Heboh Video BTS Mendadak Lenyap dari Grammy Usai Aksi Boikot, Recording Academy Akhirnya Buka Suara!
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Ringkasan Singkat
- Video penampilan legendaris BTS ("Dynamite" dan "Butter") mendadak hilang dari platform resmi Grammy, memicu rumor adanya aksi balas dendam.
- Recording Academy mengklarifikasi bahwa penghapusan video tersebut murni karena masalah lisensi rutin yang telah habis masa berlakunya.
- Ketegangan ini terjadi setelah BTS memutuskan memboikot Grammy Awards ke-69 akibat kecewa dengan kategori baru "Best Asian Pop Music Performance" yang dinilai diskriminatif.
Halo gengs! Balik lagi bareng gue, Nadia Putri, yang bakal nemenin kalian nge-teh sore sambil bahas drama terpanas dari jagat hiburan internasional. Kali ini, obrolan kita nggak jauh-jauh dari para king of K-Pop, siapa lagi kalau bukan BTS!
Beberapa hari terakhir, ARMY (sebutan fans BTS) dibuat jantungan sekaligus naik pitam. Gimana enggak? Video penampilan legendaris BTS saat membawakan lagu "Dynamite" dan "Butter" di panggung Grammy Awards mendadak lenyap tanpa jejak dari situs resmi dan YouTube Recording Academy. Kebetulan yang mencurigakan? Banyak netizen yang mikir ini adalah aksi 'balas dendam' halus dari pihak Grammy setelah RM cs memutuskan untuk memboikot ajang penghargaan tersebut.
Tapi, apakah benar Grammy se-kekanak-kanakan itu? Akhirnya, pihak Recording Academy buka suara juga, nih! Kepada media Korea JoongAng Daily, perwakilan mereka menegaskan kalau hilangnya video-video epik tersebut murni karena masalah lisensi rutin yang sudah kedaluwarsa.
"Penampilan BTS di masa lalu telah dihapus dari situs web Grammy dan YouTube beberapa tahun yang lalu sebagai bagian dari masa berlaku lisensi rutin," jelas perwakilan tersebut. "Ini adalah praktik standar untuk penampilan Grammy, karena ketentuan lisensi bervariasi dan biasanya terbatas pada satu tahun atau kurang." Jadi, bukan karena mereka baper ya, gengs!
Drama ini memakin panas karena keputusan mengejutkan dari BTS yang ogah mendaftarkan satu pun karya mereka untuk Grammy Awards ke-69 yang bakal digelar Februari 2027 mendatang. Lewat pernyataan resminya, BTS menegaskan kalau mereka ingin musik mereka diapresiasi apa adanya tanpa sekat wilayah atau bahasa.
Usut punya usut, pemicu utamanya adalah kategori baru buatan Grammy, yaitu "Best Asian Pop Music Performance". Kategori ini mewajibkan lagu yang didaftarkan punya minimal satu elemen bahasa Asia. Aturan dadakan ini dinilai sangat merugikan BTS, mengingat album terbaru mereka yang bertajuk ARIRANG justru didominasi lirik bahasa Inggris.
Melihat kegaduhan ini, CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., langsung pasang badan untuk meredam emosi fans. Dia mengaku sedih dengan keputusan BTS tapi tetap menghormati pilihan mereka, sambil membela kategori baru tersebut sebagai bentuk apresiasi untuk musisi Asia. Hmm, gimana menurut kalian?
Analisis Pakar
Sebagai pengamat budaya pop, gue melihat fenomena ini bukan sekadar masalah lisensi video yang habis atau ego sebuah grup besar. Ini adalah puncak gunung es dari hubungan 'toxic relationship' antara institusi barat konvensional seperti Grammy dan fenomena global K-Pop. Selama bertahun-tahun, Grammy dituduh memanfaatkan daya tarik BTS untuk mendongkrak rating televisi mereka yang terus merosot, tanpa pernah benar-benar memberikan apresiasi tertinggi (piala) yang layak mereka dapatkan. Lima nominasi tanpa satu pun kemenangan? Come on, itu taktik clout-chasing yang sangat transparan.
Keputusan Grammy membuat kategori "Best Asian Pop Music Performance" justru terasa seperti langkah mundur yang dibungkus dengan narasi inklusivitas. Alih-alih menyetarakan musisi Asia di kategori utama (General Field) seperti Album of the Year atau Record of the Year, mereka malah membuat 'kotak baru' untuk mengisolasi musisi Asia. Ini adalah bentuk ghettoization terselubung. Dengan mewajibkan elemen bahasa Asia, mereka secara tidak langsung mendikte bagaimana musisi Asia harus berkarya jika ingin diakui. Ini sangat ironis mengingat musik adalah bahasa universal.
Langkah BTS untuk memboikot dan tidak mendaftarkan album ARIRANG adalah sebuah power move yang sangat cerdas dan berani. Mereka membuktikan bahwa mereka tidak lagi butuh validasi dari institusi barat yang usang. Dengan basis penggemar global yang masif dan pengaruh ekonomi miliaran dolar, BTS-lah yang memiliki posisi tawar lebih tinggi, bukan Grammy. Keputusan ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh industri musik dunia: "Kami tidak butuh piala kalian untuk membuktikan bahwa kami adalah yang terbaik."
Kehilangan BTS di panggung Grammy ke-69 jelas merupakan kerugian besar bagi Recording Academy. Tanpa kehadiran BTS, mereka kehilangan jutaan penonton potensial dan interaksi media sosial yang biasanya meledak. Upaya Harvey Mason Jr. untuk meredam situasi menunjukkan kepanikan terselubung. Jika Grammy tidak segera mereformasi cara pandang mereka yang bias dan eurosentris, mereka akan semakin tidak relevan bagi generasi muda yang memandang musik secara borderless.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Mengapa video penampilan BTS di Grammy Awards mendadak dihapus?
A: Recording Academy mengklarifikasi bahwa penghapusan video penampilan "Dynamite" dan "Butter" disebabkan oleh masa berlaku lisensi rutin yang telah berakhir (biasanya terbatas satu tahun atau kurang), bukan karena aksi boikot.
Q: Apa alasan BTS memutuskan untuk memboikot Grammy Awards ke-69?
A: BTS memilih tidak mendaftarkan karya mereka karena kecewa dengan adanya kategori baru "Best Asian Pop Music Performance" yang dinilai membatasi ruang gerak musisi Asia dan merugikan album baru mereka, ARIRANG, yang mayoritas berbahasa Inggris.
Q: Berapa banyak nominasi Grammy yang pernah diraih oleh BTS?
A: Sepanjang karier mereka, BTS telah mengantongi total lima nominasi Grammy dalam tiga tahun berbeda, termasuk untuk lagu "Dynamite", "Butter", dan kolaborasi mereka dengan Coldplay, meskipun belum pernah memenangkan piala.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

The Remarried Empress Tayang Lebih Awal, Rilis 4 Episode Sekaligus di Disney+

The Remarried Empress Tayang Percepat 3 November, 4 Episode Pertama Dilepas Serentak di Disney+

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru
