IHSG Menggeliat di Batas Support: 5 Saham Pilihan yang Bisa Bawa Cuan Besar di Akhir Juli

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Menggeliat di Batas Support: 5 Saham Pilihan yang Bisa Bawa Cuan Besar di Akhir Juli
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • IHSG turun 1,88% ke 6.196 pada 24 Juli, namun kapitalisasi pasar naik 1,13% menjadi Rp10,87 triliun.
  • Volume transaksi harian melonjak 66,9% menjadi 43,68 miliar lembar, nilai transaksi naik 41,2% ke Rp19,76 triliun.
  • Analisis teknikal menyoroti support di 6.099 (MA50) dan resistance di 6.290, dengan rekomendasi saham BBCA, ASII, RAJA, BIPI, dan BKSL.

Pergerakan pasar minggu lalu menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 118,88 poin atau 1,88% ke level 6.196 pada Jumat (24/7). Meskipun demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 1,13% menjadi Rp10,870 triliun, menandakan aliran dana baru yang signifikan.

Investor domestik melakukan transaksi senilai Rp17,72 triliun dengan volume 37,91 miliar lembar saham. Rata‑rata volume harian naik tajam 66,88% menjadi 43,68 miliar lembar, sementara nilai transaksi harian naik 41,21% menjadi Rp19,76 triliun. Frekuensi transaksi harian juga meningkat 14,4% menjadi 2,67 juta kali.

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp1,36 triliun pada hari itu, dan akumulasi net sell tahun 2026 mencapai Rp79,09 triliun. The Fed dan dinamika geopolitik AS‑Iran menjadi dua sentimen utama yang menahan optimisme pasar. Iran Hentikan Serangan Balasan

Menurut Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, IHSG diproyeksikan bergerak dalam kisaran support 6.099 (MA50) dan resistance 6.290 pada minggu depan. Ia menilai bahwa mediasi Pakistan‑China dalam negosiasi AS‑Iran dapat menurunkan ketegangan, sekaligus menurunkan harga minyak mentah, yang pada gilirannya memberi ruang bagi ekuitas Indonesia. Iran Sebut 'Serangan Dibalas Serangan'

Sementara itu, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menegaskan bahwa IHSG masih berpotensi menguat terbatas di antara level 5.987‑6.268. Ia menyoroti pentingnya data PDB dan indeks PCE AS Q2 2026 serta volatilitas DXY yang dapat memengaruhi nilai tukar Rupiah.

Rekomendasi saham teknikal:

  • BBCA – target 6.750 (dari 6.275).
  • ASII – target 5.300 (dari 4.980).
  • RAJA – target 1.090 (dari 870).
  • BIPI – target 200 (dari 152).
  • BKSL – target 82 (dari 69).

Analisis Pakar

Secara makro, pergerakan IHSG mencerminkan dualitas antara aliran dana domestik yang kuat dan tekanan jual asing yang masih signifikan. Peningkatan kapitalisasi pasar dan volume transaksi menunjukkan bahwa investor institusional lokal menambah posisi, terutama pada sektor keuangan dan infrastruktur, yang dipandang tahan banting terhadap gejolak geopolitik.

Namun, ketidakpastian kebijakan moneter AS tetap menjadi faktor penghambat. Jika The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada 3,75%, pasar akan menyesuaikan ekspektasi inflasi dan likuiditas global, yang pada gilirannya dapat menstabilkan nilai tukar Rupiah. Sebaliknya, sinyal pelonggaran kebijakan akan memicu aliran modal kembali ke ekuitas emerging market, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, dinamika AS‑Iran menjadi katalis potensial. Jika mediasi berhasil menurunkan ketegangan, harga minyak mentah akan kembali menurun, mengurangi tekanan inflasi impor dan meningkatkan margin perusahaan energi serta konsumen akhir. Hal ini dapat memperkuat sentimen bullish pada sektor konsumer dan transportasi.

Strategi alokasi yang bijak kini harus menekankan diversifikasi lintas sektor dengan bobot lebih pada saham yang memiliki fundamental kuat dan dukungan teknikal yang jelas. BBCA dan ASII tetap menjadi pilihan utama karena likuiditas tinggi dan fundamental yang solid. Sementara saham infrastuktur seperti BIPI dan properti seperti BKSL menawarkan upside yang menarik bila kebijakan moneter global melunak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa level support dan resistance utama IHSG minggu depan?
    A: Support utama berada di 6.099 (MA50) dan resistance di 6.290 menurut analisis Kiwoom; MNC menilai support di 5.987 dan resistance di 6.268.
  • Q: Saham mana yang paling berpotensi naik di akhir Juli?
    A: BBCA, ASII, RAJA, BIPI, dan BKSL mendapat rekomendasi target harga naik berdasarkan analisis teknikal.
  • Q: Bagaimana keputusan The Fed memengaruhi pasar saham Indonesia?
    A: Jika The Fed mempertahankan suku bunga, pasar akan menunggu data ekonomi AS selanjutnya; pelonggaran kebijakan dapat memicu aliran modal masuk ke ekuitas Indonesia.
Meow! Tanya Nesi!
😸