Bursa Calon Gubernur BI Terbuka: Destry Damayanti & Muliaman Hadad Masuk Daftar Presiden

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Bursa Calon Gubernur BI Terbuka: Destry Damayanti & Muliaman Hadad Masuk Daftar Presiden
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Presiden Prabowo sedang meninjau lebih dari satu lusin nama untuk menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.
  • Pelaksana Tugas (Plt) Destry Damayanti dan mantan Ketua OJK Muliaman Hadad menjadi dua nama yang paling sering disebut dalam bursa tersebut.
  • Proses seleksi masih berlangsung; belum ada Surat Presiden yang resmi diajukan ke DPR.

Jakarta, CNBC Indonesia – Istana Kepresidenan mengungkapkan sekilas tentang bursa nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa daftar kandidat sangat panjang, namun menyoroti dua nama utama: Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, dan Muliaman Hadad, mantan Ketua Dewan Komisioner OJK.

"Kalau pertanyaannya apakah Ibu Destry salah satu yang dipertimbangkan atau nama yang termasuk dibahas, ya bisa kami sampaikan itu sudah pasti," ujar Prasetyo, menegaskan bahwa nama Destry memang masuk dalam pembahasan Presiden. Ia juga tidak menutup kemungkinan Muliaman Hadad masuk dalam daftar kandidat, menambahkan bahwa "ada cukup banyak kandidat yang saat ini tengah dikaji oleh Presiden Prabowo."

Meski beberapa nama telah mencuat ke publik, proses seleksi masih berjalan. Presiden masih mengumpulkan masukan dan berdiskusi dengan berbagai pihak sebelum mengirimkan Surat Presiden (Surpres) resmi ke DPR RI. Hingga kini, belum ada Surpres yang dikirimkan.

Posisi Destry sebagai Plt Gubernur BI saat ini berjalan sesuai mekanisme Undang-Undang Bank Indonesia. Namun, apakah masa jabatan sementara ini akan berlanjut hingga 2028—menyusul sisa periode Perry Warjiyo—masih menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut.

Analisis Pakar

Sebagai seorang ekonom makro, saya melihat dua hal krusial dalam dinamika ini. Pertama, stabilitas kebijakan moneter Indonesia sangat bergantung pada kontinuitas kepemimpinan di Bank Indonesia. Perry Warjiyo telah menavigasi ekonomi melalui pandemi COVID‑19 dan krisis energi, sehingga transisi yang mulus menjadi prioritas utama. Kedua, profil kandidat yang muncul—Destry Damayanti dan Muliaman Hadad—menunjukkan arah kebijakan yang berbeda.

Destry, yang selama ini memegang peran Plt, dikenal dengan pendekatan yang lebih konservatif dalam pengendalian inflasi dan menjaga nilai tukar rupiah. Jika ia terpilih, kita dapat mengharapkan kebijakan yang menekankan pada kestabilan harga, meski berisiko menekan pertumbuhan kredit. Di sisi lain, Muliaman Hadad, dengan latar belakang OJK, cenderung lebih pro‑pasar dan mendukung liberalisasi sektor keuangan. Pilihan ini dapat mempercepat reformasi struktural, namun menuntut koordinasi yang kuat antara otoritas moneter dan pengawas.

Dari perspektif bisnis, keputusan ini akan memengaruhi ekspektasi suku bunga, aliran investasi, dan nilai tukar. Investor harus mempersiapkan skenario alternatif: jika Destry terpilih, kemungkinan kenaikan suku bunga jangka pendek untuk menahan inflasi; jika Muliaman terpilih, peluang kebijakan yang lebih akomodatif bagi sektor perbankan dan fintech. Kedua skenario menuntut perusahaan untuk menyesuaikan strategi pembiayaan dan manajemen risiko mereka.

Terlepas dari siapa yang akhirnya diusulkan, transparansi proses seleksi dan kecepatan pengesahan oleh DPR akan menjadi faktor penentu kepercayaan pasar. Keterlambatan atau ketidakpastian politik dapat memicu volatilitas nilai tukar dan meningkatkan biaya pinjaman bagi korporasi. Oleh karena itu, pelaku pasar sebaiknya memantau agenda parlemen dan pernyataan resmi pemerintah dalam minggu‑minggu mendatang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan Surat Presiden (Surpres) untuk calon Gubernur BI akan dikirimkan ke DPR?
    A: Hingga kini belum ada Surpres resmi; diperkirakan akan disampaikan setelah Presiden selesai mengkonsolidasi masukan dari berbagai pihak.
  • Q: Apakah masa jabatan Plt Gubernur Destry Damayanti akan berlanjut hingga 2028?
    A: Masih dalam pembahasan; keputusan akhir akan tergantung pada hasil seleksi dan persetujuan DPR.
  • Q: Bagaimana dampak pilihan antara Destry Damayanti atau Muliaman Hadad terhadap kebijakan moneter?
    A: Destry diperkirakan akan menekankan stabilitas inflasi dan nilai tukar, sementara Muliaman dapat mendorong kebijakan yang lebih pro‑pasar dan reformasi keuangan.
Meow! Tanya Nesi!
😾