Mitsubishi Xforce HEV: Hybrid 1.6L yang Tumbangkan Konsumsi BBM & Tawarkan Performa Bertenaga!
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Ringkasan Singkat
- Hybrid generasi kedua dengan mesin 1.6 L Atkinson‑Cycle (kode 4A92) dipadukan motor listrik 116 PS, menghasilkan efisiensi hingga 27 km/l.
- Fitur premium meliputi panoramic roof, Dual Auto AC NanoeX, sistem audio Yamaha, serta 7 mode mengemudi termasuk EV Priority dan Tarmac.
- Keamanan terdepan dengan ADAS lengkap (FCM, ACC, AHB, BSW, RCTA, LCA, MAM) dan produksi di PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia untuk pasar domestik dan ekspor.
Mitsubishi Xforce HEV meluncur sebagai varian hybrid pertama Mitsubishi di Indonesia, menandai evolusi signifikan dari platform Xforce yang sebelumnya hanya mengandalkan mesin bensin. Di balik desain SUV kompak yang kini dilengkapi pelek 18‑inci khusus dan emblem Hybrid EV, terdapat mesin 4A92 1.600 cc 4‑silinder ber‑siklus Atkinson. Mesin ini dipasangkan dengan motor listrik berdaya 116 PS dan torsi 255 Nm, sementara mesin bensin menyumbang 107 PS serta 134 Nm torsi.
Strategi hybrid generasi kedua ini menitikberatkan pada fuel efficiency dan reduksi getaran, berbeda dengan generasi pertama yang lebih fokus pada performa. Pada kondisi perkotaan—stop‑and‑go, kecepatan rendah—motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin bensin otomatis aktif untuk mengisi baterai atau menambah tenaga pada akselerasi menanjak dan kecepatan tinggi. Menurut Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, sistem two‑speed trans‑axle memungkinkan motor listrik tetap berkontribusi di atas 100 km/jam, menantang paradigma hybrid tradisional.
Di dalam kabin, Xforce HEV tidak main-main: frameless panoramic roof menambah kesan lega, Dual Auto AC dengan teknologi NanoeX menjaga kualitas udara, dan kursi belakang dilengkapi delapan pengaturan kenyamanan. Pilihan varian Premium Package pada Ultimate dan HEV menambahkan Dynamic Sound Yamaha Premium, charger nirkabel, TPMS, serta ambient lighting yang dapat diatur warna.
Keamanan menjadi prioritas dengan rangkaian Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) lengkap: Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC) dengan Low Speed Follow, Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Change Assist (LCA), dan Multi Around Monitor (MAM). Semua fitur ini terintegrasi dalam Multi Information Display (MID) yang menampilkan konsumsi bahan bakar real‑time.
Dalam uji jalan singkat Jakarta‑Karawang‑Pulomas, Xforce HEV mencatat 23 km/l, mendekati klaim pabrikan 27 km/l pada tangki 42 liter. Angka ini tentu dipengaruhi oleh kondisi jalan, gaya mengemudi, dan pemilihan mode. Dengan tujuh mode mengemudi—Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, dan Charge—pengendara dapat menyesuaikan karakteristik kendaraan sesuai medan dan kebutuhan energi.
Analisis Pakar
Sebagai reviewer otomotif yang telah menelusuri ribuan unit, saya menilai Xforce HEV sebagai langkah strategis Mitsubishi untuk mengukuhkan posisi di segmen SUV kompak yang kini diperebutkan oleh kompetitor lokal dan asing. Mesin 1.6 L Atkinson‑Cycle memang tidak menawarkan angka tenaga yang menggelegar, namun kombinasi dengan motor listrik 116 PS menghasilkan akselerasi yang cukup responsif untuk penggunaan harian. Kelebihan utama terletak pada two‑speed trans‑axle yang memungkinkan motor listrik tetap berkontribusi pada rentang kecepatan menengah‑tinggi, sebuah inovasi yang masih jarang ditemui di pasar Indonesia.
Namun, tantangan terbesar tetap pada infrastruktur pengisian daya. Meskipun Xforce HEV mengandalkan mode EV Priority, baterai berkapasitas relatif kecil (sekitar 1,5 kWh) sehingga jarak tempuh listrik murni terbatas pada 30‑40 km dalam kondisi ideal. Oleh karena itu, keunggulan efisiensi bahan bakar lebih bergantung pada sinergi mesin bensin‑motor listrik daripada kemampuan listrik murni. green driving menawarkan kompromi yang masuk akal, namun bukan solusi penuh listrik.
Di sisi kenyamanan, fitur-fitur premium seperti panoramic roof, NanoeX AC, dan sistem audio Yamaha menambah nilai jual, terutama bagi segmen milenial yang menginginkan pengalaman berkendara yang modern. ADAS yang lengkap juga menegaskan komitmen Mitsubishi terhadap keselamatan, meski beberapa fitur (misalnya LCA dan MAM) masih memerlukan kalibrasi yang tepat agar tidak menghasilkan false‑positive di jalan raya Indonesia yang penuh tantangan.
Harga yang ditawarkan—Ultimate Rp399 juta, Exceed Rp388 juta, dan HEV Rp445 juta—menempatkan Xforce HEV di atas kompetitor lokal seperti Toyota Raize atau Daihatsu Rocky, namun masih bersaing dengan Honda HR‑V Hybrid yang baru. Jika Mitsubishi dapat menegaskan keunggulan efisiensi dan menambah jaringan layanan purna jual yang kuat, Xforce HEV berpotensi menjadi pilihan utama bagi pembeli yang menginginkan SUV kompak dengan teknologi hybrid yang matang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa kapasitas baterai pada Mitsubishi Xforce HEV?
A: Baterai berkapasitas sekitar 1,5 kWh, cukup untuk menempuh 30‑40 km dalam mode listrik murni. - Q: Apa perbedaan utama antara mode EV Priority dan Charge?
A: EV Priority memprioritaskan penggunaan tenaga listrik selama mengemudi, sedangkan Charge Mode mengarahkan tenaga mesin bensin untuk mengisi baterai secara optimal. - Q: Apakah Xforce HEV dilengkapi dengan sistem pengisian cepat?
A: Tidak; Xforce HEV menggunakan pengisian standar melalui plug‑in AC, karena baterai berkapasitas kecil dan dirancang untuk pengisian otomatis saat mesin bensin beroperasi.


