Ditinggal Coach Melly Lee yang Berduka, Azzio dan Rama Malah Bikin Soimah Heboh di D'Academy 8! Kok Bisa?
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.
Ringkasan Singkat
- Coach Melly Lee terpaksa absen di panggung D'Academy 8 Top 37 karena sang ayah, Bapak Ade, berpulang pada 6 Agustus 2026.
- Meski tanpa mentor utama, duet Azzio dan Rama sukses menyapu bersih 3 Standing Ovation (SO) dari juri lewat lagu 'Dahsyat'.
- Sempat terkendala tempo saat gladi resik, penampilan apik mereka akhirnya meloloskan keduanya ke babak Top 31.
Halo Sobat Pop! Ada kabar yang campur aduk nih dari panggung Dangdut Academy 8. Di satu sisi, kita diselimuti awan duka karena sang coach andalan asal Cianjur, Melly Lee, harus absen karena berpulangnya sang ayah tercinta, Bapak Ade, pada 6 Agustus 2026 dini hari. Turut berduka cita yang mendalam ya untuk Coach Melly dan keluarga.
Tapi, the show must go on! Dua anak didik Melly Lee, yaitu si imut Azzio dan Rama, yang termasuk penyanyi lintas generasi, harus tetap berjuang di babak Top 37 tanpa didampingi sang mentor secara langsung. Kebayang dong gimana deg-degannya mereka? Untungnya, ada kakak kelas keren, Tasya Allesia dan Zahra Sima, yang siap pasang badan mendampingi mereka dari masa persiapan hingga naik ke atas panggung.
Hasilnya? Pecah banget, guys! Membawakan lagu 'Dahsyat' pada Jumat (7/8/2026) malam, duet maut bocah-bocah ajaib ini sukses menyapu bersih tiga Standing Ovation (SO) dari juri-juri galak nan jeli: Soimah, Lesti, dan Wika Salim!
Padahal nih, di balik layar perjuangan mereka tuh dramatis banget. Gege, sang koreografer, membocorkan kalau saat Gladi Resik (GR), Rama sempat offbeat alias ketinggalan tempo. 'Sebenernya aku di bawah deg-degan, alhamdulillah kompak. Sebenarnya waktu GR, Rama masih offbeat, masih ketinggalan temponya. Pokoknya kalau mau lolos, progres sekecil apapun harus dilihatin ke juri,' ungkap Gege membocorkan rahasia dapur mereka.
Dan taktik itu berhasil! Rama tampil super luwes dan menggemaskan saat berjoget di panggung utama. Nggak cuma Rama, Azzio juga panen pujian dari Mae Soimah. Menurut Soimah, kontrol not dan power vokal Azzio itu stabil banget, ditambah konsentrasi tingkat dewa yang bikin penampilannya rapi jali. Berkat penampilan 'Dahsyat' ini, Azzio dan Rama resmi mengamankan tiket emas menuju babak Top 31! Selamat ya!
Analisis Pakar
Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat penampilan Azzio dan Rama malam itu bukan sekadar kompetisi menyanyi biasa, melainkan sebuah ujian mental yang luar biasa matang untuk ukuran usia mereka yang masih sangat muda. Kehilangan sosok mentor seperti Melly Lee di saat-saat krusial babak Top 37 tentu memberikan tekanan psikologis yang besar. Namun, di sinilah letak keindahan industri hiburan modern kita: daya juang yang ditunjukkan oleh talenta muda ini membuktikan bahwa ekosistem D'Academy berhasil membentuk mental baja, bukan sekadar penyanyi instan.
Kehadiran Tasya Allesia dan Zahra Sima sebagai 'kakak kelas' pendamping juga patut diacungi jempol. Ini menunjukkan adanya sistem pendukung (support system) yang solid di dalam karantina. Alih-alih merasa tersaingi, para senior justru turun tangan memberikan rasa aman yang sempat hilang akibat absennya Coach Melly. Kolaborasi emosional inilah yang mentransfer energi positif ke atas panggung, sehingga Azzio dan Rama tidak merasa berjuang sendirian. Ditambah lagi dengan kejelian koreografer Gege yang fokus pada progres, bukan kesempurnaan instan, membuat penampilan mereka terasa sangat organik dan jujur.
Secara teknis vokal, pujian Soimah terhadap Azzio sangat beralasan. Di usia belia, menjaga fokus saat melakukan koreografi aktif adalah tantangan terbesar bagi penyanyi mana pun. Azzio memiliki kontrol emosi dan teknik pernapasan yang di atas rata-rata. Sementara Rama, meskipun sempat mengalami kendala tempo saat GR, menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa cepat di panggung live. Ini adalah modal berharga untuk masa depan mereka di industri musik.
Namun, tantangan di Top 31 akan jauh lebih berat. Mereka tidak bisa lagi hanya mengandalkan faktor 'lucu dan menggemaskan' untuk meluluhkan hati juri. Ekspektasi publik kini telah naik satu level lebih tinggi. Pada akhirnya, momen di D'Academy 8 malam itu memberikan kita pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah duka dan keterbatasan justru bisa diubah menjadi bahan bakar untuk melahirkan sebuah penampilan yang magis dan emosional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Mengapa Melly Lee absen mendampingi Azzio dan Rama di D'Academy 8 Top 37?
A: Melly Lee terpaksa absen karena sedang berduka atas meninggalnya sang ayah tercinta, Bapak Ade, pada 6 Agustus 2026 dini hari di Cianjur.
Q: Siapa yang mendampingi Azzio dan Rama selama Coach Melly Lee absen?
A: Peran pendamping diambil alih oleh dua kakak kelas mereka, yaitu Tasya Allesia dan Zahra Sima, serta didukung oleh koreografer Gege.
Q: Apakah Azzio dan Rama berhasil lolos ke babak berikutnya?
A: Ya, berkat penampilan duet mereka yang meraih 3 Standing Ovation (SO), Azzio dan Rama dinyatakan lolos ke babak Top 31 D'Academy 8.


