Skandal MBG: Kerugian Negara Rp10,5 Triliun Ternyata Disebabkan Korupsi Tingkat Tinggi di BGN

Kerugian negara yang diklaim mencapai Rp10,5 triliun per tahun berasal dari temuan audit BPKP. Audit tersebut menyoroti adanya mark‑up harga pada pengadaan barang (misalnya 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 tablet, dan 5.400 televisi 75‑inch) serta penunjukan SPPG yang tidak memenuhi syarat legal. Semua ini menimbulkan pertanyaan serius tentang niat jahat (mens rea) dan mekanisme perhitungan kerugian yang belum dibahas dalam sidang praperadilan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, proses hukum yang dijalankan Kejagung tampak terkesan formalistik. Meskipun mereka mengklaim telah mematuhi prosedur, fakta bahwa sidang praperadilan hanya menilai aspek formil tanpa menyentuh materi pokok (niat jahat, perhitungan kerugian) menimbulkan keraguan tentang keberanian institusi peradilan untuk mengungkap seluruh jaringan. Ini mengingatkan pada pola lama di mana kasus korupsi besar “ditutup rapat” setelah sejumlah tersangka ditangkap, sementara dana yang hilang tetap tak tergali.
BERITA TERKAIT (Hukum)

Menggali Praktik Pita Cukai Sejak 2010, KPK Tebas Aset PT Djarum dan Bea Cukai Kudus

Polsek Cengkareng Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp20 Juta, Tersangka Diduga Gunakan Dana untuk Beli Narkotika Etomidate

Saksi Kunci Ungkap Perintah Jaksa Agung Muda Peras Tan Kian Rp50 Miliar
