Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Rekor Suhu 42,5°C di Korea Selatan: Pemerintah Desak Warga Hindari Aktivitas Luar Ruangan

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Rekor Suhu 42,5°C di Korea Selatan: Pemerintah Desak Warga Hindari Aktivitas Luar Ruangan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Suhu tertinggi dalam satu abad tercatat 42,5°C di Yangsan, mengakibatkan peringatan darurat panas.
  • Korea Meteorological Administration (KMA) mengimbau warga untuk menghindari aktivitas luar ruangan dan mencari tempat ber-AC.
  • Para ilmuwan mengaitkan gelombang panas ini dengan perubahan iklim dan fenomena El Nino yang kembali aktif.

Otoritas Korea Selatan mengeluarkan peringatan darurat panas setelah Yangsan mencatat suhu 42,5°C pada Minggu siang, suhu tertinggi sejak pencatatan resmi dimulai pada 1904. Badan Meteorologi Korea (KMA) menegaskan bahwa suhu di atas 40°C telah bertahan selama lima hari berturut‑turut, tidak hanya di Yangsan tetapi juga di kota‑kota besar seperti Daegu, Busan, dan Seoul.

Dalam upaya melindungi kesehatan publik, KMA menyarankan warga untuk segera berpindah ke cooling centre atau area teduh, tetap terhidrasi, dan menghindari ruangan tanpa pendingin udara. "Ruang dalam ruangan tanpa pendingin udara berbahaya," tegas peringatan tersebut. Di Seoul, warga berbondong‑bondong mencari zona semprotan air dan tempat ber-AC, sementara seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun mengaku menghabiskan waktunya di sebuah gerai Starbucks untuk menghindari panas ekstrem.

Selain suhu tinggi, tahun ini juga dipengaruhi oleh kembali aktifnya fenomena ElNino, yang meningkatkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan berkontribusi pada intensitas gelombang panas. Pemerintah, dipimpin oleh Perdana Menteri Han Seong‑Sook, telah memerintahkan pejabat daerah untuk memperkuat pemeriksaan keselamatan, memastikan pasokan listrik dan air tetap stabil, serta menyiapkan fasilitas darurat bagi warga yang rentan.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa kejadian cuaca ekstrem seperti ini akan menjadi lebih sering dan intens seiring dengan pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia. Mereka menekankan pentingnya kebijakan mitigasi iklim jangka panjang serta adaptasi infrastruktur untuk mengurangi dampak kesehatan publik.

Analisis Pakar

Menurut Dr. Lee Min‑ho, pakar iklim dari Universitas Seoul, gelombang panas yang melanda Korea Selatan tahun ini merupakan contoh klasik dari konsekuensi perubahan iklim yang sudah diprediksi oleh model iklim global. "Kita tidak lagi berbicara tentang kejadian luar biasa; ini menjadi norma baru," ujar Lee. Ia menambahkan bahwa kebijakan peringatan darurat panas yang baru diperkenalkan pada 2023 merupakan langkah penting, namun masih jauh dari cukup jika tidak diiringi dengan investasi dalam infrastruktur hijau, seperti penanaman pohon kota dan peningkatan jaringan pendingin publik.

Selain itu, Dr. Park Ji‑young, pakar kesehatan masyarakat, menyoroti risiko kesehatan jangka panjang yang dapat timbul dari paparan suhu ekstrem, termasuk peningkatan kasus heatstroke, dehidrasi, dan komplikasi kardiovaskular. "Kelompok usia lanjut dan pekerja lapangan paling rentan," kata Park, menekankan perlunya program edukasi yang lebih intensif serta akses mudah ke tempat ber-AC bagi komunitas berisiko. Hal ini mengingatkan kita pada bagaimana ancaman kesehatan global lainnya, seperti Virus Bourbon, dapat memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan masyarakat.

Di tingkat kebijakan, analis ekonomi Kim Hyun‑soo mencatat bahwa gelombang panas ini dapat menekan produktivitas nasional. Sektor manufaktur dan layanan yang mengandalkan tenaga kerja di luar ruangan berpotensi mengalami penurunan output, sementara permintaan energi listrik untuk pendinginan meningkat tajam, menambah beban pada jaringan listrik yang sudah tertekan. Kondisi ekonomi yang fluktuatif akibat faktor alam ini seringkali membuat stabilitas sistem keuangan menjadi fokus utama bagi para investor dan pemerintah.

Secara keseluruhan, peristiwa ini menegaskan perlunya pendekatan lintas sektoral—dari kebijakan iklim, kesehatan publik, hingga perencanaan kota—untuk mengatasi tantangan yang semakin kompleks di era perubahan iklim.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang dimaksud dengan peringatan darurat panas di Korea Selatan?
    A: Peringatan ini dikeluarkan ketika suhu aktual diprediksi mencapai atau melebihi 39°C, atau terasa seperti 38°C, dan memicu langkah-langkah darurat seperti pembukaan cooling centre.
  • Q: Bagaimana cara terbaik melindungi diri dari gelombang panas ekstrem?
    A: Hindari aktivitas luar ruangan, tetap terhidrasi, cari tempat ber-AC atau area teduh, dan gunakan pakaian ringan serta pelindung kepala.
  • Q: Apakah El Nino berkontribusi pada suhu tinggi di Korea Selatan?
    A: Ya, El Nino meningkatkan suhu permukaan laut di Pasifik, yang dapat memperkuat pola cuaca panas di Asia Timur, termasuk Korea Selatan.
Meow! Tanya Nesi!
😸