Plastik Jadi Solar Premium: BRIN Luncurkan Petasol, Solusi Sampah & Energi

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Plastik Jadi Solar Premium: BRIN Luncurkan Petasol, Solusi Sampah & Energi
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • BRIN perkenalkan teknologi pirolisis Fastpol yang mengubah sampah plastik residu menjadi bahan bakar cair bernama Petasol.
  • Satu kilogram plastik menghasilkan 0,8‑0,9 liter bahan bakar dengan cetane number 51, melampaui standar solar konvensional.
  • Inovasi ini menargetkan 30% sampah plastik di Bantul (ā‰ˆ180 ton/hari) sebagai sumber energi baru sekaligus membuka nilai peluang ekonomi bagi daur ulang.

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi meluncurkan teknologi pirolisis Fastpol di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul, pada 9 Juni 2026. Teknologi ini mengkonversi sampah plastik low‑value – mulai dari kemasan multilayer hingga campuran plastik tak terpakai – menjadi bahan bakar cair yang dapat dipakai pada mesin diesel.

Proses pirolisis berlangsung pada suhu 250‑350 °C dengan sedikit atau tanpa oksigen, mengembalikan plastik yang asalnya dari minyak bumi menjadi kembali bahan bakar. Setiap kilogram sampah menghasilkan sekitar 0,8‑0,9 liter Petasol, dan siklus konversi selesai dalam 7‑8 jam, diikuti oleh penyaringan dan penjernihan akhir.

Menurut Heru Susanto, peneliti Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, biaya produksi Petasol jauh lebih rendah dibandingkan nilai jualnya, menjadikannya peluang ekonomi yang menarik bagi pelaku daur ulang dan komunitas lingkungan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan skala besar tetap bergantung pada pemilahan sampah di sumber – rumah tangga – karena biaya pemilahan masih menjadi kendala utama.

Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Edi Hilmawan, mengungkapkan hasil uji cetane number mencapai 51, melampaui standar solar (48). Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan untuk memenuhi semua parameter teknis dan regulasi, Petasol dinyatakan aman untuk kendaraan diesel.

Bupati Abdul Halim Muslih menilai inovasi ini menjawab dua masalah sekaligus: penanganan sampah plastik (ā‰ˆ180 ton/hari di Bantul) dan penyediaan energi alternatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor – pemerintah daerah, industri, dan masyarakat – untuk mereplikasi model ini di wilayah lain.

Analisis Pakar

Secara makroekonomi, konversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair membuka jalur nilai baru dalam ekonomi sirkular Indonesia. Dengan mengalihkan 30% sampah plastik di Bantul ke produksi Petasol, potensi penciptaan lapangan kerja di rantai pasok – mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga operasi unit pirolisis – dapat mencapai ratusan posisi, sekaligus mengurangi beban TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terakhir).

Namun, skala ekonomi masih terhambat oleh biaya logistik pemilahan dan kebutuhan infrastruktur pengolahan yang masih terbatas. Pemerintah daerah perlu mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah berbasis digital (misalnya platform real‑time tracking) untuk menurunkan biaya operasional dan meningkatkan transparansi. Tanpa dukungan kebijakan insentif – seperti kredit pajak atau subsidi energi terbarukan – adopsi teknologi ini dapat terhambat oleh persaingan harga dengan solar konvensional.

Dari perspektif industri energi, cetane number 51 menandakan pembakaran yang lebih bersih dan efisien, yang dapat menarik operator fleet logistik yang tengah mencari alternatif bahan bakar dengan jejak karbon lebih rendah. Jika BRIN berhasil menstandardisasi kualitas bahan bakar (densitas, viskositas) sesuai regulasi, Petasol berpotensi menjadi komoditas regional, mengurangi ketergantungan impor solar dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Terakhir, keberlanjutan proyek ini sangat bergantung pada edukasi konsumen. Program edukasi pemilahan sampah di tingkat RT/RW, didukung oleh insentif ekonomi (misalnya token digital), dapat mempercepat aliran bahan baku ke unit pirolisis. Sinergi antara teknologi Fastpol dan jaringan komunitas daur ulang seperti KSM Pilah Berkah menjadi model kolaboratif yang patut direplikasi di provinsi lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Bagaimana cara kerja teknologi pirolisis Fastpol?
    A: Fastpol memanaskan sampah plastik pada 250‑350 °C dalam kondisi hampir tanpa oksigen, memecah molekul plastik menjadi hidrokarbon cair yang kemudian disaring menjadi bahan bakar Petasol.
  • Q: Apakah Petasol dapat langsung digunakan pada mesin diesel standar?
    A: Ya, dengan cetane number 51, Petasol memenuhi standar pembakaran diesel dan aman dipakai pada kendaraan diesel tanpa modifikasi khusus.
  • Q: Berapa besar potensi ekonomi dari konversi sampah plastik di Bantul?
    A: Dengan sekitar 180 ton sampah plastik per hari, konversi dapat menghasilkan ribuan liter Petasol harian, menciptakan nilai ekonomi jutaan rupiah serta peluang kerja di rantai pasok.
Meow! Tanya Nesi!
😸