Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Lepas E4 EV Ungkap Rahasia LEX Platform: Kecepatan, Ruang, dan Efisiensi Tanpa Batas!

OtomotifRaka MahendraRaka MahendraSumber: CNN Otomotif
Raka Mahendra
Raka Mahendra
Jurnalis Otomotif

Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Lepas E4 EV Ungkap Rahasia LEX Platform: Kecepatan, Ruang, dan Efisiensi Tanpa Batas!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • LEX Platform mengusung konsep Four More: stabilitas, ruang, keheningan, dan efisiensi.
  • Motor listrik 12‑in‑1 menghasilkan 160 kW, 275 Nm, dan efisiensi 90,8 %.
  • Jarak tempuh >600 km (CLTC) dengan pengisian cepat 130 kW, plus fitur V2L 3,3 kW.

LepasE4 EV menancapkan diri pada LEX Platform yang dideklarasikan mampu mengubah cara kita mengemudi sehari‑hari. Platform ini dibangun di atas filosofi “Four More”: More Stable, More Spacious, More Quiet, More Efficient. Pemerintah Indonesia pun mempercepat adopsi EV melalui insentif mobil listrik. Hasilnya, bukan sekadar angka‑angka di brosur, melainkan sensasi nyata di dalam kabin.

Di balik rangka, Lalu Indra Wirabhakti selaku Product Manager Lepas Indonesia menegaskan, “Teknologi harus memberi manfaat yang dirasakan pengguna.” Ia menjelaskan bahwa susunan suspensi MacPherson di depan dan Multi‑link Independent di belakang, dipadukan dengan penyetelan sasis presisi, menghasilkan stabilitas luar biasa pada tikungan sekaligus menahan getaran jalan.

Struktur bodi 74 % high‑strength steel menurunkan NVH secara signifikan. Kabin menjadi zona hening yang ideal untuk percakapan, musik, atau sekadar beristirahat. Ruang bagasi mencapai 1.334 liter, dilengkapi front trunk 35 liter dan 33 kompartemen penyimpanan—cukup untuk membawa perlengkapan keluarga atau peralatan outdoor.

Inti penggerak listriknya adalah 12‑in‑1 Integrated Electric Motor System. Satu unit ini menyatukan inverter, reducer, pendingin, dan kontroler, menghasilkan output 160 kW (≈217 hp) dan torsi 275 Nm. Efisiensi termal mencapai 90,8 %, artinya energi baterai dimanfaatkan hampir sepenuhnya. Dengan kapasitas baterai yang belum diungkap, ICE BSD mengklaim jarak tempuh lebih dari 600 km (CLTC) per charge.

Pengisian cepat 130 kW (DC Fast Charging) memungkinkan 30 % → 80 % dalam ~20 menit, cocok untuk perjalanan antar kota. Fitur Vehicle‑to‑Load (V2L) 3,3 kW menjadikan mobil sebagai power bank berkapasitas tinggi, ideal untuk camping, piknik, atau darurat listrik. Contoh lain yang sedang naik daun adalah Wuling Aira EV, yang juga menonjolkan kemampuan V2L.

Keamanan tidak ditinggalkan. Sistem 18‑point Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), enam airbag, serta baterai bersertifikasi IP68 dan IPX9K melengkapi standar Global NCAP. Semua ini menjadikan LepasE4 EV bukan sekadar EV praktis, melainkan paket lengkap performa, ruang, dan keselamatan. Sementara produsen lain seperti Hyundai juga berupaya meningkatkan fitur keselamatan.

Analisis Pakar

Sebagai seorang reviewer otomotif yang telah menguji ratusan EV, saya melihat LEX Platform sebagai lompatan evolusi yang jarang terjadi di segmen menengah‑atas. Kebanyakan produsen mengorbankan ruang kabin demi menurunkan berat, atau menurunkan efisiensi untuk menambah tenaga. Lepas berhasil menyeimbangkan ketiganya lewat pendekatan integrasi komponen yang cerdas. Sistem 12‑in‑1 bukan sekadar gimmick; dengan mengurangi panjang drivetrain, mereka menurunkan massa tidak tergantung (unsprung mass) sehingga suspensi dapat bekerja lebih responsif.

Namun, klaim jarak tempuh 600 km (CLTC) masih harus diuji di dunia nyata. Siklus CLTC cenderung lebih optimis dibandingkan WLTP atau EPA. Jika real‑world range turun menjadi 500 km, tetap kompetitif, tetapi konsumen akan menuntut transparansi. Di sisi pengisian cepat, 130 kW memang cukup, tetapi infrastruktur DC fast charger di Indonesia masih terbatas. Jadi, potensi V2L menjadi nilai jual tambahan yang dapat menutupi kekurangan jaringan pengisian.

Aspek NVH yang dioptimalkan dengan high‑strength steel dan peredam getaran menunjukkan bahwa Lepas tidak mengabaikan kenyamanan akustik—sesuatu yang sering terabaikan pada EV karena kebisingan motor yang hampir tidak terdengar. Kabin senyap ini memberi keunggulan kompetitif melawan pesaing seperti Tesla Model Y atau BYD Dolphin yang masih berjuang menurunkan derau interior.

Terakhir, paket ADAS 18‑point menandakan ambisi Lepas untuk masuk pasar global yang menuntut standar keselamatan tinggi. Jika mereka dapat menambahkan fitur-fitur seperti lane‑centering atau traffic‑jam‑assist dalam pembaruan OTA, LepasE4 EV berpotensi menjadi pemain utama di pasar Asia Tenggara dan bahkan Eropa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa lama waktu pengisian 0‑100 % pada LepasE4 EV?
    A: Pabrikan belum merilis data 0‑100 % secara resmi, namun dengan charger 130 kW, 30‑80 % dapat tercapai dalam sekitar 20 menit.
  • Q: Apakah V2L dapat menyalakan peralatan rumah tangga berdaya tinggi?
    A: V2L 3,3 kW cukup untuk peralatan kecil‑menengah seperti kulkas portable, lampu, atau charger laptop, namun tidak untuk peralatan besar seperti AC rumah.
  • Q: Bagaimana performa LepasE4 EV dalam uji keselamatan Global NCAP?
    A: Mobil ini dirancang untuk memenuhi standar Global NCAP dan dilengkapi 18‑point ADAS serta enam airbag, namun hasil uji resmi masih menunggu publikasi.
Meow! Tanya Nesi!
😸