Pesawat Netanyahu Lewati Zona ICC: Rute Kontroversial ke AS Memicu Ketegangan Internasional

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pesawat Netanyahu Lewati Zona ICC: Rute Kontroversial ke AS Memicu Ketegangan Internasional
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pesawat BenjaminNetanyahu melintasi wilayah udara tiga negara anggota InternationalCriminalCourt pada rute menuju AmerikaSerikat.
  • Rute tersebut menimbulkan pertanyaan hukum setelah ICC mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
  • Perjalanan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik antara AS, Iran, dan konflik yang kembali memanas di Timur Tengah.

Menurut data pelacakan FlightRadar24, pesawat resmi pemerintah Israel yang dikenal dengan nama Wings of Zion menempuh rute melalui Yunani, Italia, dan Prancis pada Senin (27 Juli). Ketiga negara tersebut merupakan pihak yang telah meratifikasi StatutaRoma dan karenanya berada di bawah yurisdiksi InternationalCriminalCourt.

Perintah penangkapan ICC, yang dikeluarkan pada 21 November 2024, menargetkan Netanyahu serta mantan Menteri Keamanan Israel YoavGallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer di Jalur Gaza. Meskipun demikian, pesawat tersebut tetap melintasi ruang udara negara-negara anggota ICC, menimbulkan spekulasi bahwa Israel mengandalkan kebijakan penerbangan sipil untuk menghindari penegakan perintah penangkapan.

Rute yang sama pernah ditempuh oleh Netanyahu pada kunjungan ke AS pada 28 Desember 2025 dan 10 Februari 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Middle East Monitor. Pada kunjungan sebelumnya, pesawat Israel menghindari Prancis setelah negara tersebut mengumumkan pengakuan atas kemerdekaan Palestina, menandakan sensitivitas politik yang tinggi dalam pemilihan jalur penerbangan.

Kunjungan terbaru ini dijadwalkan ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden DonaldTrump. Pertemuan tersebut terjadi pada saat AS dan Iran baru saja menandatangani gencatan senjata sementara setelah eskalasi militer yang memuncak pada awal Juli.

Analisis Pakar

Secara hukum, melintasi ruang udara negara anggota ICC tidak serta-merta menimbulkan penegakan perintah penangkapan, karena penerbangan sipil biasanya dilindungi oleh konvensi internasional yang mengatur kebebasan navigasi udara. Namun, fakta bahwa Israel memilih rute yang melintasi tiga negara anggota ICC menunjukkan adanya kalkulasi politik yang lebih kompleks. Pemerintah Israel tampaknya menilai bahwa manfaat diplomatik dari kunjungan ke AmerikaSerikat—termasuk upaya memperkuat aliansi strategis—mengungguli risiko hukum yang potensial.

Di sisi lain, negara-negara seperti Prancis, Yunani, dan Italia berada dalam posisi dilematis. Mereka harus menyeimbangkan komitmen internasional terhadap Statuta Roma dengan hubungan bilateral mereka dengan Israel. Penolakan atau penundaan penegakan perintah ICC dapat menimbulkan kritik internasional, sementara penegakan perintah dapat merusak hubungan ekonomi dan keamanan dengan Tel Aviv.

Konteks geopolitik yang lebih luas—termasuk ketegangan antara AS dan Iran serta konflik yang kembali memanas di wilayah Timur Tengah—menambah lapisan kompleksitas. Kunjungan Netanyahu ke AS dapat dilihat sebagai upaya memperkuat dukungan Amerika terhadap Israel di tengah tekanan internasional, sekaligus mengirim sinyal kepada Iran bahwa aliansi Israel‑AS tetap kuat.

Jika ICC memutuskan untuk menindaklanjuti perintah penangkapan secara aktif, hal ini dapat membuka preseden penting bagi penegakan hukum internasional terhadap pemimpin negara. Namun, realitas politik seringkali menghalangi pelaksanaan perintah semacam itu, terutama ketika kepentingan strategis negara besar terlibat. Oleh karena itu, perkembangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika diplomatik antara Israel, negara-negara anggota ICC, dan Amerika Serikat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah pesawat Israel dapat ditangkap oleh negara anggota ICC?
  • A: Secara teknis, penegakan perintah penangkapan ICC terhadap pesawat sipil memerlukan keputusan pemerintah negara yang bersangkutan, sehingga penangkapan tidak otomatis terjadi.
  • Q: Apa implikasi hukum bagi BenjaminNetanyahu jika ICC mengeluarkan perintah penangkapan?
  • A: Jika perintah tersebut ditegakkan, Netanyahu dapat ditahan saat memasuki wilayah negara anggota ICC, namun proses ekstradisi dan penuntutan akan bergantung pada kebijakan masing-masing negara.
  • Q: Bagaimana kunjungan Netanyahu ke AmerikaSerikat memengaruhi hubungan Israel‑AS?
  • A: Kunjungan tersebut memperkuat aliansi strategis, terutama di tengah ketegangan dengan Iran, namun juga menimbulkan sorotan internasional terhadap kebijakan Israel di Gaza.
Meow! Tanya Nesi!
😸