Polisi Siapkan Panggilan ke Youtuber Bigmo atas Kontroversi Promosi Vape ke Anak di Live Stream

Hukum
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Polisi Siapkan Panggilan ke Youtuber Bigmo atas Kontroversi Promosi Vape ke Anak di Live Stream
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Muhammad Jannah (alias Bigmo) dipanggil polisi karena mengajak anak di bawah umur mempromosikan liquid vape dalam siaran live.
  • Polda Metro Jaya telah memulai penyelidikan, mengumpulkan bukti digital dan keterangan saksi.
  • Menteri Meutya Hafid menegaskan bahwa eksploitasi anak di ruang digital tidak dapat ditoleransi.

Jakarta – Muhammad Jannah, yang lebih dikenal dengan nama Bigmo, kini berada di bawah sorotan kepolisian setelah seorang netizen melaporkan bahwa ia mengajak anak‑anak di bawah umur mempromosikan vape melalui siaran langsung di kanal YouTube miliknya. Pihak Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa mereka akan memanggil Bigmo untuk memberikan keterangan resmi.

“Kami sedang melakukan klarifikasi terhadap pihak yang dilaporkan serta berkoordinasi dengan ahli untuk melengkapi proses penyelidikan,” ujar Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, kepada wartawan pada Selasa (4/8). Ia menambahkan bahwa belum ada jadwal pasti kapan Bigmo akan dimintai keterangan, namun penyelidikan sudah memasuki tahap pengumpulan bukti digital dan wawancara saksi.

Kasus ini bermula dari aduan yang menyebutkan bahwa Bigmo secara terbuka mengundang anak‑anak untuk menampilkan produk liquid vape dalam sebuah live streaming, sekaligus memberi insentif berupa hadiah. Praktik semacam ini jelas melanggar Undang‑Undang Perlindungan Anak (UU No. 35/2014) dan peraturan perundang‑undangan yang mengatur iklan rokok serta produk tembakau.

Menanggapi insiden tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa eksploitasi anak untuk mempromosikan produk berbahaya merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. “Anak‑anak harus dilindungi dari segala bentuk eksploitasi di ruang digital. Konten yang melibatkan anak untuk mempromosikan produk vape jelas bertentangan dengan semangat perlindungan anak,” ujarnya dalam pernyataan Minggu (2/8).

Setelah sorotan publik, Bigmo mengunggah video permintaan maaf di kanal YouTube “Niceguymo”. Dalam video tersebut, ia mengaku bahwa tindakan dan perkataannya tidak dapat dibenarkan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Namun, para pengamat menilai permintaan maaf tersebut belum cukup untuk menutup celah hukum yang mungkin dihadapi.

Analisis Pakar

Kasus ini menyoroti celah regulasi yang masih lemah dalam mengawasi konten digital yang melibatkan anak di bawah umur. Meskipun Undang‑Undang Perlindungan Anak sudah mengatur larangan eksploitasi, implementasinya di dunia maya masih terfragmentasi. Platform seperti YouTube memiliki kebijakan komunitas, namun penegakan sering kali bergantung pada laporan pengguna, yang tidak selalu konsisten atau cepat.

Selanjutnya, peran penegak hukum harus lebih proaktif. Polda Metro Jaya tampak sudah melakukan langkah awal, namun tanpa jadwal yang jelas untuk pemanggilan saksi atau pelaku, proses ini berisiko berlarut‑lurus. Koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak dan Kementerian Komunikasi dan Informatika diperlukan untuk menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang mengikat platform digital dalam menanggapi konten melanggar.

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, promosi vape kepada anak-anak menambah beban risiko nikotin pada generasi muda. Penelitian internasional menunjukkan bahwa paparan awal terhadap produk tembakau elektronik meningkatkan kemungkinan kecanduan di kemudian hari. Oleh karena itu, selain tindakan hukum, diperlukan kampanye edukatif yang melibatkan orang tua, sekolah, dan influencer yang bertanggung jawab.

Terakhir, kasus ini menjadi peringatan bagi influencer lain bahwa popularitas tidak memberi kebebasan untuk melanggar etika dan hukum. Industri kreatif digital harus menegakkan kode etik yang melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, demi menjaga integritas ruang publik online.

Buletin ekonomi juga mencatat bahwa Menteri Keuangan memastikan ekonomi tetap ngebut.

Meow! Tanya Nesi!
😾