Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Luis Figo Gertak Infantino: Seruan Mundur Sekarang atau Sepak Bola Hancur!

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Luis Figo Gertak Infantino: Seruan Mundur Sekarang atau Sepak Bola Hancur!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Luis Figo menuntut Gianni Infantino mundur dari kepemimpinan FIFA demi menyelamatkan integritas sepak bola.
  • Infantino dikritik karena rencana menjual saham Piala Dunia kepada pihak swasta, memicu protes luas.
  • Beberapa federasi besar seperti FAW, FA, dan SvFF menarik dukungan mereka untuk pencalonan Infantino 2027‑2031.

Ringkasan Singkat

  • Luis Figo menuntut Gianni Infantino mundur dari kepemimpinan FIFA demi menyelamatkan integritas sepak bola.
  • Infantino dikritik karena rencana menjual saham Piala Dunia kepada pihak swasta, memicu protes luas.
  • Beberapa federasi besar seperti FAW, FA, dan SvFF menarik dukungan mereka untuk pencalonan Infantino 2027‑2031.

Legenda Portugal, Luis Figo, tak tinggal diam. Pada Rabu (5/8), ia menulis di akun X‑nya, "Hari ini saya bergabung dengan berbagai pihak dalam dunia sepak bola untuk mendesak Gianni Infantino mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA." Figo menuduh sang presiden telah mencoreng kehormatan institusi dengan kebohongan, tipu daya, dan ambisi memperkaya diri sendiri di atas nama olahraga.

Menurut sang legenda, dukungan internal Infantino sudah menguap: staf senior, penasihat terdekat, bahkan penerima Penghargaan Perdamaian FIFA telah menolak kepemimpinannya. "Sudah terlambat menyelamatkan martabatnya, namun belum terlambat menyelamatkan sepak bola. Ia harus mundur. Sekarang juga," tegas Figo.

Kontroversi memuncak ketika Infantino mengusulkan penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta. Ide itu menimbulkan gelombang protes dari konfederasi benua—UEFA, CONCACAF, AFC—dan federasi nasional seperti FAW (Wales), FA (Inggris), FSS (Serbia), serta SvFF (Swedia). Tekanan meluas memaksa Infantino mencabut rencana tersebut, namun kerusakan reputasi sudah terasa.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang telah menelusuri dinamika sepak bola sejak era 90‑an, saya melihat krisis ini bukan sekadar persoalan pribadi. Infantino berusaha mengkomersialkan aset paling suci dalam olahraga—Piala Dunia—yang secara historis menjadi simbol persatuan global. Upaya itu menimbulkan pertanyaan fundamental: apakah sepak bola masih dapat menjadi arena fair play atau kini menjadi arena bisnis tanpa batas?

Langkah Luis Figo mengangkat suara pemain legendaris menandai perubahan paradigma. Dulu, pemain hanya menjadi ikon di lapangan; kini mereka menjadi aktor politik yang dapat memengaruhi kebijakan tertinggi. Ini memberi sinyal kuat kepada federasi bahwa legitimasi kepemimpinan FIFA kini bergantung pada dukungan luas, bukan sekadar suara dewan eksekutif.

Penarikan dukungan oleh federasi besar menandai titik balik. Jika federasi seperti FA dan FAW terus menolak, maka proses pemilihan 2027‑2031 akan menjadi ajang pertarungan antar kubu, bukan sekadar pemilihan formal. Ini membuka peluang bagi calon yang lebih transparan, yang mengutamakan kepentingan olahraga di atas kepentingan pribadi atau korporasi.

Namun, tantangan terbesar tetap pada struktur FIFA yang terpusat. Reformasi struktural—misalnya, memperkuat peran komite etika, meningkatkan transparansi keuangan, dan memberi suara lebih besar kepada federasi anggota—harus menjadi agenda utama. Tanpa perubahan itu, bahkan presiden baru sekalipun akan terjebak dalam pola yang sama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Luis Figo menuntut Gianni Infantino mundur?
    A: Figo menilai Infantino telah mencoreng integritas FIFA dengan rencana komersial yang merusak nilai sportivitas.
  • Q: Apa yang terjadi dengan rencana penjualan saham Piala Dunia?
    A: Rencana tersebut dibatalkan setelah protes keras dari konfederasi benua dan federasi nasional.
  • Q: Bagaimana dampak penarikan dukungan federasi terhadap pemilihan presiden FIFA 2027‑2031?
    A: Penarikan dukungan melemahkan posisi Infantino, membuka peluang bagi kandidat baru yang lebih mengedepankan transparansi dan etika.
Meow! Tanya Nesi!
😸