Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Drama Ganda Campuran: Jafar & Felisha Gagal ke Dunia, Tapi Tetap Bakar Latihan di Pelatnas!

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Drama Ganda Campuran: Jafar & Felisha Gagal ke Dunia, Tapi Tetap Bakar Latihan di Pelatnas!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pasangan Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dikeluarkan dari skuad Kejuaraan Dunia BWF 2026 karena penyesuaian komposisi.
  • Meskipun batal, duo ini tetap berlatih keras di PBSI Cipayung, menyiapkan diri untuk turnamen selanjutnya.
  • PBSI sedang mencari pelatih taktik baru setelah perpisahan dengan Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo, dengan harapan program ganda campuran tetap berlanjut.

Setelah keputusan mengejutkan yang dikeluarkan oleh PP PBSI, pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tidak lagi menjadi wakil negara di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Keputusan ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi federasi untuk memastikan semua proses administrasi dan regulasi terpenuhi.

Meski tidak melaju ke panggung dunia, semangat duo ini tak pernah padam. Kedua atlet tetap menapaki lapangan latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, dengan intensitas yang sama—bahkan lebih tinggi—sebagai persiapan menghadapi turnamen penting berikutnya seperti China Masters dan Asian Games 2026. Di lapangan, mereka berlatih secara terpisah, menajamkan teknik individual sebelum kembali bersinergi dalam taktik ganda campuran.

Situasi ini menambah dinamika di sektor ganda campuran, terutama setelah PBSI resmi berpisah dengan pelatih senior Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa pengumuman pelatih baru akan datang dalam minggu ini atau minggu depan, memastikan transisi yang mulus dan tidak mengganggu program persiapan turnamen penting.

Selain itu, rumor tentang kedatangan Nova Widianto sebagai pelatih ganda campuran semakin menguat, setelah mantan Direktur Pelatih Ganda BAM, Rexy Mainaky, mengungkapkan rencana tersebut. Semua mata kini tertuju pada bagaimana strategi baru akan mempengaruhi performa Jafar‑Felisha di kompetisi internasional mendatang.

Analisis Pakar

Keputusan PBSI untuk menyingkirkan Jafar‑Felisha dari skuad dunia memang terasa keras, namun bila dilihat dari sudut taktik, langkah ini bisa jadi langkah strategis jangka panjang. Penyesuaian komposisi biasanya dilakukan untuk menyeimbangkan faktor usia, performa terkini, serta kompatibilitas taktik antar pasangan. Dalam konteks ganda campuran, sinergi antara pemain pria dan wanita sangat krusial; satu ketidakseimbangan kecil dapat berakibat fatal di level dunia.

Latihan terpisah yang kini dijalankan Jafar dan Felisha sebenarnya memberi mereka ruang untuk memperbaiki kelemahan individu—seperti kecepatan footwork Jafar di net dan ketajaman smash Felisha di belakang lapangan. Ketika mereka kembali berlatih bersama, kombinasi teknik yang telah dipoles secara terpisah akan menghasilkan pola permainan yang lebih variatif dan tak terduga bagi lawan.

Namun, tantangan terbesar terletak pada kepemimpinan teknis. Perpisahan dengan Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo meninggalkan kekosongan taktik yang harus segera diisi. Jika PBSI berhasil menggaet Nova Widianto, yang memiliki rekam jejak sukses di level internasional, maka Jafar‑Felisha berpotensi kembali ke jalur kompetitif dengan strategi yang lebih modern—misalnya penggunaan variasi serve‑receive yang lebih agresif dan rotasi posisi yang fleksibel.

Terlepas dari keputusan administrasi, mental juara tetap menjadi faktor penentu. Kedua atlet harus memanfaatkan periode ini sebagai fase “rebuilding” mental, mengubah kekecewaan menjadi motivasi. Jika mereka berhasil menyalurkan energi tersebut ke dalam performa di China Masters atau Asian Games 2026, maka cerita mereka akan menjadi contoh inspiratif tentang ketangguhan dan adaptasi dalam dunia bulu tangkis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Jafar dan Felisha tidak ikut Kejuaraan Dunia BWF 2026?
    A: PBSI melakukan penyesuaian komposisi tim ganda campuran untuk memastikan kepatuhan regulasi dan mengoptimalkan strategi jangka panjang.
  • Q: Siapa yang akan melatih ganda campuran Indonesia ke depan?
    A: PBSI sedang mencari pelatih taktik baru dan rumor kuat menyebutkan Nova Widianto sebagai kandidat utama.
  • Q: Apa target utama Jafar‑Felisha setelah tidak berangkat ke dunia?
    A: Mereka fokus pada persiapan turnamen penting seperti China Masters dan Asian Games 2026, serta meningkatkan sinergi tim.
Meow! Tanya Nesi!
😸