Drama Top 37! Gadis Kendal Tersenggol di Dangdang Academy, Apa Penyebabnya?
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

- Ringkasan Singkat Peserta Listen dari Kendal tereliminasi di babak Top 37 Group 3.
- Penampilan duet dengan Khinan dapat 2 Standing Ovation, namun solo kurang bersinar.
- Juri menyoroti kontrol napas dan ekspresi panggung, memberi sinyal kuat untuk perbaikan.
Ringkasan Singkat
- Peserta Listen dari Kendal tereliminasi di babak Top 37 Group 3.
- Penampilan duet dengan Khinan dapat 2 Standing Ovation, namun solo kurang bersinar.
- Juri menyoroti kontrol napas dan ekspresi panggung, memberi sinyal kuat untuk perbaikan.
Panggung Dangdut Academy kembali memanas pada Kamis malam, 30 Juli 2026. Gadis berusia 22 tahun asal Kendal, Jawa Tengah ini, yang dikenal dengan nama panggung Listen, harus mengucapkan selamat tinggal setelah tersenggol di babak Top 37 Group 3.
Di malam yang penuh sorotan itu, Listen tampil bersama rekan duetnya, Khinan (Surabaya), keduanya berada di tim Fildan Rahayu. Mereka menyanyikan lagu "Racun Asmara" dengan chemistry yang cukup menggetarkan, sehingga berhasil mengumpulkan 2 Standing Ovation (SO) dari juri.
Setelah duet, giliran Listen bersinar solo dengan lagu "Sang Pujangga". Sayangnya, sorotan juri hanya menghasilkan 1 SO. Meskipun penampilannya cukup baik, kompetitor lain—Diva (Kuansing), Razky (Pekanbaru), Idoy (Medan), Anggini (Majene), Khinan (Surabaya), dan Rofia (Kuningan)—menunjukkan performa yang lebih menggelegar.
Catatan penting: di babak Top 42 sebelumnya, Listen belum pernah meraih satu pun SO. Juri Soimah memuji warna vokalnya yang khas, namun menekankan perlunya tenaga dan kontrol napas yang lebih solid. Dewi Perssik menambahkan analogi mesin diesel yang “telat panas”, sementara Lesti Kejora mengkritik penghayatan dan ekspresi panggung, serta menyoroti notasi yang terdengar turun di akhir lagu.
Analisis Pakar
Melihat perjalanan Listen di Dangdut Academy, terlihat jelas bahwa bakat vokal bukan satu‑satunya faktor penentu kemenangan. Kompetisi ini menuntut kombinasi antara teknik vokal, stamina, dan kemampuan panggung yang memukau. Kritik juri tentang kontrol napas menandakan bahwa Listen masih berada di fase pengembangan teknik pernapasan—suatu aspek krusial dalam genre dangdut yang menuntut power vocal tinggi.
Selain itu, dinamika grup dan chemistry dengan rekan duet juga berperan penting. Duet dengan Khinan berhasil mencuri perhatian, namun ketika kembali ke solo, energi yang sama belum sepenuhnya tercermin. Ini mengindikasikan perlunya latihan intensif pada aspek interpretasi emosional serta penataan panggung yang lebih konsisten.
Tak dapat dipungkiri, penilaian juri yang beragam—dari Soimah hingga Lesti—menunjukkan standar yang sangat tinggi. Mereka tidak hanya menilai kualitas suara, tetapi juga kehadiran panggung, ekspresi, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan aransemen musik. Bagi Listen, ini menjadi pelajaran berharga: mengasah stamina vokal sekaligus memperkuat storytelling lewat gerak tubuh.
Terlepas dari eliminasi, pengalaman di Top 37 memberikan platform eksposur yang signifikan. Dengan strategi yang tepat—misalnya kolaborasi dengan pelatih vokal profesional dan peningkatan penampilan visual—Listen berpotensi bangkit kembali di panggung musik Indonesia. Kita tunggu langkah selanjutnya, siapa tahu dia akan kembali lebih kuat di panggung lain.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Listen tereliminasi di Top 37?
A: Meskipun mendapat beberapa Standing Ovation, penilaian juri menilai kontrol napas, ekspresi panggung, dan performa solonya masih kurang dibandingkan kompetitor lain. - Q: Siapa saja juri yang memberikan kritik kepada Listen?
A: Juri Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora memberikan masukan tentang vokal, stamina, dan penghayatan panggung. - Q: Apa langkah selanjutnya bagi Listen setelah tereliminasi?
A: Listen dapat fokus pada pelatihan vokal, meningkatkan kontrol napas, dan memperkuat penampilan visual untuk kembali bersaing di industri musik.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Perpisahan Chimot: Permintaan Maaf dan Warisan 20 Tahun for Revenge

Sinematografi Romantis: Tian Xiwei Kembali ke Drama Modern 'Love Knows No Walls' dengan Nuansa Suspense Gelap

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku
