PSSI Gencarkan Dukungan Penuh untuk Khiev Sameth, Si Petahana yang Siap Pimpin AFF 2026‑2031!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- PSSI resmi mendukung Khiev Sameth untuk periode ketiga sebagai Presiden AFF (2026‑2031).
- Ketua Umum Erick Thohir menilai kepemimpinan Sameth telah mengangkat sepak bola Asia Tenggara ke level baru.
- Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah serangkaian turnamen junior AFF, menegaskan sinergi strategis antara PSSI dan AFF.
Dalam sebuah rilis resmi yang dikeluarkan pada Selasa, 4 Agustus, Ketua Umum Erick Thohir menegaskan dukungan PSSI kepada Khiev Sameth untuk kembali memimpin AFF selama lima tahun ke depan. Menurut Erick, Sameth telah menorehkan prestasi gemilang sejak pertama kali menjabat pada 2019, menjadikan AFF bukan sekadar federasi regional, melainkan kekuatan penyatu sepak bola Asia Tenggara.
“Konsistensi kepemimpinan adalah kunci utama dalam mengakselerasi kebangkitan sepak bola kawasan kita,” ujar Erick, yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia menambahkan bahwa masa kini merupakan momentum emas bagi sepak bola Asia Tenggara, baik di panggung kontinental maupun global.
Kepercayaan yang diberikan AFF kepada Indonesia selama masa kepemimpinan Sameth menjadi bukti nyata kolaborasi yang solid. Indonesia telah menjadi tuan rumah sejumlah turnamen penting, antara lain ASEAN U‑23 Championship 2025, ASEAN U‑19 Boys' Championship 2024 & 2026, ASEAN U‑17 Boys' Championship 2024 & 2026, serta kompetisi wanita seperti ASEAN U‑19 Women's Championship 2025 dan ASEAN U‑16 Girls' Championship 2025. Semua ini menegaskan peran strategis Indonesia dalam ekosistem AFF.
Sameth, seorang perwira militer Kamboja, pertama kali terpilih sebagai Presiden AFF pada 2019 dan kembali terpilih pada November 2022. Kini, ia menargetkan periode ketiga, dengan agenda memperkuat kolaborasi antar asosiasi, meningkatkan standar kompetisi, dan menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di level dunia.
“Kami di PSSI berdiri di belakang Gen. Khiev Sameth. Bersama, kita akan mengangkat sepak bola Asia Tenggara terbang lebih tinggi,” pungkas Erick dengan penuh keyakinan.
Analisis Pakar
Secara taktis, dukungan PSSI terhadap Khiev Sameth bukan sekadar gestur diplomatik, melainkan langkah strategis yang menargetkan stabilitas kepemimpinan dalam jangka menengah. Kepemimpinan yang berkesinambungan memungkinkan perencanaan jangka panjang, terutama dalam hal pengembangan infrastruktur kompetisi junior yang kini menjadi tulang punggung produksi talenta di kawasan.
Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah serangkaian turnamen AFF menunjukkan bahwa AFF menilai Indonesia sebagai “anchor nation” yang mampu menyediakan fasilitas kelas dunia. Ini memberi sinyal bahwa AFF mengandalkan Indonesia tidak hanya sebagai host, tetapi juga sebagai motor penggerak kebijakan kompetisi. Dengan Sameth di pucuk pimpinan, sinergi ini diperkirakan akan semakin intensif, membuka peluang bagi klub-klub Indonesia untuk berpartisipasi dalam program pertukaran pelatih dan pemain.
Namun, tantangan tetap ada. AFF harus mengatasi disparitas kualitas antar negara anggota, terutama dalam hal profesionalisasi liga domestik. Sameth, dengan latar belakang militer, dikenal disiplin dan terstruktur; ia perlu mengadaptasi pendekatan tersebut ke dalam konteks sepak bola yang lebih fleksibel dan kreatif. Kolaborasi dengan Erick Thohir dapat menjadi katalisator, mengingat pengalaman Erick dalam mengelola klub dan liga profesional.
Jika AFF berhasil mengeksekusi visi bersama PSSI—meningkatkan standar kompetisi, memperluas jaringan scouting, dan menyiapkan infrastruktur pelatihan modern—kita dapat menyaksikan tim-tim Asia Tenggara bersaing lebih kompetitif di turnamen AFC dan bahkan di panggung Piala Dunia. Pada akhirnya, dukungan ini bukan hanya soal politik federasi, melainkan tentang menyalakan api semangat sepak bola yang dapat menginspirasi generasi muda di seluruh wilayah ASEAN.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa PSSI mendukung Khiev Sameth untuk periode ketiga AFF?
A: Karena kepemimpinan Sameth dianggap berhasil meningkatkan kolaborasi regional, memperkuat kompetisi junior, dan memberikan kepercayaan kepada Indonesia sebagai tuan rumah turnamen. - Q: Apa saja turnamen AFF yang telah diselenggarakan di Indonesia?
A: ASEAN U‑23 Championship 2025, ASEAN U‑19 Boys' Championship 2024 & 2026, ASEAN U‑17 Boys' Championship 2024 & 2026, ASEAN U‑19 Women's Championship 2025, serta ASEAN U‑16 Girls' Championship 2025. - Q: Bagaimana dampak kepemimpinan Sameth terhadap sepak bola Asia Tenggara?
A: Sameth telah menstabilkan struktur AFF, memperluas kerjasama antar asosiasi, dan mendorong profesionalisasi kompetisi, yang diharapkan meningkatkan performa tim ASEAN di level AFC dan dunia.


