Paes Guncang Ajax! Kiper Timnas Indonesia Bawa Kemenangan 3-1 di Kualifikasi Conference League
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Maarten Paes tetap menjadi kiper utama Ajax Amsterdam dalam laga kualifikasi UEFA Conference League melawan Shelbourne FC.
- Paes melakukan dua penyelamatan krusial dan membantu tim menang 3-1, meski kebobolan satu gol di menit ke‑84.
- Pelatih Michel Sanchez masih mengutamakan Paes meski Marc Andre Ter Stegen sudah bergabung secara pinjaman.
Dalam laga penting pada Jumat (7/8) WIB, Maarten Paes kembali menegaskan posisinya sebagai kiper utama Ajax Amsterdam. Setelah klub mengamankan Marc Andre Ter Stegen dari Barcelona, banyak yang bertanya‑tanya apakah Paes akan tetap mendapat kesempatan. Namun, pelatih Michel Sanchez menegaskan kepercayaan pada pengalaman Paes yang berusia 28 tahun.
Paes menahan gawang dengan gagah, mencatat dua penyelamatan penting meski kebobolan satu gol pada menit ke‑84 setelah bola rebound dari tepisannya. Sebelum kebobolan, ia berhasil menepis sepakan keras lawan dari dalam kotak penalti, meski bola terpelanting liar dan berakhir di kaki lawan. Dominasi Ajax begitu jelas; mereka hanya menerima tiga tembakan tepat sasaran dari Shelbourne, sementara mencatat 32 tembakan dengan 11 tembakan tepat sasaran dan penguasaan bola 71%.
Kemenangan 3-1 ini membuka jalan Ajax menuju fase selanjutnya. Selanjutnya, Ajax akan menguji diri melawan PEC Zwolle dalam laga persahabatan, lalu kembali bertemu Shelbourne di leg kedua putaran ketiga kualifikasi Conference League pada Jumat (14/8) WIB. Paes masih menjadi andalan, namun kesempatan bagi Ter Stegen untuk debut bersama Ajax tidak dapat dikesampingkan.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah menelusuri dinamika sepak bola Eropa selama lebih dari satu dekade, saya melihat keputusan Michel Sanchez untuk tetap menaruh kepercayaan pada Paes sebagai langkah taktis yang cerdas. Paes bukan sekadar penjaga gawang; ia adalah pemimpin di lini belakang yang mampu mengatur pertahanan dengan komunikasi yang tajam. Pengalaman internasionalnya bersama Timnas Indonesia dan stint di MLS bersama FC Dallas memberikan perspektif berbeda yang sangat berharga dalam situasi tekanan tinggi.
Selain itu, statistik pertandingan menunjukkan bahwa Ajax mengendalikan ritme permainan, dengan penguasaan bola mencapai 71% dan 32 tembakan. Dalam konteks ini, peran kiper sering kali lebih bersifat preventif daripada reaktif. Paes memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan dua penyelamatan krusial, yang secara psikologis menambah kepercayaan diri tim. Kebobolan di menit ke‑84 memang tak ideal, namun gol tersebut merupakan hasil rebound—bukan kesalahan fatal—yang menegaskan bahwa Paes tetap berada pada level yang diharapkan.
Keberadaan Ter Stegen di skuad Ajax menambah dimensi kompetitif yang sehat. Jika Paes terus menunjukkan performa konsisten, persaingan internal akan memaksa kedua kiper untuk meningkatkan standar mereka. Ini pada akhirnya menguntungkan Ajax, terutama dalam kompetisi bergengsi seperti Conference League, di mana kualitas kiper dapat menjadi pembeda antara melaju atau terhenti.
Ke depan, pertandingan melawan PEC Zwolle akan menjadi ujian penting bagi Paes. Jika ia mampu menjaga kebersihan gawang, maka peluangnya untuk memulai leg kedua melawan Shelbourne akan semakin kuat. Namun, jika Ter Stegen diberi kesempatan, kita mungkin akan menyaksikan debut yang menarik—sebuah duel kiper kelas dunia yang dapat mengubah taktik pertahanan Ajax secara signifikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Michel Sanchez memilih Paes dibandingkan Ter Stegen?
- A: Sanchez menilai pengalaman dan konsistensi Paes lebih cocok untuk pertandingan kualifikasi yang menuntut kestabilan mental.
- Q: Berapa banyak tembakan tepat sasaran yang dihadapi Paes dalam pertandingan melawan Shelbourne?
- A: Paes menghadapi tiga tembakan tepat sasaran dari Shelbourne.
- Q: Kapan leg kedua kualifikasi Conference League antara Ajax dan Shelbourne akan berlangsung?
- A: Leg kedua dijadwalkan pada Jumat, 14 Agustus 2026 WIB.
Selain menonton sepak bola, penggemar dapat menikmati film baru untuk mengisi akhir pekan.


