Israel Janjikan Penarikan Pasukan dari Gaza Hanya Setelah Hamas Serahkan Semua Senjata – Apa Kata Dewan Perdamaian?

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Israel Janjikan Penarikan Pasukan dari Gaza Hanya Setelah Hamas Serahkan Semua Senjata – Apa Kata Dewan Perdamaian?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Board of Peace (BoP) menegaskan penarikan militer Israel dari Gaza akan terjadi hanya setelah Hamas melucuti semua persenjataan, termasuk terowongan.
  • Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan Nickolay Mladenov dengan Benjamin Netanyahu di Yerusalem Barat.
  • Hamas menolak kesepakatan tersebut kecuali Israel juga memenuhi bagian perjanjiannya, sementara serangan Israel terus berlanjut.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Board of Peace menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza tidak akan dilaksanakan sampai Hamas menyelesaikan proses pelucutan senjata secara menyeluruh. Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan antara Direktur BoP Nickolay Mladenov dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (3/8) di Yerusalem Barat.

BoP menolak laporan yang dianggapnya tidak akurat, menambahkan bahwa penarikan militer “di luar Garis Kuning” hanya akan terjadi setelah Hamas menepati janjinya kepada mediator internasional. Penarikan tersebut mencakup semua jenis persenjataan – dari senjata ringan hingga berat, serta jaringan terowongan yang selama ini menjadi sarana logistik penting bagi kelompok tersebut.

Garis demarkasi yang dikenal sebagai Yellow Line memisahkan zona kontrol militer Israel di timur dan utara Gaza dengan wilayah barat yang mayoritas dihuni warga sipil Palestina. BoP menekankan tujuan utama penarikan ini: “pelucutan senjata secara menyeluruh di Jalur Gaza dan transisi dari pemerintahan bersenjata ke pemerintahan sipil.”

Hamas, di sisi lain, menegaskan bahwa kesepakatan penarikan tidak akan berlaku kecuali Israel juga melaksanakan bagian perjanjiannya, termasuk penghentian serangan militer yang telah menewaskan lebih dari 1.200 warga Palestina sejak gencatan senjata yang diumumkan pada Oktober 2025. Mladenov dalam pertemuan tersebut mendesak Netanyahu untuk menghentikan operasi militer, namun Israel tetap menolak, menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan operasi sampai kebutuhan keamanan mereka tercapai.

Analisis Pakar

Penetapan syarat pelucutan senjata sebagai prasyarat penarikan pasukan Israel mencerminkan dinamika tawar‑menawar yang semakin kompleks di medan konflik Gaza. Dari perspektif strategi militer, Israel berusaha memastikan bahwa penarikan tidak menciptakan ruang aman bagi Hamas untuk mengisi kembali persenjataan dan memperkuat jaringan terowongan. Namun, kebijakan ini juga berisiko memperpanjang konflik, karena menunda proses de‑eskalasi yang dapat membuka peluang diplomatik lebih luas.

Secara politik internasional, pernyataan BoP menambah lapisan legitimasi bagi upaya mediasi yang dipimpin oleh negara‑negara ketiga. Dengan menegaskan bahwa penarikan hanya akan terjadi setelah pelucutan senjata, BoP menempatkan tekanan pada kedua belah pihak untuk menepati komitmen mereka. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kepercayaan antara Israel dan Hamas sangat minim, sehingga implementasi kesepakatan semacam ini memerlukan jaminan keamanan yang kuat, misalnya melalui pengawasan internasional atau penempatan pasukan penjaga perdamaian.

Dari sudut pandang kemanusiaan, penundaan penarikan pasukan memperpanjang penderitaan warga sipil di Gaza. Meskipun Israel menekankan kebutuhan keamanan, statistik korban sipil yang terus meningkat menimbulkan tekanan internasional untuk menghentikan operasi militer. Organisasi kemanusiaan dan badan PBB telah secara konsisten menyerukan gencatan senjata yang lebih luas, yang dapat membuka ruang bagi bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi infrastruktur yang hancur.

Ke depan, faktor kunci yang akan menentukan apakah syarat BoP dapat dipenuhi meliputi: (1) kemampuan Hamas untuk secara verifiable melucuti senjata, (2) kesiapan Israel untuk menerima verifikasi eksternal, dan (3) peran mediator regional seperti Qatar, Mesir, atau Uni Arab dalam menjembatani kepercayaan. Tanpa dukungan kuat dari komunitas internasional, khususnya melalui mekanisme pemantauan yang transparan, kemungkinan terjadinya penarikan pasukan yang bersyarat tetap berada pada ambang ketidakpastian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu Yellow Line di Gaza?
    A: Yellow Line adalah garis demarkasi militer yang memisahkan zona kontrol penuh Israel di timur dan utara Gaza dari wilayah barat yang dihuni warga sipil Palestina.
  • Q: Mengapa BoP menuntut pelucutan senjata sebelum penarikan pasukan?
    A: BoP berargumen bahwa penarikan tanpa pelucutan senjata dapat memberi Hamas kesempatan untuk memperkuat kembali kemampuan militer, yang dapat mengancam keamanan Israel dan menghambat proses perdamaian.
  • Q: Apakah Hamas bersedia menurunkan senjata jika Israel menghentikan serangan?
    A: Hamas menyatakan bahwa mereka tidak akan melaksanakan kesepakatan pelucutan senjata kecuali Israel juga memenuhi bagian perjanjian, termasuk menghentikan operasi militer yang sedang berlangsung.
Meow! Tanya Nesi!
😸