Nana Bulungan Gagal di Top 37 Dangdut Academy 8: Drama, Tarian, dan Kejutan!

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Nana Bulungan Gagal di Top 37 Dangdut Academy 8: Drama, Tarian, dan Kejutan!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Nana Bulungan tereliminasi di fase Top 37 Grup 2 pada 27 Juli 2026.
  • Dia menjadi kontestan kedua yang gugur setelah Revalina, berkat penilaian juri yang kurang memuaskan.
  • Penampilan solo Nana mendapat catatan penting tentang improvisasi dan kontrol tempo.

Kontestan asal Nana Bulungan memang sudah lama menjadi sorotan di Dangdut Academy 8. Dengan latar belakang menari yang memukau, ia berhasil menembus audisi, meraih Golden Ticket, dan melaju hingga Top 37 grup 2. Sayangnya, malam 27 Juli menjadi titik akhir perjalanan sang penari‑dangdut ini.

Di panggung konser, Nana berada di posisi dua terbawah bersama Kira dari Bandung. Juri menilai penampilannya kurang tajam, terutama pada improvisasi dan pengaturan tempo lagu. Nana mengaku gugup dan merasa belum siap, sehingga nilai akhir menurunkan peluangnya untuk melaju ke babak selanjutnya.

Sebelum tereliminasi, Nana sempat bersinar di audisi dengan menari bersama juri, bahkan mengajarkan gerakan tari di depan kamera. Penampilannya pada Audition Group 2 (22‑23 Juni 2026) dengan lagu “Ego” (Lesti) dan “Cinta Berpayung” (Ayu Soraya) berhasil mengantarkannya ke Final Audition, di mana ia menyanyikan “Secret Love” dan mencuri perhatian dewan juri.

Analisis Pakar

Sebagai editor hiburan yang selalu mengamati dinamika kompetisi musik, saya melihat kegagalan Nana bukan sekadar soal teknik vokal. Kompetisi dangdut saat ini menuntut kombinasi antara suara, panggung, dan storytelling. Nana memang unggul dalam menari, namun dalam genre dangdut, penonton dan juri menuntut keaslian vokal yang kuat serta kemampuan mengendalikan emosi lewat lagu.

Catatan juri tentang improvisasi dan tempo mengindikasikan bahwa Nana belum sepenuhnya mengintegrasikan elemen tari ke dalam vokalnya. Di era di mana performance art menjadi nilai plus, kemampuan menggabungkan gerakan dengan kontrol vokal menjadi kunci. Sayangnya, tekanan panggung pada malam konser membuatnya kehilangan ritme, yang berujung pada penilaian rendah.

Selain itu, faktor psikologis tidak boleh diabaikan. Gugup yang diakui Nana memang wajar, namun kompetisi tingkat nasional menuntut mental yang tangguh. Persiapan mental, termasuk latihan mental dan simulasi penampilan di depan kamera, seharusnya menjadi bagian penting dari proses latihan.

Terakhir, keberhasilan Revalina sebelumnya menunjukkan bahwa konsistensi penilaian juri sangat berpengaruh. Jika Nana dapat menstabilkan performa di setiap babak, terutama dalam mengelola tempo, peluangnya untuk melaju lebih jauh akan meningkat. Semoga pengalaman ini menjadi batu loncatan bagi Nana untuk kembali lebih kuat di panggung musik Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Nana Bulungan tereliminasi di Top 37?
  • A: Juri menilai penampilannya kurang kuat dalam improvisasi dan kontrol tempo, serta ia terlihat gugup sehingga nilai akhir menurunkan posisinya.
  • Q: Apa saja pencapaian Nana sebelum tereliminasi?
  • A: Nana berhasil melewati audisi, meraih Golden Ticket, dan menembus Final Audition dengan penampilan “Secret Love”.
  • Q: Siapa kontestan lain yang juga tereliminasi pada fase yang sama?
  • A: Kira dari Bandung juga berada di posisi dua terbawah bersama Nana pada Top 37 Grup 2.
Meow! Tanya Nesi!
😾