Siap Tempur! Bilal Hasan Incar Kontrak UFC di DWCS, Lanjutkan Jejak Jeka Saragih
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Dekat dengan UFC: Petarung keturunan Indonesia, Bilal Hasan, akan bertarung di Dana White's Contender Series (DCWS) Season 10 melawan Mridul Saikia dari India demi tiket ke UFC.
- Strategi Matang: Bilal, yang dikenal dengan striking cepat, giat memperbaiki kemampuan gulatnya di Charlie's Combat Club Washington untuk menutup celah kelemahan.
- Ritual 'Nasi' Wajib: Petarung kelahiran Hawaii ini mempertahankan identitas Indonesia dengan ritual wajib makan nasi sebelum bertarung demi sumber energi dan kepercayaan diri.
Halo, para pecinta bela diri tanah air! Get ready because we have another warrior representing our red and white on the global stage! Bilal Hasan, petarung berdarah Indonesia yang lahir di Oahu, Hawaii, siap menggebrak panggung paling prestisius di dunia tarung bebas. Selasa (11/8) mendatang, dia akan turun gunung di Dana White's Contender Series (DCWS) Season 10.
Misi utamanya jelas: menghancurkan lawan dan merebut kontrak UFC, mengikuti jejak sukses yang sudah ditapaki oleh Jeka Saragih. Bilal akan menghadapi Mridul Saikia asal India di kelas terbang (flyweight). Sementara itu, di dunia sepak bola, Persebaya baru saja meraih kemenangan spektakuler di Piala Presiden 2026. Ini bukan sekadar pertarungan biasa, ini adalah tiket satu arah menuju mimpi Amerika!
"Jeka sudah membuka jalan dan saya akan mengikuti jejaknya serta menjadi lebih baik. Insya Allah satu hari nanti saya akan melakukannya dengan baik," ucap Bilal dengan penuh keyakinan, Kamis (6/8). Boy, I love that confidence!
Meski dikenal sebagai striker dengan pukulan mematikan, Bilal tidak mau lengah. Dia sadar betul bahwa di UFC, ground game adalah segalanya. "Nomor satu adalah latihan. Saya selalu latihan. Saat ini saya rutin berada di Charlie's Combat Club Washington setiap pekan untuk mengasah grappling," ungkapnya. Ini menunjukkan kematangan taktis seorang petarung yang ingin komplet.
Menariknya, Bilal sudah melakukan 'pengintaian' mendalam terhadap lawannya. Dia menilai Mridul memiliki kelemahan fatal di sektor grappling dan striking yang biasa-biasa saja. "Saya pikir dia adalah petarung biasa," tandasnya pedas. Ouch, thatâs a bold statement!
Namun, ada sisi unik dan sangat mengharukan dari persiapan Bilal. Meski lahir di AS, darah Indonesia mengalir kental. Orangtuanya berasal dari Bogor, Jawa Barat, dan Bilal menjaga identitas itu dengan cara yang unik: Makan Nasi! "Sebelum bertarung saya wajib makan nasi. Harus makan nasi," tegasnya. Ditambah ritual mendengar lagu Michael Jackson dan minum kopi, Bilal siap memberikan performa terbaiknya. Let's go, Bilal! Buat bangga Indonesia!
Analisis Pakar
Oleh: Dimas Pratama, Pengamat Olahraga Senior
Kita harus berbicara jujur di sini, teman-teman. Munculnya nama Bilal Hasan di panggung Dana White's Contender Series (DWCS) bukan sekadar kebetulan, melainkan bukti evolusi genetik dan teknis petarung keturunan Indonesia. Setelah suksesnya Jeka Saragih menembus UFC, pintu gerbang itu terbuka lebar, namun bukan berarti jalan di depan terasa mulus. Bilal menghadapi tekanan ganda: tekanan performa di dalam oktagon dan beban moral membawa nama bangsa.
Dari sisi taktis, saya sangat mengapresiasi pendekatan Bilal ini. Dia sadar diri. Seorang striker yang hanya mengandalkan tangan kanan panas di kelas flyweight akan dimakan hidup-hidup oleh grappler elit. Keputusannya untuk mendarat diri di Charlie's Combat Club Washingtonâtempat yang dikenal keras dan mengasah teknik gulatâadalah langkah strategis yang brilian. Jika dia benar-benar mampu menutup celah pertahanannya saat di bawah (ground game), kombinasi striking khasnya yang cepat dengan takedown defense yang solid akan menjadi senjata mematikan bagi Mridul Saikia.
Sekarang, mari kita lihat psikologi pertarungan. Bilal menyebut lawannya "biasa-biasa". Ini bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ini menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi dan mental pemenang. Di sisi lain, ini bisa berujung pada kejutan jika dia meremehkan Saikia. Namun, mengingat latar belakangnya yang disiplin dan ritual 'makan nasi' yang menjadi jangkar identitasnya, saya melihat Bilal memiliki pondasi mental yang kuat. Makan nasi bukan sekadar karbohidrat baginya, itu adalah pengingat akar budaya yang membuatnya tetap rendah hati namun berbahaya.
Prediksi saya? Jika Bilal bisa menjaga jarak di ronde pertama dan tidak terpancing untuk bergulat di area di mana Saikia mungkin punya trik tersembunyi, kita akan melihat finish yang spektakuler. Kemenangan di DWCS bukan hanya soal menang, tapi soal *how you win*. Dana White dan tim pencari bakat ingin melihat finisher, mereka ingin melihat petarung yang punya potensi bintang. Bilal Hasan punya semua paket untuk itu. Mari kita dukung penuh aksi heroiknya selasa nanti!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan jadwal pertarungan Bilal Hasan di Dana White's Contender Series?
A: Bilal Hasan dijadwalkan bertarung pada Selasa, 11 Agustus mendatang. - Q: Siapa lawan yang akan dihadapi Bilal Hasan di DWCS Season 10?
A: Dia akan menghadapi petarung asal India, Mridul Saikia, di kelas terbang (flyweight). - Q: Apa saja ritual unik Bilal Hasan sebelum naik ke oktagon?
A: Bilal mengaku wajib makan nasi sebagai sumber karbohidrat dan identitas, mendengarkan lagu Michael Jackson, serta minum kopi dan banyak air putih.

