Drama Besar di FIFA: Infantino Diberi Ultimatum UEFA – Mundur atau Hadapi Mosi Tidak Percaya!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Mayoritas anggota UEFA mengeluarkan ultimatum: Gianni Infantino harus mundur atau akan dihadapkan pada mosi tidak percaya.
- Jika tidak ada langkah mundur, hanya 43 suara lagi yang diperlukan untuk meluncurkan mosi tidak percaya.
- Proposal kontroversial FIFA Forward Enterprise dibatalkan setelah tekanan keras dari UEFA, CONCACAF, dan AFC.
Jakarta, 2 Agustus 2026 – Sebuah badai politik melanda dunia sepak bola internasional. Gianni Infantino, presiden FIFA, kini berada di persimpangan jalan: mundur atau menanggung konsekuensi mosi tidak percaya yang akan digulirkan oleh mayoritas anggota UEFA.
Menurut laporan eksklusif The Telegraph, suara-suara anonim dari dalam lingkaran UEFA menuntut Infantino segera mengundurkan diri. “Negara‑negara anggota sepak bola Eropa akan memicu mosi tidak percaya kecuali presiden FIFA yang sedang berada di bawah tekanan mengundurkan diri,” bunyi kutipan tersebut. Tekanan ini bukan sekadar isapan napas; UEFA hanya memerlukan 43 suara lagi untuk melayangkan mosi yang dapat menggulingkan kepemimpinan Infantino.
Kontroversi memuncak setelah FIFA Forward Enterprise (FFE) diumumkan. FFE direncanakan menjadi perusahaan yang mengelola seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan investor eksternal memegang kendali operasional sementara FIFA hanya menjadi pemegang saham emas. Namun, lebih dari setengah dari 211 pemilik suara menolak keras rencana ini, memaksa Infantino membatalkan proposal tersebut.
Keputusan pembatalan FFE disambut lega oleh UEFA, yang kemudian menyatakan akan bekerja sama dengan mitra global untuk merumuskan cara baru dalam mendistribusikan sumber daya melalui FIFA Forward. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah Infantino akan mengalah dan mengundurkan diri, ataukah ia akan menantang arus dan mempertahankan posisinya?
Di sisi lain, Unai Emery mengungkapkan keinginannya untuk melatih timnas Indonesia, menambah dinamika kepelatihan di kancah internasional.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat sepak bola yang telah menelusuri setiap sudut lapangan politik olahraga, saya melihat situasi ini sebagai titik balik yang sangat krusial. UEFA, sebagai konfederasi paling berpengaruh di dunia, tidak hanya menggerakkan kebijakan kompetisi, tetapi juga mengendalikan aliran dana yang mengalir ke klub-klub dan federasi nasional. Ultimatum ini menandakan bahwa kekuasaan administratif FIFA kini berada di bawah tekanan eksistensial, terutama ketika keputusan strategis seperti FFE dianggap mengancam kedaulatan federasi anggota.
Strategi Infantino selama ini berfokus pada komersialisasi dan globalisasi, namun langkahnya mengabaikan sensitivitas politik internal UEFA. Penolakan terhadap FFE bukan sekadar penolakan terhadap model bisnis, melainkan sebuah pernyataan bahwa kontrol atas kompetisi utama – termasuk Piala Dunia – tidak boleh diserahkan kepada entitas komersial yang terpisah. Jika Infantino tetap bertahan, ia harus menyiapkan paket reformasi yang lebih inklusif, melibatkan suara UEFA, CONCACAF, dan AFC secara nyata.
Di sisi lain, mosi tidak percaya yang hampir pasti akan dilontarkan dapat menjadi senjata ganda. Di satu sisi, ia memberi sinyal kuat kepada dunia bahwa federasi‑federasi utama menuntut akuntabilitas. Di sisi lain, proses politik yang berlarut‑larut dapat mengganggu persiapan turnamen besar, mengalihkan fokus dari pengembangan talenta muda ke arena politik. Oleh karena itu, keputusan Infantino – mundur atau bernegosiasi – akan menentukan tidak hanya masa depan kepemimpinannya, tetapi juga stabilitas struktural sepak bola internasional selama dekade mendatang.
Kesimpulannya, kami berada di persimpangan strategis. Jika Infantino memilih mundur, ia memberi ruang bagi generasi baru pemimpin yang mungkin lebih sensitif terhadap dinamika regional. Jika ia tetap bertahan, ia harus menyiapkan reformasi yang lebih transparan dan kolaboratif, atau siap menghadapi potensi krisis legitimasi yang dapat menggoyang fondasi FIFA selamanya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa suara yang diperlukan UEFA untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Infantino?
A: Hanya 43 suara lagi dari total 211 pemilik suara diperlukan. - Q: Apa itu FIFA Forward Enterprise (FFE)?
A: FFE adalah rencana perusahaan yang akan mengelola semua kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan investor eksternal memegang kendali operasional. - Q: Mengapa UEFA menolak proposal FFE?
A: Karena mayoritas anggota menganggap proposal tersebut mengancam kedaulatan federasi dan mengalihkan kontrol kompetisi utama ke entitas komersial.


