Krisis RAM 2026: China’s CXMT Raih Keuntungan di Tengah Ketegangan AS‑China
Ekonomi & Pasar
Hendra Gunawan•
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Chip DRAM buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT) mulai dipasang di notebook HP, Asus, dan Acer meski volume produksi masih terbatas.
- Produk dengan chip CXMT tidak dijual di Amerika Serikat karena pembatasan teknologi AS‑China dan dominasi tiga raksasa memori: Samsung, SK Hynix, dan Micron.
- Harga DRAM CXMT tidak lebih murah daripada kompetitor, sehingga produsen PC menggunakannya hanya sebagai opsi tambahan, bukan sebagai sumber utama pasokan.
Krisis RAM yang melanda pasar global pada 2026 masih berlanjut, namun di tengah kekurangan pasokan, chip DRAM buatan perusahaan China ChangXin Memory Technologies (CXMT) justru mencuri perhatian. Menurut laporan Nikkei Asia, beberapa produsen notebook ternama seperti HP, Asus, dan Acer telah mengintegrasikan chip CXMT ke dalam produk mereka.
Meski demikian, volume produksi CXMT masih relatif kecil, dan produk-produk tersebut tidak dipasarkan di Amerika Serikat. Kebijakan pembatasan teknologi yang ketat dari Gedung Putih terhadap


