Zidane Gantikan Deschamps! Pelatih Legenda Siap Bawa Les Bleus ke Puncak Baru
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Zinedine Zidane resmi diangkat menjadi pelatih Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps.
- Legendaris sebagai pemain yang mengangkat Prancis ke puncak dunia (WC 1998, EM 2000) kini menatap tantangan baru di level kepelatihan.
- Skuad Les Bleus yang dipenuhi bintang seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembélé, dan Dayot Upamecano menanti taktik baru sang maestro.
Zinedine Zidane resmi menandatangani kontrak sebagai kepala pelatih Timnas Prancis pada hari Rabu, tepat dua minggu setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Penunjukan ini menandai era baru bagi Timnas Prancis, yang selama ini dipimpin oleh Didier Deschamps. Zidane, yang dulu menjadi ikon Les Bleus dengan dua gol di final Piala Dunia 1998, kini beralih dari lapangan ke bangku kepelatihan.
Karier kepelatihannya di Real Madrid sudah membuktikan kualitas taktiknya: tiga gelar Liga Champions beruntun, dua La Liga, dua Piala Super Eropa, dan dua FIFA Club World Cup. Meski pada awalnya diragukan karena minimnya pengalaman, Zidane berhasil menaklukkan tantangan dengan gaya permainan yang menekankan kontrol bola, transisi cepat, dan disiplin defensif.
Berbekal skuad yang sangat dalam, Prancis kini memiliki arsenal pemain bintang: Kylian Mbappe yang melesat dengan kecepatan luar biasa, winger kreatif Michael Olise, sayap flamboyan Ousmane Dembélé, serta bek kokoh Dayot Upamecano. Tantangan utama Zidane adalah menyatukan talenta ini dalam sebuah sistem yang konsisten, sekaligus menanggapi ekspektasi tinggi setelah dua kali mencapai final Piala Dunia di era Deschamps.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang telah menyaksikan evolusi taktik sepak bola selama tiga dekade, saya melihat penunjukan Zidane sebagai langkah berani namun logis. Zidane bukan hanya legenda pemain; ia telah mengukir identitas taktik yang menggabungkan possessionâbased football dengan serangan balik yang mematikan. Di Madrid, ia berhasil menyeimbangkan kreativitas pemain bintang dengan struktur defensif yang ketat, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Timnas Prancis yang kadang terlalu mengandalkan individualitas.
Namun, perbedaan konteks antara klub dan timnas tidak boleh diremehkan. Di level internasional, waktu latihan terbatas, dan pemain harus cepat beradaptasi dengan filosofi baru. Zidane harus mengoptimalkan sesi training camp dan memanfaatkan pertandingan persahabatan untuk menguji formasi. Pilihan formasi 4â3â5 yang fleksibel dapat memanfaatkan kecepatan Mbappe di sisi sayap, sementara DembĂ©lĂ© dan Olise menambah dimensi kreatif di lini tengah.
Selain taktik, aspek psikologis menjadi kunci. Zidane dikenal memiliki kemampuan memotivasi pemain bintang, namun ia juga harus menegakkan disiplin pada pemain yang terbiasa bermain bebas. Mengelola ego dan menjaga kebersamaan tim akan menjadi ujian terbesar, terutama menjelang kualifikasi Euro 2028.
Jika Zidane berhasil menyatukan elemenâelemen ini, Prancis tidak hanya akan melanjutkan warisan Deschamps, melainkan dapat menciptakan era keemasan baruâmungkin bahkan menambah koleksi trofi Piala Dunia. Namun, kegagalan dalam menyesuaikan taktik atau mengendalikan dinamika locker room dapat berujung pada kritik tajam, mengingat besarnya ekspektasi publik Prancis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan Zinedine Zidane resmi mulai melatih Timnas Prancis?
A: Zidane mulai menjalankan tugasnya dua minggu setelah Piala Dunia 2026 berakhir, tepatnya pada pertengahan Agustus 2026. - Q: Apa saja prestasi utama Zidane sebagai pelatih sebelum mengangkat Timnas Prancis?
A: Ia memimpin Real Madrid meraih tiga Liga Champions berturutâturut, dua La Liga, dua Piala Super Eropa, dan dua FIFA Club World Cup. - Q: Siapa pemain kunci yang akan menjadi fokus taktik Zidane di Timnas Prancis?
A: Pemain seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Dayot Upamecano diprediksi menjadi inti strategi ofensif dan defensif Zidane.


