Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II: ABK Ungkap Mobil Jadi Pemicu Api, 5 Tewas dan 238 Dievakuasi
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- ABK Dwi Putro Suryo menyatakan api bermula dari mobil yang terparkir di geladak depan kanan kapal.
- Kebakaran meluas pada pukul 06.30 WIB, menewaskan 5 orang dan memaksa evakuasi 238 penumpang serta awak kapal.
- Operasi SAR Basarnas selesai, korban selamat masih dalam perawatan di RSI Kalianget.
Insiden KMP Mutiara Sentosa II terjadi pada Minggu (2/8) pagi di perairan utara Sumenep, Madura. Menurut kesaksian Dwi Putro Suryo, seorang anak buah kapal (ABK) yang selamat, titik api pertama muncul dari sebuah kendaraan roda empat yang diparkir di geladak depan kanan kapal yang sedang melaju pada rute Surabaya‑Makassar.
"Awalnya ada mobil yang terbakar," ujar Suryo, dikutip dari detik.com, Selasa (4/8). Ia menambahkan bahwa upaya pemadaman awal gagal, sehingga api cepat merembet ke seluruh bagian kapal. Pada pukul 06.30 WIB, kebakaran mencapai puncaknya, memicu kepanikan massal di antara penumpang dan awak kapal.
Untuk menyelamatkan diri, Suryo terpaksa meluncur turun menggunakan tali, yang mengakibatkan luka lecet pada telapak tangannya. Ia kemudian terombang‑ambing di laut selama sekitar dua setengah jam sebelum berhasil dievakuasi. Saat ini, Suryo bersama tiga korban selamat lainnya masih menjalani perawatan medis di RSI Kalianget, meski kondisi mereka menunjukkan perbaikan, trauma psikologis masih menjadi masalah serius.
Menurut Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, total penumpang yang dievakuasi mencapai 238 orang, termasuk penumpang, ABK, dan tenaga bantuan. Dari jumlah tersebut, 5 orang dinyatakan meninggal dunia. Operasi SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Surabaya resmi ditutup pada Selasa sore, namun pihak berwenang menegaskan bahwa pencarian akan dilanjutkan bila ada laporan warga tentang anggota keluarga yang belum ditemukan.
Informasi awal kebakaran diterima oleh petugas siaga Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB, satu menit setelah konfirmasi dari PT Atosim Lampung Pelayaran, operator kapal. Insiden ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang standar keselamatan kapal penumpang di perairan Indonesia, terutama terkait prosedur penyimpanan kendaraan di atas geladak.
62 korban ditemukan di Surabaya setelah evakuasi.
Analisis Pakar
Kasus kebakaran KMP Mutiara Sentosa II mengungkap celah kritis dalam regulasi keselamatan maritim Indonesia. Pertama, keberadaan kendaraan bermotor di geladak tanpa sistem pemadam kebakaran otomatis menandakan kelalaian prosedural yang seharusnya diatur secara ketat. Standar internasional, seperti SOLAS (Safety of Life at Sea), mewajibkan pemisahan yang jelas antara area penumpang dan area penyimpanan barang berpotensi berbahaya. Namun, praktik di lapangan masih jauh dari ideal.
Kedua, respons awal tim kapal tampak tidak memadai. Meskipun ABK berusaha memadamkan api, tidak ada catatan penggunaan alat pemadam kebakaran portabel atau sistem sprinkler yang dapat menahan penyebaran api pada tahap awal. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang pelatihan ABK dalam penanggulangan kebakaran serta ketersediaan peralatan yang sesuai.
Ketiga, koordinasi antara operator kapal, otoritas pelabuhan, dan Basarnas menunjukkan adanya prosedur pelaporan yang lambat. Kebakaran baru dilaporkan pada pukul 08.24 WIB, padahal insiden sudah terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Selang waktu lebih dari satu jam ini berpotensi memperparah dampak, terutama dalam hal evakuasi dan penanganan medis.
Untuk mencegah tragedi serupa, pemerintah harus memperketat inspeksi kapal penumpang, khususnya yang mengangkut kendaraan di atas geladak. Penegakan sanksi administratif dan pidana bagi operator yang melanggar standar keselamatan harus menjadi prioritas. Selain itu, pelatihan reguler bagi ABK tentang penanggulangan kebakaran serta pemasangan sistem deteksi dan pemadaman otomatis menjadi keharusan. Tanpa reformasi menyeluruh, risiko kecelakaan serupa akan terus mengintai perairan nusantara.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa penyebab utama kebakaran KMP Mutiara Sentosa II?
A: Menurut saksi ABK, api berasal dari mobil yang diparkir di geladak depan kanan kapal. - Q: Berapa jumlah korban jiwa dan korban selamat?
A: Terdapat 5 korban jiwa dan 238 orang dievakuasi, termasuk penumpang, ABK, dan tenaga bantuan. - Q: Apa langkah selanjutnya yang diambil oleh Basarnas?
A: Operasi SAR selesai, namun Basarnas akan melanjutkan pencarian bila ada laporan warga tentang anggota keluarga yang belum ditemukan.


