Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kenapa Sheila On 7 Tinggalkan Podcast? Eross Ungkap Rahasia Besar Radio yang Bikin 'Dan' Viral!

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: KapanLagi
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Kenapa Sheila On 7 Tinggalkan Podcast? Eross Ungkap Rahasia Besar Radio yang Bikin 'Dan' Viral!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Eross Candra menjelaskan mengapa Sheila On 7 lebih milih radio daripada podcast untuk promosi single “Sederhana”.
  • Lagu “Dan” menjadi hit setelah satu stasiun radio memutarnya, memicu gelombang pemutaran di seluruh radio Yogyakarta dan Jakarta.
  • Band menganggap radio sebagai sahabat lama yang memberi ruang sejak masa indie, sementara podcast dianggap milik generasi lebih muda.

Eross Candra kembali menegaskan alasan mengapa Sheila On 7 tidak menapaki jalur podcast untuk memperkenalkan karya terbarunya. Saat merilis single Sederhana, trio Duta, Eross, dan Adam melakukan tur ke sejumlah radio di Yogyakarta dan Jakarta sebagai medium utama promosi.

"Lalu ada satu radio yang inisiatif memutarkan lagu ‘Dan’, kemudian jadi viral. Kalau bahasanya sekarang, jadi viral, dan radio lain juga mengikutinya," ujar Eross Candra saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, radio telah menjadi bagian tak terpisahkan sejak awal karier mereka. "Itu label kita waktu itu, Sony Music, sampai bingung, ‘Lho kita belum kasih mereka buat single kedua lho, tapi kok mereka udah inisiatif?’" tambahnya. Keputusan satu stasiun radio memutar “Dan” menjadi titik balik penting; lagu itu kemudian berulang kali diputar, menjadikannya lagu yang dikenal luas.

Eross menilai momen itu seperti mendapatkan ombak besar yang cukup untuk mereka surfing. "Terima kasih radio," ujarnya dengan senyum. Ia menambahkan bahwa podcast lebih cocok untuk musisi generasi muda. "Kalau podcast mungkin lebih buat generasi yang di bawah kita, mereka akan menemukan ombak besar dari situ. Kami tidak mau berebut spotlight dengan yang muda," jelasnya.

Meski sering diundang menjadi bintang tamu podcast, Eross mengaku belum tertarik. "Berbicara panjang di depan kamera terlalu PR buat saya," katanya sambil tertawa. Kedekatan Sheila On 7 dengan radio sudah terjalin sejak masih indie di Yogyakarta, bahkan sebelum menandatangani kontrak dengan label nasional.

Analisis Pakar

Keputusan Sheila On 7 untuk tetap setia pada radio bukan sekadar nostalgia, melainkan strategi pemasaran yang cerdas dalam ekosistem musik Indonesia. Radio masih memegang kuasa signifikan dalam menjangkau demografik luas, terutama pendengar di daerah yang belum sepenuhnya terhubung dengan platform streaming atau podcast. Dengan menargetkan stasiun-stasiun lokal di Yogyakarta dan Jakarta, band berhasil menciptakan efek domino: satu pemutaran menjadi viral, memaksa kompetitor untuk mengikuti tren yang sama.

Selain itu, pilihan untuk menghindari podcast mencerminkan pemahaman akan segmentasi audiens. Podcast memang sedang naik daun, namun mayoritas pendengarnya berada pada rentang usia 18‑30, yang juga merupakan generasi musisi baru. Sheila On 7, yang kini berada di fase karier matang, memilih untuk tidak bersaing langsung dengan generasi muda dalam arena yang sama, melainkan memanfaatkan kanal yang telah terbukti memberi mereka eksposur maksimal sejak era indie.

Dari perspektif industri, langkah ini juga mengirim sinyal kuat kepada label dan promotor: nilai historis dan emosional radio tidak boleh diremehkan. Di tengah era digital yang serba cepat, kehadiran fisik di studio radio, interaksi dengan DJ, dan cerita di balik layar tetap menjadi konten yang menarik bagi pendengar. Ini memberi brand band kedalaman naratif yang sulit didapatkan lewat format audio‑on‑demand yang lebih terfragmentasi.

Namun, ada risiko yang perlu diwaspadai. Ketergantungan berlebih pada radio dapat membuat band kehilangan momentum di platform streaming yang kini menjadi tolok ukur popularitas global. Idealnya, Sheila On 7 dapat mengintegrasikan kekuatan radio dengan kampanye digital terkurasi—misalnya, menyiapkan teaser eksklusif di podcast tertentu atau mengadakan sesi Q&A live di media sosial setelah pemutaran radio. Pendekatan hybrid ini akan menjaga relevansi mereka di semua kanal, tanpa mengorbankan identitas yang telah dibangun selama dua dekade.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Sheila On 7 memilih radio daripada podcast untuk promosi single “Sederhana”?
    A: Karena radio telah menjadi sahabat lama yang memberi ruang sejak masa indie, dan satu pemutaran di radio dapat memicu efek viral yang lebih luas dibandingkan podcast yang masih didominasi generasi muda.
  • Q: Lagu “Dan” menjadi viral karena diputar di radio mana?
    A: Lagu tersebut pertama kali diputar oleh sebuah stasiun radio di Yogyakarta, yang kemudian diikuti oleh banyak radio lain di Yogyakarta dan Jakarta.
  • Q: Apakah Sheila On 7 akan muncul di podcast di masa depan?
    A: Saat ini Eross Candra menyatakan belum tertarik karena merasa berbicara panjang di depan kamera bukan hal yang nyaman, meski pintu tetap terbuka bila ada kesempatan yang tepat.
Meow! Tanya Nesi!
😸