Pengusaha Bayar Rp110 Juta untuk Sewa Pesawat Darurat Karena Oksigen Medis Habis di Pulau Bawean
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Pengusaha Ridwan terpaksa mengeluarkan Rp110 juta untuk menyewa pesawat Susi Air demi merujuk ibunya ke rumah sakit Surabaya.
- Kekurangan oksigen medis di RSUD Umar Mas'ud dipicu oleh gelombang tinggi yang menghentikan kapal logistik di jalur Gresik‑Bawean.
- Pemerintah Kabupaten Gresik mengirimkan darurat 40 tabung oksigen, namun masalah logistik jangka panjang masih mengancam kesehatan warga Pulau Bawean.
Bawean, 5 Agustus 2026 – Ridwan, seorang pengusaha asal Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura, harus mengeluarkan dana sebesar Rp110 juta untuk menyewa satu pesawat Susi Air secara eksklusif. Pesawat itu mengangkut ibunya, Minasuha, yang masih bergantung pada oksigen medis setelah lima hari perawatan intensif di RSUD Umar Mas'ud, Bawean.
Stok oksigen di rumah sakit menipis drastis karena kapal logistik tidak dapat berlayar selama beberapa hari akibat gelombang laut tinggi di jalur Gresik‑Bawean. Ridwan mengungkapkan, "Jika tidak dirujuk, oksigen yang dipakai ibu saya hanya cukup sampai Minggu sore." Dengan kondisi kritis, keluarga memilih evakuasi udara sebagai satu‑satunya jalan keluar.
Pesawat lepas landas dari Bandara Harun Thohir Bawean pada Sabtu (1/8) dan mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Namun, biaya sewa bukan satu‑satunya beban. Ridwan harus menyiapkan serangkaian formulir medis, sertifikat kesehatan, serta persetujuan maskapai yang mengatur transportasi pasien kritis. "Uang saja tidak cukup. Semua persyaratan medis harus dipenuhi terlebih dahulu," katanya.
Di sisi lain, Ridwan memuji profesionalisme tenaga medis RSUD Umar Mas'ud. Dokter, perawat, dan petugas UGD‑ICU dinilai responsif dan ramah. Menurutnya, masalah utama bukan pada kualitas layanan, melainkan pada ketergantungan rumah sakit terhadap pasokan oksigen yang sangat rentan terhadap gangguan transportasi laut.
Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik segera menanggapi dengan mengirimkan darurat 40 tabung oksigen medis. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, drg. Setyo Susilo, menjelaskan bahwa kapal logistik tidak beroperasi sejak 28 Juli hingga 4 Agustus karena cuaca buruk. Selain 40 tabung darurat, Dinkes menyiapkan tambahan 80 tabung yang akan dikirimkan begitu kapal kembali berlayar dari Pelabuhan Sidayu. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan, Syahbandar, serta Koarmada II TNI AL untuk skenario distribusi darurat bila cuaca tetap tidak bersahabat.
Analisis Pakar
Kasus ini menyoroti kegagalan struktural dalam rantai pasok medis ke wilayah kepulauan. Ketergantungan pada satu jalur laut untuk mengirimkan oksigen medis merupakan titik lemah yang jelas. Saat cuaca ekstrem melumpuhkan pelayaran, tidak ada mekanisme cadangan yang memadai, memaksa warga menanggung biaya luar biasa atau menunggu hingga kondisi membaik.
Secara kebijakan, pemerintah daerah seharusnya mengimplementasikan buffer stock oksigen yang cukup untuk menutupi minimal satu minggu kebutuhan kritis, mengingat frekuensi cuaca buruk di Selat Madura. Pendekatan ini sudah dipraktekkan di beberapa pulau lain, seperti Pulau Sumba, yang mengandalkan gudang oksigen darurat berbasis truk berpendingin.
Selain itu, regulasi penerbangan medis di Indonesia masih longgar. Prosedur yang rumit dan biaya sewa pesawat penuh tanpa penumpang lain menambah beban finansial keluarga. Pemerintah pusat perlu merumuskan skema subsidi atau kerjasama dengan maskapai untuk menyediakan layanan evakuasi medis yang terjangkau, terutama bagi daerah terpencil.
Terakhir, transparansi alokasi dana darurat menjadi penting. Jika dana publik dialokasikan untuk pengiriman oksigen, harus ada mekanisme audit yang memastikan distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan penumpukan stok yang tidak terpakai. Tanpa akuntabilitas, risiko korupsi atau inefisiensi akan terus menggerogoti kepercayaan publik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa oksigen medis di RSUD Umar Mas'ud Bawean habis?
- A: Karena kapal logistik yang biasanya mengangkut tabung oksigen tidak dapat berlayar selama beberapa hari akibat gelombang tinggi di jalur Gresik‑Bawean.
- Q: Berapa biaya sewa pesawat untuk evakuasi medis di Bawean?
- A: Sekitar Rp110 juta untuk satu penerbangan eksklusif, belum termasuk biaya medis tambahan dan persyaratan administratif.
- Q: Apa langkah yang diambil Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik?
- A: Dinkes mengirimkan darurat 40 tabung oksigen dan menyiapkan tambahan 80 tabung yang akan dikirimkan setelah kapal kembali beroperasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk distribusi cepat.


