Drama Juri D'Academy! Listen Gagal Dapat Standing Ovation, Tapi Masih Bisa Lolos ke Top 37 – Simak Catatan Pedasnya!

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Sumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Drama Juri D'Academy! Listen Gagal Dapat Standing Ovation, Tapi Masih Bisa Lolos ke Top 37 – Simak Catatan Pedasnya!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Listen tampil di Top 42 Group 5 D'Academy 8 tanpa mendapatkan Standing Ovation.
  • Juri Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora memberi catatan tajam tentang napas, energi, dan ekspresi panggung.
  • Meski begitu, Listen lolos ke babak Top 37 Group 3 dan siap mengubah catatan juri menjadi aksi panggung yang lebih kuat.

Pada 21 Juli 2026, Listen yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah, menampilkan suaranya di Top 42 Group 5 D'Academy 8. Sayangnya, tiga juri – Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora – tidak memberikan Standing Ovation kepadanya. Namun, bukan berarti perjalanan kariernya terhenti.

Soimah menyoroti bahwa vokal Listen memang punya warna khas, namun masih kurang tenaga dan pengelolaan napas. "Vokal kamu ada khasnya, asal kamu bener‑energi vokal kamu makin keluar, khasnya makin keliatan. PR‑nya cuma pernapasan saja," ujarnya sambil menekankan pentingnya latihan pernapasan.

Dewi Perssik menambahkan analogi yang cukup menggelitik: "Listen ibarat mesin diesel, baru panas di pertengahan lagu. Aku mau kamu konsisten dari awal sampai akhir, gerakan panggung harus menyatu dengan musik, jangan cuma diam," katanya. Dewi juga menekankan perlunya kreativitas gerak yang lebih dinamis.

Lesti Kejora, juara D'Academy musim pertama, menilai penghayatan dan ekspresi panggung panggung masih perlu digali lebih dalam, serta mencatat ada beberapa nada yang turun di ujung notasi. "Penjiwaan lebih dirasain lagi, ekspresi harus lebih kuat," pungkasnya.

Meski tidak ada Standing Ovation, Naela dari Banyumas harus mengucapkan selamat tinggal pada babak ini. Sementara itu, Listen akan kembali bersinar di Top 37 Group 3 pada 30 Juli 2026, membawa catatan juri sebagai bekal utama.

Analisis Pakar

Penampilan Listen mengungkapkan dilema umum yang dihadapi banyak kontestan reality show: memiliki potensi vokal yang unik namun belum sepenuhnya terasah dalam hal teknik pernapasan. Dalam dunia musik pop Indonesia, kontrol napas menjadi fondasi penting untuk mengekspresikan dinamika lagu, terutama pada genre yang menuntut power vokal tinggi. Soimah menyoroti hal ini dengan tepat, dan seharusnya menjadi titik fokus latihan bagi Listen ke depan.

Analogi Dewi Perssik tentang mesin diesel sangat relevan. Banyak penyanyi muda yang “menyala” hanya di bagian klimaks lagu, sementara intro dan verse terasa datar. Konsistensi energi vokal sejak detik pertama bukan hanya soal stamina, melainkan juga tentang storytelling—menyampaikan emosi sejak awal agar penonton terhubung secara emosional.

Lesti Kejora menambahkan dimensi penting: penjiwaan dan ekspresi visual. Di era visual‑first, penonton menilai tidak hanya suara, tetapi juga bagaimana artis menyalurkan rasa lewat gerak tubuh dan ekspresi wajah. Jika notasi turun di akhir frasa, itu bisa menjadi sinyal ketegangan emosional yang justru dapat dimanfaatkan untuk menambah kedalaman penampilan, asalkan dikontrol dengan baik.

Kesimpulannya, Listen berada di persimpangan krusial: ia harus mengintegrasikan teknik vokal (napas, power), konsistensi energi, dan penjiwaan panggung. Jika ia berhasil mengubah catatan juri menjadi aksi nyata, peluangnya untuk melaju jauh di D'Academy bahkan menembus pasar musik nasional akan semakin terbuka lebar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Listen tidak mendapatkan Standing Ovation?
  • A: Juri menilai bahwa meskipun vokalnya memiliki warna khas, kontrol napas, konsistensi energi, dan penjiwaan masih kurang sehingga tidak memenuhi standar Standing Ovation.
  • Q: Apa yang harus diperbaiki Listen sebelum tampil di Top 37?
  • A: Fokus pada latihan pernapasan, menjaga energi vokal sejak awal lagu, serta meningkatkan ekspresi panggung dan penjiwaan.
  • Q: Siapa saja juri yang memberikan komentar pada penampilan Listen?
  • A: Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora.
Meow! Tanya Nesi!
😸