Anak-anak Jolie-Pitt Hapus Nama Brad Pitt: Drama Keluarga yang Semakin Panas!

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Anak-anak Jolie-Pitt Hapus Nama Brad Pitt: Drama Keluarga yang Semakin Panas!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Vivienne, si bungsu, resmi mengajukan perubahan nama tanpa Brad Pitt di Pengadilan Tinggi Los Angeles.
  • Angelina Jolie menegaskan bahwa fokusnya hanya pada pemulihan emosional anak-anak, bukan pertikaian.
  • Sejak perceraian 2016, enam anak pasangan ini secara bertahap menghilangkan nama belakang ayah mereka, menandai babak baru dalam dinamika keluarga selebriti.

Setelah Angelina Jolie mengumumkan bahwa ia lebih memilih pemulihan bagi anak-anaknya, kabar terbaru datang dari Los Angeles. Pada 20 Juli, Vivienne Marcheline Jolie‑Pitt (18) mengajukan dokumen ke Pengadilan Tinggi Los Angeles untuk mengubah nama resminya menjadi Vivienne Marcheline Jolie. Permohonan ini menandai langkah terakhir dalam rangkaian perubahan nama yang dimulai sejak Shiloh menghapus Brad Pitt dari nama belakangnya pada ulang tahunnya yang ke‑18.

Sumber dekat dengan keluarga mengungkapkan bahwa Angie tidak sedang berkonflik atau marah; ia hanya ingin semua pihak ā€œpulihā€. Menurut mereka, jika publik mengetahui kebenaran di balik keputusan ini, mereka akan lebih bersimpati dan menghormati pilihan anak‑anaknya. Selama proses ini, tidak ada pernyataan resmi dari perwakilan Brad Pitt maupun Angelina Jolie.

Perubahan nama ini bukan hal baru. Zahara, yang pada Juni 2026 meminta nama menjadi Zahara Jolie, dan Maddox, yang pada Mei 2026 mengajukan permohonan serupa, sudah menyiapkan langkah mereka sebelumnya. Semua ini terjadi setelah perceraian resmi pada Desember 2024, mengakhiri lebih dari delapan tahun proses hukum yang dimulai sejak 2016.

Analisis Pakar

Keputusan anak‑anak Angelina Jolie untuk menghapus nama Brad Pitt dari identitas mereka bukan sekadar aksi simbolik; ini mencerminkan dinamika psikologis yang kompleks dalam keluarga selebriti yang selalu berada di sorotan publik. Dari perspektif psikologi perkembangan, perubahan nama dapat menjadi cara bagi remaja untuk merekonstruksi identitas diri setelah trauma perceraian orang tua. Mengingat mereka tumbuh di tengah media yang tak henti‑hentinya menyorot setiap detail, langkah ini memberi mereka kontrol atas narasi pribadi.

Secara hukum, proses penggantian nama di Amerika Serikat relatif sederhana, namun tetap memerlukan alasan yang ā€œpribadiā€ atau ā€œkesejahteraanā€. Fakta bahwa semua anak melakukannya secara independen—bahkan membiayai pengacara mereka sendiri—menunjukkan tingkat kemandirian yang tinggi dan keinginan kuat untuk memisahkan diri dari warisan ayah mereka. Ini juga menandakan bahwa hubungan antara Brad Pitt dan anak‑anaknya mungkin telah mengalami jarak emosional yang signifikan.

Dari sudut pandang media, cerita ini menjadi magnet klik karena menggabungkan elemen drama keluarga, hak asuh, dan identitas. Namun, penting bagi jurnalis untuk tidak mengaburkan fakta dengan spekulasi berlebihan. Fokus pada ā€œpemulihanā€ yang ditekankan oleh Angelina harus menjadi narasi utama, bukan sensasi konflik yang tak berujung.

Akhirnya, keputusan ini membuka pertanyaan lebih luas tentang hak anak dalam menentukan identitas mereka, terutama ketika nama keluarga menjadi simbol status dan warisan. Apakah langkah ini akan menjadi tren di kalangan anak selebriti lain? Hanya waktu yang akan menjawab, namun yang pasti, dinamika keluarga Jolie‑Pitt kini memasuki babak yang lebih pribadi dan jauh dari sorotan media yang berlebihan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Vivienne ingin menghapus nama Brad Pitt dari namanya?
    A: Vivienne menyatakan alasan ā€œpribadiā€ dan menginginkan identitas yang terlepas dari warisan ayahnya setelah perceraian orang tuanya.
  • Q: Apakah perubahan nama ini memerlukan persetujuan Brad Pitt?
    A: Tidak. Di Amerika Serikat, proses penggantian nama dapat dilakukan secara unilateral asalkan alasan dianggap sah oleh pengadilan.
  • Q: Apa dampak keputusan ini terhadap hubungan keluarga?
    A: Keputusan tersebut mencerminkan keinginan anak-anak untuk memulihkan diri secara emosional; meski dapat menambah jarak, itu juga memberi ruang bagi masing‑masing untuk membangun identitas pribadi.
Meow! Tanya Nesi!
😸