Bek Malaysia Bongkar Kelemahan Harimau Malaya! Siap-siap Saksikan Drama Penyerangan di Piala AFF 2026
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Rodney Celvin Akwensivie mengungkap bahwa lini depan Harimau Malaya kurang tajam dibanding Thailand dan Myanmar.
- Malaysia menempati posisi kedua Grup B, namun masih terancam oleh Myanmar yang memiliki selisih poin head‑to‑head.
- Pertandingan krusial melawan Filipina pada 8 Agustus akan menentukan tiket semifinal tim asuhan Tan Cheng Hoe.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Star, Rodney Celvin Akwensivie—bek berusia 29 tahun yang bermain untuk Selangor FC—menyodorkan kritik tajam terhadap Harimau Malaya di Piala AFF 2026. Ia menyoroti bahwa meski Malaysia mampu menguasai bola, timnya belum cukup agresif di zona final third. "Kami harus lebih tajam di depan gawang, menggerakkan bola lebih cepat, dan menyerang dengan ganas," ujarnya.
Statistik grup B memperlihatkan perbedaan mencolok: Malaysia mencetak enam gol dalam tiga laga, sementara Thailand sudah menorehkan delapan gol dan Myanmar mencetak 12 gol. Kesenjangan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas serangan Harimau Malaya.
Posisi Malaysia di klasemen masih rapuh. Meskipun berada di peringkat kedua, mereka harus waspada karena Myanmar berada tepat di belakang dengan poin yang sama, hanya kalah pada pertemuan head‑to‑head. Di urutan keempat, Filipina menunggu dengan tiga poin, siap mengancam jalur semifinal.
Pertandingan penentu akan digelar di Stadion Kuala Lumpur pada Sabtu, 8 Agustus, pukul 20.00 WIB. Kemenangan melawan Filipina bukan sekadar tiga poin, melainkan tiket emas menuju semifinal Top Skor AFF 2026 dan peluang membuktikan bahwa Malaysia dapat bersaing dengan tim‑tim elit Asia Tenggara.
Rodney menambahkan, kompetisi di Asia Tenggara kini semakin ketat. "Level di Piala AFF benar‑benar berbeda, intensitasnya luar biasa. Ini mengejutkan saya dalam cara yang positif, dan membuat saya sadar bahwa kami mampu bersaing di level ini," katanya. Namun, ia menegaskan belum puas: "Ini perjalanan pertama saya bersama tim nasional, masih banyak yang harus dikembangkan." Garuda Bangkit memberikan contoh bagaimana tim nasional dapat meningkatkan mental juara.
Analisis Pakar
Melihat performa Harimau Malaya hingga kini, jelas bahwa strategi menyerang masih menjadi titik lemah utama. Penguasaan bola di lini tengah memang cukup baik, namun transisi ke lini depan terlalu lambat. Ini mengindikasikan kurangnya koordinasi antara gelandang kreatif dan penyerang utama. Jika tidak ada perbaikan dalam hal kecepatan eksekusi, lawan‑lawannya akan terus menahan serangan Malaysia dengan mudah.
Selain itu, statistik gol menunjukkan bahwa efisiensi finishing menjadi masalah. Enam gol dari tiga pertandingan terkesan cukup, namun bila dibandingkan dengan delapan gol Thailand dan dua belas gol Myanmar, rasio konversi peluang jelas di bawah rata‑rata grup. Pelatihan khusus untuk meningkatkan akurasi tembakan, terutama dalam situasi satu‑law‑satu di dalam kotak penalti, harus menjadi prioritas utama pelatih Tan Cheng Hoe. Baca juga analisis terkait Topik Terkait:#Olahraga#Malaysia#Bongkar#Kelemahan#Harimau
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027

Gerrard Prediksi Tiga Klub Ini Bersaing Gelar Liga Inggris, Brighton Tak Masuk Akar
