2014 dengan total 308 kg (142 kg snatch + 166 kg clean‑and‑jerk), kembali mengukir perunggu.
Puncak kejayaan datang pada Asian Games 2018 di Jakarta, ketika Eko menaklukkan emas pertama dalam karier Asian Games‑nya dengan total 311 kg (141 kg snatch + 170 kg clean‑and‑jerk). Namun, Asian Games 2022 di Hangzhou menjadi catatan pahit; meski berhasil snatch 145 kg, ia gagal tiga kali pada clean‑and‑jerk, berujung tanpa total.
Kini, dengan pengalaman lima edisi Asian Games di pundaknya, Eko bertekad menjadikan edisi keenam sebagai babak paling gemilang. Targetnya jelas: menembus podium lagi, menambah koleksi medali, sekaligus memecahkan rekor penampilan terbanyak bagi atlet Indonesia di Asian Games.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah menyaksikan evolusi angkat besi Indonesia selama dua dekade, saya menilai bahwa Eko Yuli Irawan bukan sekadar atlet veteran, melainkan mesin taktik yang mengerti seluk‑beluk kompetisi. Pada level internasional, perbedaan antara medali emas dan perak sering kali terletak pada strategi pemilihan beban pada ronde pertama. Eko dikenal cermat dalam menilai kondisi lawan, menyesuaikan beban snatch agar tidak menghabiskan energi berlebih, kemudian menyiapkan serangan berskala besar pada clean‑and‑jerk.
Faktor usia memang menjadi pertimbangan, namun dalam angkat besi, keunggulan pengalaman dan kontrol mental dapat menutupi penurunan kekuatan otot. Eko telah mengoptimalkan program kebugaran berbasis periodisasi, menggabungkan latihan eksplosif dengan pemulihan aktif, sehingga ia tetap kompetitif di kelas 65 kg yang kini lebih ketat. Selain itu, dukungan tim teknis Indonesia yang kini mengadopsi teknologi video‑analysis memberi keunggulan taktis dalam memantau teknik lawan secara real‑time.
Jika melihat data historis, atlet yang berhasil menembus podium pada usia 35‑38 tahun biasanya memiliki catatan konsistensi tinggi dalam kompetisi dunia. Eko memiliki tiga medali Olimpiade (dua perak, satu perunggu) serta satu emas Asian Games, menandakan bahwa ia mampu menyesuaikan diri dengan tekanan besar. Kunci keberhasilan di Aichi‑Nagoya akan terletak pada kemampuan mengatasi stres mental, mengelola beban latihan menjelang kompetisi, serta mengoptimalkan strategi beban pada setiap percobaan.
Kesimpulannya, peluang Eko Yuli untuk menambah medali dan memecahkan rekor penampilan terbanyak sangat realistis. Namun, ia harus menghindari jebakan yang menimpa dirinya di Hangzhou 2022—yaitu kegagalan pada clean‑and‑jerk karena tekanan. Dengan persiapan yang matang, dukungan tim, dan mental baja, Eko siap menulis babak baru dalam sejarah angkat besi Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa kali Eko Yuli Irawan pernah berkompetisi di Asian Games?
A: Enam kali (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan diproyeksikan 2026). - Q: Kelas berapa yang akan diikuti Eko di Asian Games 2026?
A: Kelas 65 kilogram putra. - Q: Apa prestasi tertinggi Eko Yuli di Asian Games sebelumnya?
A: Medali emas pada Asian Games 2018 di Jakarta.


