Drama Darurat FIFA: Dewan Siap Gulingkan Infantino!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

- Ringkasan Singkat Dewan FIFA berencana adakan rapat darurat untuk memakzulkan Gianni Infantino dari kursi presiden.
- Rapat dapat digelar bila 19 atau lebih anggota (≥50%+1) mendukung, dipicu oleh penangguhan kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 serta kontroversi FIFA Forward Enterprise .
- Jika Infantino tidak mengundurkan diri, UEFA , CONCACAF, dan AFC siap mengajukan mosi tidak percaya yang dapat memicu Kongres Luar Biasa FIFA.
Ringkasan Singkat
- Dewan FIFA berencana adakan rapat darurat untuk memakzulkan Gianni Infantino dari kursi presiden.
- Rapat dapat digelar bila 19 atau lebih anggota (≥50%+1) mendukung, dipicu oleh penangguhan kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 serta kontroversi FIFA Forward Enterprise.
- Jika Infantino tidak mengundurkan diri, UEFA, CONCACAF, dan AFC siap mengajukan mosi tidak percaya yang dapat memicu Kongres Luar Biasa FIFA.
Guncangan besar di dunia sepak bola! Sejumlah anggota Dewan FIFA kini mengusulkan rapat darurat—sebuah langkah tak terduga yang menargetkan pemakzulan Gianni Infantino dari jabatan presiden. Menurut laporan The Sunday Times yang dikutip oleh Newsy (Britania Raya), agenda utama pertemuan luar biasa ini adalah menilai kembali nasib sang bos FIFA.
Dewan FIFA terdiri dari 37 anggota, termasuk Infantino sendiri. Untuk menggelar rapat darurat, minimal 19 anggota (atau lebih dari 50%+1) harus mengajukan permohonan. Dua pemicu utama yang menggerakkan roda politik ini adalah penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun menjelang Piala Dunia 2026, serta kontroversialnya proposal FIFA Forward Enterprise.
Proposal tersebut menempatkan FIFA dalam peran sebagai pemegang saham emas sebuah entitas baru—FFE—yang akan mengelola seluruh kompetisi FIFA, termasuk turnamen paling bergengsi dunia. Tak heran, UEFA, CONCACAF, dan AFC sudah menolak keras rencana ini, menandai potensi mosi tidak percaya yang dapat memicu Kongres Luar Biasa FIFA untuk menggulingkan Infantino.
Jika Infantino menolak mundur, skenario terburuk bagi sang presiden adalah mosi tidak percaya yang akan dibawa ke konvensi luar biasa, sebuah proses yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern FIFA. Tekanan ini menambah ketegangan politik di antara konfederasi, mengingat beberapa anggota UEFA sudah secara terbuka meminta Infantino mengundurkan diri.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah menyaksikan dinamika politik sepak bola selama lebih dari dua dekade, saya melihat ini sebagai titik balik yang sangat signifikan. Pemakzulan seorang presiden FIFA bukan sekadar soal kepemimpinan, melainkan tentang kontrol atas aliran uang, hak siar, dan kebijakan kompetisi yang memengaruhi jutaan penggemar di seluruh dunia. Kontroversi FIFA Forward Enterprise menyoroti ketakutan bahwa komersialisasi berlebihan dapat mengorbankan integritas kompetisi.
Langkah UEFA, CONCACAF, dan AFC untuk menolak proposal tersebut bukan hanya soal kepentingan regional, melainkan upaya melindungi kedaulatan masing‑masing konfederasi. Jika mereka berhasil menggalang dukungan mayoritas, kita akan menyaksikan contoh langka dimana badan pengatur global dipaksa turun dari kursi karena tekanan kolektif. Ini mengirimkan pesan kuat bahwa tidak ada yang kebal terhadap akuntabilitas, bahkan presiden yang memegang kendali atas Piala Dunia. Semangat ini sejalan dengan ambisi besar Indonesia, di mana Presiden Prabowo kobarkan semangat Garuda tembus Piala Dunia.
Namun, tantangan terbesar terletak pada mekanisme internal FIFA. Dengan 37 anggota, termasuk yang setia pada Infantino, proses pemungutan suara bisa menjadi arena pertempuran politik yang rumit. Jika Infantino berhasil mengamankan dukungan dari sekutu‑sekutunya, rapat darurat mungkin hanya menjadi simbolik, tanpa konsekuensi nyata. Di sinilah peran media dan publik menjadi krusial—tekanan eksternal dapat memaksa anggota Dewan yang ragu‑ragu untuk memilih sisi perubahan.
Apapun hasilnya, dinamika ini akan mengubah lanskap kepemimpinan sepak bola internasional. Jika Infantino terpaksa mengundurkan diri, kita mungkin akan melihat era baru yang lebih transparan dan terdesentralisasi, dengan konfederasi memiliki suara lebih besar dalam keputusan strategis. Sebaliknya, jika ia tetap bertahan, kontroversi FIFA Forward Enterprise akan terus menjadi bahan bakar perdebatan, menantang para pemangku kepentingan untuk menyeimbangkan antara komersialisasi dan semangat sportivitas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa banyak anggota Dewan FIFA yang diperlukan untuk menggelar rapat darurat?
A: Minimal 19 anggota (atau lebih dari 50%+1) harus mengajukan permohonan. - Q: Apa yang memicu rencana rapat darurat ini?
A: Penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 dan kontroversi proposal FIFA Forward Enterprise. - Q: Apa konsekuensi jika Infantino tidak mengundurkan diri?
A: UEFA, CONCACAF, dan AFC dapat mengajukan mosi tidak percaya yang dapat memicu Kongres Luar Biasa FIFA untuk memakzulkan beliau.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
