Mengejut! Bassist PAS Band Ternoda Pusing, Kaki Bengkak, hingga Gagal Ginjal—Sampai Akhirnya Menghembus Nafas
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Ringkasan Singkat
- Trisno, bassist legendaris PAS Band, tiba-tiba mengeluh pusing dan kaki bengkak.
- Diagnosa dokter mengungkap gagal ginjal dengan fungsi hanya 5% serta dua sumbatan pembuluh darah di otak.
- Setelah operasi darurat, kondisi Trisno sempat naik turun dan akhirnya meninggal pada 14.47 WIB, 55 tahun.
Berita duka datang dari dunia musik tanah air: Trisno, bassist ikonik PAS Band, resmi diputuskan meninggal dunia pada usia 55 tahun. Kabar ini pertama kali diungkap oleh rekan setimnya, drummer Sandy, saat mereka bertemu di Depok pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurut Sandy, dua minggu sebelum kepergian Trisno, sang bassist mulai mengeluh pusing yang tak kunjung reda dan kaki yang terasa bengkak. "Dia memang enggak suka ke dokter, jadi semua rasa sakitnya dia tahan sendiri," ujar Sandy dengan nada haru.
Setelah dipaksa masuk rumah sakit, hasil pemeriksaan mengejutkan: fungsi ginjalnya tinggal 5%—indikasi gagal ginjal yang sudah parah. Tak hanya itu, dokter menemukan dua sumbatan pembuluh darah di otaknya yang berpotensi memicu stroke. "Mereka menyarankan operasi pembukaan pembuluh darah segera," tambah Sandy.
Trisno pun menjalani operasi tersebut. Namun, meski prosedur berhasil, komplikasi berupa kejang-kejang muncul, membuat kondisinya berfluktuasi antara stabil dan kritis. "Saya terus mengobrol dengannya, berharap dia bisa sembuh," kata Sandy, menahan air mata.
Pada pukul 14.47 WIB, Trisno menghembuskan napas terakhirnya. Jenazahnya akan dipulangkan ke Bandung untuk dimakamkan di TPU Cikutra, sesuai rencana keluarga.
Analisis Pakar
Kepergian Trisno menyoroti betapa pentingnya kesadaran kesehatan di kalangan musisi, terutama mereka yang terbiasa menolak pemeriksaan rutin. Sebagai seorang editor hiburan sekaligus pengamat budaya pop, saya melihat pola ini berulang: artis yang menolak kontrol medis sering kali menunggu sampai gejala menjadi kritis. Pada kasus Trisno, pusing dan pembengkakan kaki seharusnya menjadi alarm dini untuk melakukan skrining ginjal, mengingat faktor risiko seperti pola hidup tidak teratur, konsumsi alkohol, dan stres panggung.
Selain itu, temuan sumbatan pembuluh darah di otak menambah dimensi serius pada kondisi Trisno. Penyumbatan semacam ini biasanya berhubungan dengan hipertensi atau diabetes, yang juga dapat memperburuk fungsi ginjal. Keterkaitan antara gagal ginjal dan masalah vaskular otak menegaskan perlunya pendekatan medis holistik, bukan sekadar mengobati satu organ.
Dari perspektif industri musik, kehilangan seorang bassist senior seperti Trisno bukan hanya kehilangan pribadi, melainkan juga kehilangan warisan musik yang tak ternilai. PAS Band kini harus menata kembali formasi mereka, sementara para musisi muda dapat belajar dari tragedi ini: kesehatan adalah aset utama yang tak boleh diabaikan demi karier.
Terakhir, saya berharap keluarga, sahabat, dan rekan kerja Trisno dapat menemukan ketenangan. Semoga kisah ini menjadi panggilan bagi seluruh komunitas kreatif untuk lebih peduli pada kesehatan diri, melakukan check‑up rutin, dan tidak menunggu gejala menjadi fatal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa penyebab utama gagal ginjal pada Trisno?
- A: Penyebab pasti belum dipublikasikan, namun faktor risiko umum meliputi konsumsi alkohol berlebih, pola hidup tidak teratur, dan kemungkinan hipertensi.
- Q: Bagaimana prosedur operasi pembukaan pembuluh darah yang dijalani Trisno?
- A: Dokter melakukan craniotomy minimal invasif untuk menghilangkan sumbatan, namun komplikasi kejang tetap terjadi pasca‑operasi.
- Q: Di mana pemakaman Trisno akan dilaksanakan?
- A: Jenazah Trisno akan dipulangkan ke Bandung dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra.


