IHSG Diprediksi Tetap Fluktuatif, Risiko Koreksi Lebih Besar di Tengah Sentimen Negatif

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

IHSG Diprediksi Tetap Fluktuatif, Risiko Koreksi Lebih Besar di Tengah Sentimen Negatif
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Analisis teknikal MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dengan koreksi terbatas di kisaran 6.074‑6.107.
  • Binaartha Sekuritas menilai indeks masih berpotensi melanjutkan penurunan hingga menguji support Fibonacci di 6.074, meski peluang rebound terbuka.
  • Volume transaksi kemarin mencapai Rp10,92 triliun dengan 25,45 miliar saham diperdagangkan; 265 saham menguat, 360 terkoreksi, dan 172 stagnan.

Jakarta, 29 Juli 2024 – IHSG diproyeksikan akan tetap berada dalam zona konsolidasi pada perdagangan Rabu (29/7). Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menilai koreksi terendah berada di level 6.074‑6.107, sementara penguatan terbatas dapat mendorong indeks menguji zona 6.262‑6.299.

Herditya menambahkan bahwa rentang support utama hari ini berada di 6.111 dan 6.007, sedangkan resistance berada di 6.599 dan 6.705. Saham-saham yang direkomendasikan dalam skenario ini meliputi ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA.

Di sisi lain, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi hingga menguji support Fibonacci di 6.074. Jika level tersebut dapat dipertahankan, peluang rebound diprediksi akan muncul dalam waktu singkat. Support tambahan yang dia pantau berada di 5.971 dan 5.887, sementara resistance terdekat berada di 6.199, 6.545, 6.688, dan 6.835. Saham unggulan dalam skenario penurunan meliputi INCO, INDF, dan MDKA.

IHSG ditutup pada 6.130 pada perdagangan Selasa (28/7), melemah 55,19 poin atau 0,89 % dari sesi sebelumnya. Investor mencatat total transaksi senilai Rp10,92 triliun, dengan 25,45 miliar lembar saham berpindah tangan.

Analisis Pakar

Melihat data teknikal dan volume perdagangan, saya menilai bahwa pasar Indonesia masih berada dalam fase ā€œrange‑boundā€ yang rentan terhadap sentimen eksternal. Kelemahan pada level 6.074 bukan sekadar angka teknikal; ia mencerminkan tekanan makroekonomi yang masih tinggi, termasuk inflasi yang belum turun ke target Bank Indonesia dan ketidakpastian kebijakan moneter global. BBM & LPG Subsidi tetap menjadi faktor penting dalam menstabilkan pasar energi.

Jika support Fibonacci di 6.074 berhasil menahan penurunan, kita dapat mengharapkan pembalikan singkat yang didorong oleh aliran dana ke sektor defensif seperti konsumer dan utilitas. Namun, skenario terburuk adalah terjadinya ā€œbreakdownā€ yang menembus support 5.971, yang akan membuka jalan bagi penurunan lebih dalam ke zona 5.800‑5.700. Pada titik itu, likuiditas pasar dapat mengering, memperparah volatilitas dan menimbulkan tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kebijakan suku bunga Bank Indonesia serta data inflasi akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan IHSG dalam minggu-minggu mendatang. Dana B50 menjadi contoh kebijakan yang dapat menambah kepercayaan investor.

Investor institusional sebaiknya menyesuaikan alokasi portofolio dengan memperkuat posisi pada saham dengan fundamental kuat dan dividend yield yang stabil, seperti INCO dan MDKA, sambil tetap memantau level support kritis. Di sisi lain, trader jangka pendek dapat memanfaatkan swing di antara level support 6.074‑6.107 dan resistance 6.262‑6.299, dengan menyiapkan stop‑loss yang ketat untuk melindungi modal.

Secara keseluruhan, pasar berada pada persimpangan antara optimisme rebound dan risiko koreksi lanjutan. Kebijakan suku bunga Bank Indonesia serta data inflasi akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan IHSG dalam minggu-minggu mendatang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang menjadi level support utama IHSG hari ini?
    A: Level support utama berada di 6.074, dengan support tambahan di 5.971 dan 5.887.
  • Q: Saham apa yang direkomendasikan untuk dibeli dalam skenario penguatan?
    A: Saham yang direkomendasikan antara lain ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA.
  • Q: Bagaimana pengaruh data inflasi terhadap pergerakan IHSG?
    A: Data inflasi yang tinggi dapat menambah tekanan jual karena meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya menurunkan daya beli dan profitabilitas perusahaan.
Meow! Tanya Nesi!
😸