Drama Pasca-Final Piala Dunia 2026: Leandro Paredes Terancam Sanksi Berat, Tapi Bisa 'Lolos' Lewat Pintu Belakang?
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Leandro Paredes terancam larangan bermain hingga 9 laga akibat aksi agresif mencekik dan memukul pemain lawan usai Final Piala Dunia 2026.
- Rencana pensiun Paredes bisa menjadi 'celah' hukum untuk menghindari sanksi larangan bertanding dari FIFA.
- FIFA berpotensi menggunakan Pasal 70 untuk memperluas sanksi menjadi larangan total beraktivitas di dunia sepak bola.
Gila! Final Piala Dunia 2026 baru saja usai, tapi panasnya masih terasa sampai sekarang! Bukan soal taktik di lapangan, tapi aksi brutal Leandro Paredes yang tertangkap kamera sedang mengamuk. Gelandang Argentina ini terlihat melakukan aksi tak terpuji dengan menendang, mendorong, bahkan mencekik Erick Garcia dalam momen yang sangat kacau!
Tak berhenti di situ, Paredes juga dilaporkan mendorong dan memukul Gavi. Akibat perilaku 'barbar' ini, Paredes kini terjerat Pasal 14 Kode Disiplin FIFA. Jika semua tuduhan terbukti, pemain Boca Juniors ini bisa mendapatkan hukuman minimal tiga pertandingan per serangan. Artinya? Total 9 pertandingan bisa hilang dari kariernya!
Namun, ada plot twist yang menarik di sini. Kabarnya, Paredes berniat gantung sepatu alias pensiun tepat setelah turnamen ini. Jika ia resmi pensiun, sanksi larangan bermain otomatis menjadi tidak relevan. Tapi tunggu dulu, FIFA tidak tinggal diam! Mereka bisa mengaktifkan Pasal 70 untuk memperluas sanksi menjadi larangan total beraktivitas di ekosistem sepak bola. Ingat kasus Luis Suarez yang menggigit Chiellini di 2014? Itulah senjata yang bisa digunakan FIFA kali ini.
Kekacauan ini ternyata tidak hanya melibatkan Paredes. Nama-nama seperti Thiago Almada, Nahuel Molina, hingga asisten pelatih Roberto Ayala juga terseret dalam pusaran konflik ini. Namun, fokus utama dunia saat ini tertuju pada apakah Paredes akan benar-benar 'bebas' atau justru mendapat hukuman sejarah. Hal ini mengingatkan kita pada tensi tinggi pertandingan internasional, seperti saat Vietnam 2-0 Timnas Indonesia yang juga penuh drama.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang sudah bertahun-tahun mengikuti dinamika sepak bola internasional, saya melihat insiden ini bukan sekadar 'emosi sesaat' setelah pertandingan besar. Ini adalah masalah disiplin yang sangat serius. Tindakan mencekik dan memukul di panggung tertinggi sepak bola dunia adalah preseden buruk. Kita tidak bisa membiarkan perilaku agresif seperti ini dianggap sebagai 'passion' atau semangat juang. Ada garis tegas antara agresivitas taktis di lapangan dengan serangan fisik personal setelah peluit akhir berbunyi.
Secara taktis hukum, rencana pensiun Paredes terlihat seperti strategi 'escape room' untuk menghindari sanksi. Namun, jika FIFA ingin menjaga integritas dan marwah kompetisi, mereka WAJIB menggunakan Pasal 70. Mengapa? Karena jika Paredes bisa lolos hanya dengan menyatakan pensiun, maka aturan disiplin FIFA akan terlihat seperti lelucon. Sanksi harus memiliki efek jera (deterrent effect) agar pemain lain tidak mencoba melakukan hal serupa di masa depan.
Saya juga menyoroti bagaimana atmosfer tim Argentina saat ini. Meskipun mereka memiliki mentalitas pemenang yang luar biasa, namun kecenderungan untuk terlibat dalam friksi fisik yang berlebihan seringkali menjadi bumerang. Kita melihat pola yang mirip dengan era-era sebelumnya. Namun, di era modern dengan kamera 4K di setiap sudut lapangan, tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Setiap tindakan kasar akan terekam dan harus dipertanggungjawabkan.
Kesimpulannya, saya pribadi berharap FIFA memberikan hukuman yang setimpal, terlepas dari status pensiun atau tidaknya sang pemain. Sepak bola adalah permainan tentang sportivitas. Jika seorang pemain gagal menunjukkan itu di momen paling krusial dalam kariernya, maka hukuman berat adalah satu-satunya jalan untuk membersihkan nama baik olahraga terpopuler di dunia ini. Ketegasan ini sangat diperlukan, sebagaimana kita melihat bagaimana John Herdman melakukan perubahan besar untuk memperbaiki performa tim.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Mengapa Leandro Paredes bisa terhindar dari sanksi larangan bermain?
A: Karena ia berencana pensiun setelah Piala Dunia 2026, sehingga sanksi larangan bertanding tidak bisa diterapkan pada pemain yang sudah tidak aktif.
Q: Apa itu Pasal 70 FIFA dalam kasus ini?
A: Pasal yang memungkinkan FIFA memperluas sanksi dari sekadar larangan bermain menjadi larangan total beraktivitas di seluruh kegiatan sepak bola.
Q: Siapa saja pemain lain yang terlibat dalam keributan tersebut?
A: Selain Paredes, terdapat Thiago Almada, Nahuel Molina, dan asisten pelatih Roberto Ayala yang juga didakwa melakukan pelanggaran disiplin.


