Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dirut Bank Jakarta Ungkap Tantangan & Peluang KUB BPD: Kolaborasi atau Risiko Identitas?

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Dirut Bank Jakarta Ungkap Tantangan & Peluang KUB BPD: Kolaborasi atau Risiko Identitas?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • KUB (Kelompok Usaha Bank) antara Bank Jakarta ve BPD menjadi platform kolaborasi modal inti.
  • Direktur Utama Agus Haryoto Widodo soroti tantangan perbedaan kepentingan pemegang saham, ekspektasi, dan identitas bank daerah.
  • Meski ada hambatan awal pembagian biaya, prospek likuiditas dan permodalan BPD diprediksi kuat asalkan eksekusi tepat.

Dalam Regional Bank Summit 2026 yang bertemakan "Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional", Agus Haryoto Widodo, Direktur Utama Bank Jakarta, menegaskan bahwa skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) bukan sekadar formalitas, melainkan platform kolaborasi strategis untuk menutup kesenjangan modal inti.

Menurutnya, kolaborasi ini relevan karena memungkinkan bank-bank daerah mengakses teknologi terkini, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menyiapkan dana besar yang dibutuhkan untuk ekspansi. Namun, ia tidak menutup mata terhadap risiko: perbedaan kepentingan pemegang saham, ekspektasi yang tidak selaras, serta kekhawatiran bahwa identitas bank daerah dapat tergerus.

"KUB sangat relevan, tapi ada tantangan. Biasanya ada perbedaan kepentingan, antara pemegang saham, perbedaan ekspektasi dan kepentingan, serta ada juga perbedaan modal. Selain itu, ada kekhawatiran identitas bank daerah akan hilang, padahal tidak, ini platform kolaborasi," ujar Agus Haryoto Widodo.

Ia menambahkan bahwa fase awal KUB seringkali diwarnai perselisihan pembagian biaya. Namun, bila dialog terbuka dan perjanjian jelas, kolaborasi dapat berjalan mulus. "Diskusi di awal yang berkaitan dengan kolaborasi sangatlah penting," tegasnya.

Ke depan, Agus optimis bahwa peluang pertumbuhan BPD tetap terbuka lebar, asalkan permodalan dan likuiditas terjaga. Kunci suksesnya terletak pada eksekusi yang tepat, pengelolaan governance yang kuat, serta komitmen bersama dalam membangun infrastruktur dan kualitas aset.

Analisis Pakar

Sebagai seorang ekonomi

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ