Menteri Keuangan Dorong Siswa Sekolah Rakyat Belajar Serius: Jalan Menuju Menteri atau Miliarder?
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Surabaya dan menekankan pentingnya belajar untuk masa depan.
- Program APBN mendanai pembangunan kampus seluas 6,6 ha dengan nilai kontrak Rp3,52 triliun, realisasi hingga Rp3,21 triliun.
- Pemerintah menargetkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus membuka jalur mobilitas sosial bagi anak kurang mampu.
Dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan tegas kepada siswa: belajar dengan semangat agar kelak dapat menjadi menteri atau bahkan orang kaya. “Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya,” ujarnya di hadapan ribuan siswa yang antusias.
Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan, lengkap dengan asrama dan fasilitas penunjang karakter.
Dengan pagu APBN sebesar Rp3,82 triliun, proyek ini telah mencatat realisasi Rp3,21 triliun, menandakan progres yang cukup cepat. Pemerintah menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan bukan sekadar pengeluaran, melainkan modal manusia yang akan menggerakkan perekonomian menuju target Indonesia Emas 2045.
Analisis Pakar
Secara makroekonomi, alokasi dana sebesar triliunan rupiah untuk satu kampus terintegrasi memang tampak besar, namun bila dilihat dari perspektif human capital development, ini adalah langkah strategis. Pendidikan berkualitas menurunkan tingkat pengangguran struktural, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan pada gilirannya memperluas basis pajak negara. Dengan menempatkan semua jenjang pendidikan dalam satu ekosistem, pemerintah mengoptimalkan sinergi antara kurikulum, fasilitas, dan pembinaan karakter, yang secara teoritis dapat mempercepat proses pembentukan tenaga kerja berdaya saing global.
Namun, tantangan utama tetap pada efektivitas penggunaan anggaran. Pengawasan yang ketat diperlukan untuk menghindari pemborosan atau korupsi, terutama pada proyek infrastruktur berskala besar. Transparansi realisasi anggaran, yang saat ini berada di 84% dari total pagu, harus dipertahankan dan dilaporkan secara periodik kepada publik. Selain itu, kualitas tenaga pengajar dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri harus menjadi fokus selanjutnya, bukan sekadar bangunan fisik.
Dari sudut pandang bisnis, program ini membuka peluang bagi sektor swasta, terutama dalam penyediaan layanan pendidikan tambahan, teknologi pembelajaran, dan infrastruktur pendukung. Kemitraan publik‑swasta (PPP) dapat memperkaya konten pembelajaran, memperkenalkan metodologi STEM, serta menyiapkan lulusan yang siap mengisi low‑skill gap yang masih ada di pasar kerja Indonesia.
Terakhir, pesan Menteri kepada siswa—“belajar agar menjadi menteri atau orang kaya”—menyiratkan aspirasi mobilitas sosial yang tinggi. Jika pemerintah dapat menyalurkan hasil pendidikan ini ke jalur karier yang produktif, maka investasi APBN di sektor pendidikan akan menghasilkan multiplier effect yang signifikan bagi pertumbuhan PDB jangka panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa total anggaran yang dialokasikan untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya?
A: Pagu APBN sebesar Rp3,82 triliun, dengan realisasi hingga Rp3,21 triliun. - Q: Apa tujuan utama Program Sekolah Rakyat?
A: Memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak kurang mampu dan meningkatkan mobilitas sosial. - Q: Bagaimana program ini berkontribusi pada target Indonesia Emas 2045?
A: Dengan mencetak sumber daya manusia unggul, program ini mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup nasional.


