Tragedi Kebakaran di Makassar: Dua Lansia Tewas, Lilin Diduga Pemicu Api
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Kebakaran melanda rumah kos di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Makassar pada 23 Juli 2024.
- Dua lansia tewas, sementara enam penghuni lain berhasil selamat; penyebab masih diselidiki, diduga berasal dari lilin yang dinyalakan di dekat pintu masuk.
- Pihak berwenang, termasuk Kadis Damkar dan Kapolsek Mamajang, tengah mengusut insiden ini.
Makassar, 23 Juli 2024 â Sebuah rumah kos di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, terbakar hebat pada malam hari, menewaskan dua warga lanjut usia. Menurut Kadis Damkar Makassar Fadli Wellang, tim pemadam kebakaran dikerahkan dengan 12 unit armada untuk memadamkan api yang melanda tiga bangunan, dua di antaranya terbakar total.
Saksi mata, Aidil Muslim Muhammad (27), mengungkapkan bahwa api kemungkinan besar bermula dari sebuah lilin merah yang diletakkan di dekat pintu masuk. "Saya sudah memperingatkan tetangga untuk tidak menyalakan lilin, tapi mereka tetap melakukannya," kata Aidil, menambahkan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana api berkembang menjadi kobaran besar.
Menurut kesaksian Aidul, suara pecahan kaca terdengar sebelum api melesat, menandakan bahwa sesuatu telah meletus atau jatuh. "Saya keluar rumah, terdengar suara kaca pecah, lalu api muncul. Istri saya berteriak memberi tahu ada kebakaran," ujarnya. Istrinya sempat kembali masuk untuk menyelamatkan sebuah kursi yang terbakar, sementara Aidil berusaha mengamankan sepeda motor di depan rumah.
Setelah menyadari bahwa dua lansia masih berada di dalam, Aidil berusaha masuk kembali meski api sudah menyebar ke seluruh ruangan. "Saya tarik satu, ajak keluar, tapi panasnya luar biasa. Saya paksa masuk karena ingat masih ada dua orang di dalam," katanya. Dari delapan orang yang berada di dalam kos, enam berhasil melarikan diri, sementara dua lansia ditemukan tewas.
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah lilin. Kedua korban adalah perempuan lansia, ada juga beberapa orang yang pingsan dan masih dalam pengawasan medis," jelasnya.
Analisis Pakar
Tragedi ini menyoroti kegagalan dasar dalam manajemen risiko kebakaran di hunian padat penduduk. Penggunaan lilin sebagai sumber cahaya atau penerangan di area yang tidak memiliki instalasi listrik yang memadai merupakan praktik yang sudah lama dilarang oleh standar keselamatan. Namun, realitas di banyak daerah, termasuk Makassar, masih memperlihatkan ketergantungan pada lilin karena kurangnya akses listrik atau kebiasaan budaya yang belum berubah.
Penegakan regulasi terkait penggunaan bahan mudah terbakar di lingkungan hunian harus ditingkatkan. Pemerintah daerah perlu melakukan inspeksi rutin, terutama di rumah kos dan apartemen yang menampung banyak penghuni. Selain itu, edukasi publik tentang bahaya lilin harus digabungkan dengan penyediaan alternatif penerangan yang terjangkau, seperti lampu LED berbaterai.
Kasus ini juga mengungkap kelemahan dalam sistem peringatan dini. Jika ada sensor asap atau pemadam kebakaran otomatis, kemungkinan besar korban dapat dihindari. Investasi dalam teknologi deteksi kebakaran, meski memerlukan biaya awal, akan mengurangi beban ekonomi jangka panjang akibat kerugian jiwa dan properti.
Terakhir, respons cepat tim pemadam kebakaran, yang mengerahkan 12 unit armada, patut diapresiasi. Contoh lain dari upaya penanggulangan kebakaran dapat dilihat pada penanganan kebakaran rumah korban. Kebijakan publik harus beralih dari pendekatan reaktif ke proaktif, memastikan bahwa setiap rumah kos memiliki standar keselamatan yang memadai sebelum bencana terjadi, seperti yang terjadi pada kebakaran hutan LègeâCapâFerret.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa penyebab utama kebakaran di rumah kos Makassar?
- A: Penyebab masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada lilin yang dinyalakan di dekat pintu masuk.
- Q: Berapa jumlah korban jiwa dalam insiden ini?
- A: Dua warga lanjut usia tewas; enam orang lainnya berhasil selamat, sementara beberapa masih dalam pengawasan medis.
- Q: Apa langkah yang diambil pihak berwenang setelah kebakaran?
- A: Tim pemadam kebakaran dikerahkan dengan 12 unit, dan Kapolsek Mamajang melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran.


