BOMBSHELL! Zidane Resmi Gantikan Deschamps, Era Baru Timnas Prancis Dimulai!

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

BOMBSHELL! Zidane Resmi Gantikan Deschamps, Era Baru Timnas Prancis Dimulai!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Prancis, menggantikan Didier Deschamps yang mundur setelah Piala Dunia 2026.
  • Zidane adalah legenda hidup sepak bola Prancis, pernah membawa Les Bleus juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 sebagai pemain.
  • Sebagai pelatih, Zidane mencetak sejarah dengan hattrick Liga Champions bersama Real Madrid, menjadikannya kandidat ideal untuk memimpin generasi emas Prancis.

Prancis bergemuruh! Kabar yang sudah lama dinanti akhirnya terkonfirmasi: Zinedine Zidane resmi menjadi nahkoda baru Timnas Prancis. Keputusan ini diumumkan dua minggu setelah Piala Dunia 2026 usai, menyusul pengunduran diri Didier Deschamps yang telah memimpin sejak 2012.

Zidane bukan nama asing. Sebagai pemain, ia adalah maestro lapangan tengah yang mengantar Prancis meraih gelar Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Kini, ia kembali ke pangkuan Les Bleus, kali ini dengan jas pelatih. Prestasinya di level klub sungguh fenomenal: tiga gelar Liga Champions beruntun bersama Real Madrid (2016, 2017, 2018) — sebuah pencapaian yang belum pernah terulang (Chelsea vs Milan ve Milan vs Chelsea).

Pertanyaannya sekarang: bisakah Zidane mengulang sukses Deschamps yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018? Atau justru ia akan membawa revolusi permainan yang lebih atraktif? Satu hal pasti, era baru Timnas Prancis dimulai dengan gebrakan spektakuler. Para penggemar sepak bola Indonesia, bersiaplah menyaksikan drama baru di kancah internasional!

Analisis Pakar

Oleh: Dimas Pratama — Jurnalis Olahraga Senior

Ini bukan sekadar pergantian pelatih biasa. Ini adalah perpindahan tongkat estafet dari satu legenda ke legenda lainnya. Deschamps adalah arsitek di balik soliditas pertahanan Prancis, namun Zidane membawa filosofi berbeda: sepak bola menyerang yang elegan namun tetap pragmatis. Saya melihat ini sebagai langkah berani Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk mengubah wajah tim setelah kegagalan di Piala Dunia 2026 (meski kita belum tahu hasilnya, tapi asumsikan Deschamps mundur karena hasil kurang memuaskan).

Secara taktis, Zidane dikenal dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel, mirip dengan apa yang ia terapkan di Real Madrid. Ia mampu memaksimalkan peran gelandang serang seperti MbappĂ©, Griezmann, atau pemain muda berbakat seperti Warren ZaĂŻre-Emery. Namun tantangan terbesarnya adalah membangun kembali chemistry tim setelah era Deschamps yang cenderung defensif. Jangan lupa, Zidane juga harus menghadapi tekanan publik Prancis yang haus gelar — apalagi setelah kegagalan di Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.

Saya pribadi optimis. Zidane punya kharisma luar biasa. Para pemain akan mati-matian membelanya. Ingat bagaimana ia menyatukan ruang ganti Real Madrid yang penuh bintang? Itu bukan hal mudah. Namun, sepak bola internasional berbeda dengan klub. Waktu persiapan terbatas, dan lawan seperti Argentina, Brasil, atau Jerman tidak akan memberi ampun. Jika Zidane mampu membawa Prancis juara Piala Dunia 2030, itu akan menjadi mahakarya terbesarnya. Tapi untuk sekarang, mari nikmati prosesnya. Satu hal yang pasti: sepak bola dunia kembali bergetar!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Kapan Zidane resmi mulai menangani Timnas Prancis?
A: Zidane mulai menjabat setelah Piala Dunia 2026, tepatnya dua minggu setelah turnamen usai. Ia akan memimpin tim untuk kualifikasi Piala Eropa 2028.

Q: Apa perbedaan gaya kepelatihan Zidane dengan Deschamps?
A: Deschamps lebih mengutamakan pertahanan solid dan transisi cepat, sementara Zidane cenderung mengedepankan penguasaan bola, kreativitas di lini tengah, dan serangan dari sayap.

Q: Apakah Zidane bisa membawa Prancis juara Piala Dunia lagi?
A: Potensi besar, mengingat skuad Prancis masih diisi pemain top seperti Mbappé, Griezmann, dan pemain muda berbakat. Namun, persaingan ketat dan adaptasi taktik menjadi kunci. Banyak pengamat yakin Zidane mampu melakukannya.

Meow! Tanya Nesi!
😾