Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Krisis di Puncak FIFA! Infantino Dikepung Sekjen, Wenger & COO, Siapa yang Akan Menyelamatkan Sepak Bola?

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Krisis di Puncak FIFA! Infantino Dikepung Sekjen, Wenger & COO, Siapa yang Akan Menyelamatkan Sepak Bola?
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Rencana penjualan saham Piala Dunia dibatalkan, memicu kemarahan di jajaran elit FIFA .
  • Sekjen Mattias Graftstrom , mantan pelatih Arsene Wenger , dan COO Kevin Lamour melontarkan kritik tajam kepada Gianni Infantino .
  • Beberapa asosiasi anggota menolak dukungan untuk pencalonan Infantino 2027‑2031, sementara PSSI dan Erick Thohir tetap setia.

Ringkasan Singkat

  • Rencana penjualan saham Piala Dunia dibatalkan, memicu kemarahan di jajaran elit FIFA.
  • Sekjen Mattias Graftstrom, mantan pelatih Arsene Wenger, dan COO Kevin Lamour melontarkan kritik tajam kepada Gianni Infantino.
  • Beberapa asosiasi anggota menolak dukungan untuk pencalonan Infantino 2027‑2031, sementara PSSI dan Erick Thohir tetap setia.

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Presiden Gianni Infantino kini berada di zona merah. Ide penjualan saham Piala Dunia yang sempat menjadi bahan perbincangan hangat, akhirnya dibatalkan, namun konsekuensinya justru menjeratnya dalam badai kritik dari dalam rumah FIFA.

Dalam sebuah pernyataan yang mengguncang, Mattias Graftstrom, Sekjen FIFA, menegaskan bahwa seluruh staf harus kembali fokus pada “melayani sepak bola dan 211 Asosiasi Anggota”. Ia menambahkan, “Kita semua terlempar ke tengah kekacauan yang sulit dipahami, namun profesionalisme harus tetap terjaga.”

Sementara itu, Arsene Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, mengaku tidak pernah mendengar tentang proposal penjualan saham tersebut hingga media mengumumkannya. “Keputusan membatalkan proyek itu benar‑benar diperlukan. Saya percaya pada FIFA yang independen, transparan, dan berintegritas,” ujarnya dengan nada tegas.

Tak kalah keras, Kevin Lamour, Chief Operating Officer FIFA, menuduh Infantino menipu staf internal, menyebut rencana penjualan saham adalah “kerja satu orang” yang tidak melibatkan konsensus luas.

Keretakan internal ini semakin dalam ketika penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri, menyebut rencana tersebut “kesepakatan buruk untuk sepak bola”. Hal ini menimbulkan kontroversi internal yang mengingatkan pada kasus serupa di lembaga lain.

Analisis Pakar

Situasi ini bukan sekadar pertikaian pribadi, melainkan gejolak struktural dalam tata kelola FIFA. Penjualan saham Piala Dunia, bila dilaksanakan, akan mengubah paradigma pendanaan turnamen terbesar di dunia menjadi lebih komersial, berpotensi mengorbankan prinsip sportivitas demi profit. Kritik keras dari Graftstrom dan Wenger menandakan adanya kekhawatiran bahwa keputusan semacam itu dapat mengikis kepercayaan anggota dan sponsor.

Langkah Infantino membatalkan proposal tampaknya merupakan upaya damage control, namun sayangnya sudah terlambat. Kepercayaan yang retak sulit dipulihkan hanya dengan satu keputusan. Dibutuhkan reformasi menyeluruh, termasuk transparansi proses pengambilan keputusan, serta mekanisme pengawasan yang lebih kuat dari Asosiasi Anggota.

Di sisi lain, dukungan PSSI dan Erick Thohir menunjukkan bahwa masih ada blok koalisi yang melihat Infantino sebagai figur yang mampu menavigasi politik global sepak bola. Namun, koalisi ini harus bersaing dengan suara‑suara kritis yang kini semakin terorganisir. Jika Infantino ingin tetap berada di puncak, ia harus merangkul kritik, bukan menyingkirkannya.

Strategi selanjutnya? Menggandeng semua pemangku kepentingan dalam dialog terbuka, menyusun kembali Statuta FIFA yang relevan dengan era digital, dan memastikan bahwa setiap keputusan besar melibatkan mayoritas anggota melalui reformasi tata kelola. Tanpa langkah tersebut, krisis ini dapat bereskalasi menjadi perpecahan yang mengancam eksistensi FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa penjualan saham Piala Dunia menjadi kontroversial?
    A: Karena dapat mengalihkan kontrol finansial turnamen ke pihak komersial, mengancam prinsip sportivitas dan transparansi FIFA.
  • Q: Apa posisi Arsene Wenger dalam krisis ini?
    A: Wenger menegaskan bahwa ia tidak mengetahui proposal tersebut hingga media mengungkapnya dan mendukung keputusan pembatalan demi integritas FIFA.
  • Q: Apakah Gianni Infantino masih akan mencalonkan diri untuk periode 2027‑2031?
    A: Meskipun beberapa anggota menolak dukungan, ia masih memiliki pendukung kuat seperti PSSI dan Erick Thohir, sehingga pencalonannya masih memungkinkan.
Meow! Tanya Nesi!
😸