Poster Horor 'The Mummy' Dilarang di Kereta Bawah Tanah London, Anak-Anak Kaget!

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Poster Horor 'The Mummy' Dilarang di Kereta Bawah Tanah London, Anak-Anak Kaget!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • ASA Inggris melarang poster film TheMummy di LondonUnderground karena terlalu menyeramkan.
  • Poster menampilkan mumi perempuan pucat yang dianggap menakutkan bagi anak-anak.
  • Warner Bros. harus menarik iklan dan menyesuaikan strategi promosi, sementara iklan TV tetap aman.

Baru-baru ini ASA (Badan Pengawas Periklanan Inggris) memutuskan untuk menutup rapat poster promosi film Lee Cronin's The Mummy yang dipajang di jaringan London Underground. Keputusan ini muncul setelah 30 orang mengeluh bahwa visual mumi perempuan dengan kulit abu‑grey, bibir pecah‑pecah, dan satu mata bengkak menimbulkan rasa takut berlebih, terutama bagi anak‑anak yang lewat setiap hari.

Poster tersebut menampilkan close‑up sosok mumi perempuan yang terbungkus kain kafan berhiĆ©rglif, tanpa ada filter usia. Karena dipasang di stasiun‑stasiun publik yang mudah dilihat dari taman kanak‑kanak, CAPCode dianggap dilanggar. ASA menegaskan bahwa teks judul film sudah cukup memberi konteks, sehingga iklan video di TV dan Prime Video tetap diizinkan asalkan ditayangkan setelah pukul 19.30.

Studio WarnerBros berargumen visualnya ā€œnetralā€ dan bahkan memiliki kebijakan internal untuk menempatkan iklan horor setidaknya 100 meter dari sekolah. Sayangnya kebijakan itu belum mencakup area taman kanak‑kanak, sehingga poster tetap masuk zona sensitif. Akhirnya, Warner Bros. diperintahkan menarik poster tersebut dan merancang ulang kampanye luar ruang agar tidak lagi mengintip ke mata kecil penumpang.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat kasus ini sebagai contoh klasik benturan antara kreativitas pemasaran dan tanggung jawab sosial. Film horor memang mengandalkan visual yang menegangkan untuk menarik penonton, namun ketika iklan diproyeksikan di ruang publik—terutama yang sering dilalui anak‑anak—batas tipis antara ā€œmenarikā€ dan ā€œmenakutkanā€ harus dijaga dengan ketat. ASA berperan penting di sini, menegakkan CAP Code yang memang dirancang untuk melindungi konsumen muda dari konten yang dapat menimbulkan trauma. Kasus ini mengingatkan kita pada peran regulator dalam menangani situasi serupa.

Strategi Warner Bros. yang mengandalkan ā€œjarak 100 meter dari sekolahā€ terkesan masih setengah hati. Di era di mana ruang publik menjadi arena visual yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari‑hari, kebijakan semacam itu seharusnya meluas ke semua fasilitas pendidikan, termasuk taman kanak‑kanak dan pusat penitipan anak. Tanpa itu, iklan horor akan terus menabrak batas etika, memicu protes publik, dan akhirnya menambah beban biaya produksi karena harus menarik kembali materi yang sudah dicetak. Seperti yang terlihat pada insiden kebakaran baru‑baru ini, kegagalan mengantisipasi risiko dapat berujung pada konsekuensi yang lebih luas.

Selain itu, keputusan ASA yang membiarkan iklan televisi tetap tayang setelah jam 19.30 menunjukkan pemahaman yang fleksibel terhadap konteks penayangan. Di layar kaca, penonton memiliki kontrol lebih besar—mereka dapat mematikan atau mengalihkan perhatian. Sementara di stasiun kereta, iklan bersifat paksa dan tidak dapat dihindari. Perbedaan ini penting untuk dipahami oleh semua studio yang ingin memasarkan film horor di pasar Barat.

Ke depannya, saya berharap regulator dan studio dapat berkolaborasi lebih proaktif. Misalnya, dengan menciptakan versi ā€œsoft‑coreā€ poster yang menonjolkan elemen misteri tanpa menampilkan detail mengerikan, atau menempatkan iklan di area yang memang ditujukan untuk penonton dewasa. Pendekatan semacam ini tidak hanya melindungi anak‑anak, tetapi juga menjaga citra brand film yang ingin tetap menegangkan tanpa menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa poster The Mummy dilarang di London Underground?
    A: Karena visualnya dianggap terlalu realistis dan menakutkan bagi anak‑anak, melanggar CAP Code yang melindungi iklan luar ruang.
  • Q: Apakah iklan TV untuk film ini tetap boleh ditayangkan?
    A: Ya, iklan video di TV dan Prime Video diizinkan asalkan ditayangkan setelah pukul 19.30.
  • Q: Apa yang harus dilakukan Warner Bros. setelah larangan ini?
    A: Warner Bros. harus menarik poster yang sudah terpasang dan menyusun strategi promosi baru yang tidak menjangkau area publik yang sering dilalui anak‑anak.
Meow! Tanya Nesi!
😸