Truk Tabrakan Berantai di Pasuruan Tewaskan Tiga, Rumah Warga Tercabut, Lalu Lintas Terpaksa Dialihkan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Truk trailer berkecepatan tinggi menabrak truk Colt Diesel, memicu tabrakan berantai yang melibatkan sepeda motor dan truk tangki di Jalan Nasional Surabaya‑Malang, Pasuruan.
- Tiga korangan tewas, dua luka berat, empat luka ringan; sopir trailer terjepit dan dievakuasi setelah hampir empat jam operasi penanganan.
- Kepolisian menerapkan sistem contraflow dan masih menyelidiki penyebab kecelakaan, sementara SAR dan tim medis menstabilkan korban sebelum evakuasi ke rumah sakit.
Pada Senin (27/7) sekitar pukul 06.00 WIB, sebuah truk trailer yang mengangkut gulungan kertas dari Malang ke Surabaya diduga melaju dengan kecepatan berlebihan sebelum menabrak truk Colt Diesel yang berada di depannya. Benturan tersebut menyebabkan sejumlah sepeda motor yang berada di depan truk Colt Diesel terseret dan terlibat dalam Kecelakaan beruntun yang luas.
Setelah tabrakan awal, truk trailer tidak mampu berhenti, melaju terus dan menghantam sebuah truk tangki sebelum terguling, kehilangan kendali, dan mengayun ke kiri jalan. Akhirnya, kendaraan besar itu menabrak sejumlah rumah warga di tepi jalan, menyebabkan muatan gulungan kertas berserak di sekitar lokasi.
Korban tewas ditemukan bergelimpangan di badan jalan, sementara sopir trailer terjepit dalam kabin sehingga diperlukan alat potong khusus untuk evakuasi. Menurut Polsek Gempol, Ipda Bagus, tiga korang meninggal di lokasi dan beberapa luka berat dibawa ke RS Abiyakto Pasuruan.
Selain korban tewas, dua orang luka berat, empat luka ringan (meliputi penjual bebek, pasangan suami istri pengendara motor, dan sopir truk Colt Diesel) ricevulo perawatan di rumah sakit setempat. Seorang saksi, Holidi (48) dari Malang, menggambarkan pemandangan lokasi sebagai “mengerikan” dan menyebut lalu lintas langsung macet total.
Kepolisian menerapkan sistem contraflow untuk mengurangi kemacetan dan memudahkan akses evakuasi, sementara tim Basarnas dan SAR bekerja sama untuk menarik truk menggunakan dump truck dan memberikan stabilisasi vital pada sopir sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong sekitar pukul 10.09 WIB.
Investigasi masih berlangsung untuk menentukan faktor penyebab, termasuk kecepatan, kondisi jalan, dan mahdollisya kegagalan rem. authorities menegaskan bahwa akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan lalu lintas jika ditemukan pelanggaran.
Analisis Pakar
Kejadian ini menegaskan kembali betapa pentingnya penegakan batas kecepatan bagi kendaraan berat, terutama truk trailer yang berat dan momentumnya besar. Studi menunjukkan bahwa setiap penambahan 10 km/jam di atas batas kecepatan meningkatkan risiko tabrakan fatal hingga 20 % untuk truk berat, karena jarak penghentian yang jauh dan kesulitan manuver darurat.
Selain faktor kecepatan, kondisi infrastruktur di Jalan Nasional Surabaya‑Malang perlu ditinjau ulang. Laporan sebelumnya menyebutkan adanya curah hujan yang membuat permukaan jalan licin, serta kurangnya pemisah jalur yang efektif antara kendaraan berat dan ringan. Hal ini memperbesar potensi domino ketika satu kendaraan kehilangan kendali.
Dari sisi operasional kepolisian, penerapan sistem contraflow setelah kecelakaan menunjukkan respons yang cepat, namun masih memerlukan peningkatan dalam koordinasi dengan unit SAR dan medis untuk mengurangi waktu evakuasi koran yang terjepit. Pelatihan rutin bagi personel lintas dan penggunaan alat potong hidrolik harus ditingkatkan agar respons lebih cepat dan lebih aman.
Terakhir, insiden ini menyoroti pentingnya sistem pengawasan kecepatan berbasis teknologi, seperti kamera average speed dan sensor beban di jalan raya utama. Dengan adanya pelanggaran terdeteksi secara real‑time, pihak kepolisian dapat memberikan peringatan atau hukuman sebelum kecelakaan berantai terjadi, sehingga mengurangi korban jiwa dan material.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa korban tewas dan luka dalam kecelakaan di Pasuruan?
- A: Tiga orang meninggal, dua luka berat, dan empat luka ringan.
- Q: Apa penyebab utama yang diduga dari kecelakaan tersebut?
BERITA TERKAIT


