⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.2 di 31 km S of Sarangani, Philippines pada 5/8/2026, 11.25.04. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.

Heroik di Laut: Muhammad Saleh Selamatkan Penumpang Saat KMP Mutiara Sentosa II Terbakar

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Heroik di Laut: Muhammad Saleh Selamatkan Penumpang Saat KMP Mutiara Sentosa II Terbakar
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kapalan KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, menewaskan lima penumpang.
  • Muhammad Saleh, awak kapal asal Jeneponto, berhasil menolong dua penumpang sambil mengorbankan celananya sebagai penyangga.
  • Kerugian materiil mencapai Rp640 juta karena 17 ekor kuda yang dikirim tidak sampai tujuan.

Surabaya, 4 Agustus 2024 – Pada Minggu (2/8), kapal penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar mengalami kebakaran hebat di perairan utara Sumenep. Dari 238 penumpang yang dievakuasi, lima orang tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Di tengah kepanikan, satu nama muncul sebagai simbol keberanian: Muhammad Saleh, 44 tahun, warga Punagaya, Jeneponto. Kejadian serupa dilaporkan dalam KMP Mutiara Sentosa II.

Saleh ditugaskan mengawal 17 ekor kuda yang menjadi muatan utama kapal. Saat ia sedang memotong rumput untuk pakan kuda, sopir kapal berteriak “kebakaran!”. Asap hitam pekat menghalangi jalur evakuasi, memaksa Saleh menembus jendela untuk menghirup udara segar sebelum berlari ke geladak atas.

Tanpa pelampung, ia hanya sempat mengangkat sebuah jeriken biru yang ia rencanakan menjadi alat apung. Beruntung, seorang penumpang lain menyerahkan life jacket kepadanya tepat pada saat itu. Namun, posisi kapal yang masih tinggi di atas permukaan laut dan terus melaju membuat banyak penumpang ragu melompat.

Saleh berada di bagian depan kapal, dekat jangkar dan selang yang mulai terbakar. Ketika api semakin mendekat, ia terdorong oleh kerumunan dan terlempar ke laut. Di dalam air, ia bertemu dua pedagang kambing yang tak dapat berenang. “Pak, tolong saya, bapak saya,” teriak mereka. Tanpa ragu, Saleh mengangkat sang ayah, memintanya memegang baju, lalu melepaskan celana yang diikatkan di lehernya untuk dijadikan pegangan tambahan.

Dengan menggigit celana tersebut, Saleh menahan diri sambil berenang melawan ombak yang terus menenggelamkan. “Jika saya terus memegang celana, saya akan tenggelam lebih dalam,” katanya. Ia berhasil membawa kedua korban ke kapal penyelamat, meski sang pedagang kambing langsung muntah-muntah karena kelelahan.

Dengan mengangkat kedua korban, Saleh berhasil membawa mereka ke kapal penyelamat, meski sang pedagang kambing langsung muntah-muntah karena kelelahan.

Setelah insiden, Saleh mengungkapkan kerugian materiil yang diderita: 17 ekor kuda yang gagal sampai Makassar menimbulkan kerugian sekitar Rp640 juta. “Kami kehilangan muatan, dan saya kehilangan celana,” ujarnya dengan nada getir namun tetap bersyukur masih hidup.

Analisis Pakar

Kasus kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menyoroti kegagalan sistemik dalam pengawasan keselamatan maritim Indonesia. Pertama, prosedur inspeksi kapal tampaknya tidak memadai; tidak ada sistem deteksi asap otomatis yang dapat memberi peringatan dini sebelum api meluas. Kedua, pelatihan evakuasi bagi awak kapal dan penumpang masih jauh dari standar internasional. Saleh harus mengandalkan jendela untuk bernapas dan jeriken sebagai “alat apung” improvisasi, bukannya peralatan penyelamat yang terstandarisasi.

Selanjutnya, regulasi tentang muatan hewan hidup belum diatur secara ketat. Pengiriman 17 ekor kuda tanpa pengawasan khusus menambah risiko kebakaran, mengingat adanya jerigen jerami dan pakan yang mudah terbakar. Pemerintah perlu meninjau kembali perizinan dan persyaratan keselamatan bagi kapal yang mengangkut hewan, termasuk keharusan menyediakan ruang ventilasi yang memadai.

Dari perspektif ekonomi, kerugian Rp640 juta bukan sekadar angka; itu mencerminkan dampak domino pada peternak, pedagang, dan konsumen di Makassar. Tanpa asuransi yang memadai, para pelaku usaha kecil seperti Saleh akan terpuruk. Kebijakan asuransi maritim yang terjangkau dan wajib bagi semua jenis muatan harus dipercepat implementasinya. Upaya modernisasi pelabuhan dapat mengurangi dampak serupa.

Akhirnya, respons darurat masih terfragmentasi. Meskipun 238 penumpang berhasil dievakuasi, proses koordinasi antara kapal penyelamat, otoritas pelabuhan, dan tim medis tampak lambat. Diperlukan pusat komando terpadu yang dilengkapi teknologi pelacakan real‑time serta prosedur komunikasi yang jelas. Hanya dengan reformasi struktural ini, tragedi serupa dapat dicegah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jumlah korban jiwa dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa II?
    A: Lima penumpang dilaporkan meninggal dunia.
  • Q: Apa penyebab utama kebakaran kapal tersebut?
    A: Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada percikan api dari area penyimpanan pakan hewan.
  • Q: Berapa nilai kerugian materiil akibat hilangnya 17 ekor kuda?
    A: Diperkirakan mencapai sekitar Rp640 juta.
Meow! Tanya Nesi!
😸