Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mancini Kembali Pimpin Azzurri! Ranieri Jadi Otak di Balik Kebangkitan Italia

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Mancini Kembali Pimpin Azzurri! Ranieri Jadi Otak di Balik Kebangkitan Italia
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Roberto Mancini resmi kembali sebagai pelatih kepala Timnas Italia untuk kedua kalinya.
  • Claudio Ranieri ditunjuk sebagai Direktur Teknik, menambah tenaga taktis bagi Gli Azzurri.
  • Penunjukan ini datang setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, menandai era baru yang penuh harapan, FIFA.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Roma pada Selasa (28/7), FIGC mengumumkan keputusan bersejarah: Roberto Mancini kembali memimpin tim Azzurri. Keputusan ini diambil setelah pertemuan intensif antara Ketua Umum FIGC, Giovanni Malago, dan Dewan Federal. "Saya yakin Roberto Mancini adalah orang yang tepat untuk memimpin tim nasional," ujar Malago dengan keyakinan yang menggelegar.

Mancini sebelumnya mengarahkan Italia meraih Piala Eropa 2020 (diputar pada 2021) dan menempati posisi ketiga di UEFA Nations League 2020/2021. Namun, masa jabatan pertamanya berakhir dengan catatan pahit: Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Kini, setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 (FIFA), Mancini kembali sebagai pilihan ketiga, setelah Pep Guardiola menolak dan Andrea Pirlo tidak mendapat persetujuan.

Tak kalah penting, FIGC sekaligus mengangkat Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik baru. Ranieri, yang dikenal dengan mentalitas "never give up" dan pengalaman melatih di berbagai liga top Eropa, diharapkan menjadi otak taktis yang dapat mengembalikan kejayaan Italia. "Untuk melengkapi kepingan puzzle, saya merasa tepat mencari seseorang yang dapat diajak berbagi pilihan Kepala Pelatih. Orang itu adalah Claudio Ranieri," tegas Malago.

Analisis Pakar

Penunjukan kembali Roberto Mancini menandakan langkah strategis yang berani. Dari perspektif taktik, Mancini dikenal dengan formasi fleksibel, mengutamakan pressing tinggi dan transisi cepat. Keberhasilannya di Euro 2020 menunjukkan kemampuan mengoptimalkan talenta kreatif seperti Jorginho dan Federico Chiesa. Namun, kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 menyoroti kelemahan dalam mengelola tekanan turnamen besar, terutama dalam fase kualifikasi yang menuntut konsistensi.

Masuknya Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik menambah dimensi baru. Ranieri memiliki reputasi sebagai "dokter kebangkitan"—dari memimpin Leicester City menjuarai Premier League hingga mengembalikan stabilitas di klub-klub yang berada di zona degradasi. Di level internasional, ia dapat memperkenalkan pendekatan psikologis yang kuat, menumbuhkan mentalitas juara di antara pemain muda seperti Giacomo Raspadori dan Nicolo Zaniolo. Kombinasi Mancini‑Ranieri berpotensi menciptakan keseimbangan antara kreativitas ofensif dan disiplin defensif.

Namun, tantangan terbesar tetap pada regenerasi skuad. Italia harus menyiapkan generasi baru yang dapat bersaing di level global, mengingat usia pemain inti yang semakin menua. Pengalaman Ranieri dalam mengolah pemain senior dan muda akan menjadi kunci. Jika keduanya dapat menyelaraskan visi taktis dengan pengembangan pemain, Azzurri berpeluang kembali menancapkan bendera di puncak sepak bola dunia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Roberto Mancini dipilih kembali sebagai pelatih Italia?
    A: Karena rekam jejaknya yang berhasil memenangkan Piala Eropa 2020 serta kemampuan taktisnya yang dianggap cocok untuk memulihkan performa tim.
  • Q: Apa peran Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik?
    A: Ranieri akan mengawasi pengembangan taktik, pembinaan pemain muda, dan memastikan konsistensi strategi di seluruh level tim nasional.
  • Q: Bagaimana dampak kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 terhadap keputusan ini?
    A: Kegagalan tersebut memicu kebutuhan akan perubahan struktural, sehingga FIGC mencari kombinasi pelatih dan direktur teknik yang dapat mengembalikan Italia ke jalur kualifikasi dan kompetisi internasional.
Meow! Tanya Nesi!
😸