Ratu Akting Tanpa Gagal! Ini 8 Drakor dan Film Terbaik Kim Tae-ri yang Wajib Masuk Watchlist Kamu
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ringkasan Singkat
- Kim Tae-ri dikenal sebagai aktris dengan kurasi proyek super ketat, membuat setiap karya yang dibintanginya selalu sukses besar dan banjir pujian kritikus.
- Rekomendasi ini merangkum 8 drakor dan film terbaiknya, mulai dari kisah ikonik Twenty-Five, Twenty-One hingga proyek ambisius terbarunya, Jeongnyeon: The Star Is Born.
- Dedikasi totalitasnya tidak main-main, mulai dari latihan anggar berbulan-bulan hingga belajar menyanyi Pansori selama tiga tahun demi menghidupkan karakter secara sempurna.
Annyeong, Teman Hiburan! Siapa di sini yang kalau lihat nama Kim Tae-ri di poster drakor atau film, langsung otomatis yakin kalau tontonan itu bakalan bagus? Yup, kamu nggak salah! Di industri hiburan Korea Selatan yang super kompetitif, Kim Tae-ri adalah anomali. Dia bukan tipe aktris yang instan terkenal karena sensasi, melainkan sosok yang merangkak dari panggung teater independen hingga kini jadi jaminan mutu sinema Korea.
Setiap kali dia memilih naskah, hasilnya hampir selalu jadi mahakarya. Penasaran apa saja drakor dan film terbaik dari aktris peraih Daesang ini? Yuk, kita bedah 8 rekomendasi tontonan wajib dari Kim Tae-ri yang dijamin bikin kamu terpukau!
1. Twenty-Five, Twenty-One (2022) - Si Na Hee-do yang Bikin Gagal Move On
Siapa yang belum bisa move on dari kapal Na Hee-do dan Baek Yi-jin? Drama romantis berlatar krisis moneter 1997 ini sukses bikin penonton global nangis bombay sekaligus gemas. Kim Tae-ri berperan sebagai Na Hee-do, atlet anggar SMA yang super ekspresif, ambisius, dan berjiwa bebas.
Gokilnya, demi peran ini, Kim Tae-ri yang saat itu sudah berusia kepala tiga sukses meyakinkan penonton bahwa dia adalah anak SMA berusia 18 tahun! Totalitasnya nggak main-main, dia latihan anggar intensif selama enam bulan. Hasilnya? Piala Aktris Terbaik di Baeksang Arts Awards berhasil dibawa pulang!
2. Mr. Sunshine (2018) - Bangsawan Tangguh Berdarah Dingin
Kalau kamu suka drama sejarah (sageuk) dengan sinematografi sekelas film Hollywood, Mr. Sunshine wajib masuk daftar. Di sini, Kim Tae-ri berperan sebagai Go Ae-shin, seorang wanita bangsawan Joseon yang punya kehidupan ganda rahasia sebagai penembak jitu pasukan pemberontak.
Karakter Ae-shin mendobrak semua stereotip perempuan lemah di era kerajaan. Chemistry-nya yang intens dengan Lee Byung-hun dan rating fantastis mencapai 18 persen membuktikan bahwa drama ini adalah salah satu mahakarya terbaik dalam sejarah televisi kabel Korea.
3. Revenant (2023) - Sensasi Horor Supranatural yang Bikin Merinding
Mau lihat Kim Tae-ri kesurupan? Di drakor thriller misteri Revenant, dia berperan sebagai Gu San-young, gadis malang yang dirasuki oleh iblis jahat berambut rontok. Aktingnya di sini benar-benar bikin bulu kuduk berdiri!
Tanpa bantuan CGI berlebihan, Kim Tae-ri bisa mengubah ekspresi wajahnya dari gadis polos yang ketakutan menjadi iblis licik yang menyeramkan hanya dalam hitungan detik lewat tatapan mata dan perubahan suara. Berkat performa jenius ini, dia sukses menyabet Grand Prize (Daesang) di SBS Drama Awards 2023!
4. Jeongnyeon: The Star Is Born (2024) - Dedikasi Tiga Tahun Demi Pansori
Ini dia proyek yang disebut-sebut sebagai puncak dedikasi seorang aktor. Dalam drama Jeongnyeon, Kim Tae-ri berperan sebagai gadis desa miskin yang berjuang menjadi bintang teater opera wanita tradisional (Yeoseong Gukgeuk).
Nggak tanggung-tanggung, Kim Tae-ri meluangkan waktu selama tiga tahun penuh untuk belajar Pansori (nyanyian tradisional Korea), tarian, hingga dialek daerah demi peran ini. Hasilnya? Ratingnya melesat hingga 18,8 persen dan dia kembali dinobatkan sebagai Aktris Terbaik di Baeksang Arts Awards 2025. Keren banget, kan?
5. The Handmaiden (2016) - Debut Fenomenal yang Mengguncang Cannes
Sebelum mendominasi layar kaca, Kim Tae-ri mengguncang dunia lewat film psikologis erotis garapan sutradara legendaris Park Chan-wook, The Handmaiden. Mengalahkan ribuan kandidat saat audisi, dia berperan sebagai Nam Sook-hee, pencopet yang menyamar jadi pelayan untuk menipu ahli waris kaya.
Aktingnya yang berani, penuh intrik, dan emosional langsung membawanya ke karpet merah Festival Film Cannes. Film ini adalah cetak biru yang membuktikan bahwa sejak awal kariernya, Kim Tae-ri memang ditakdirkan untuk menjadi aktris besar.
6. 1987: When the Day Comes (2017) - Suara Perubahan di Tengah Rezim Otoriter
Beralih ke film sejarah politik, Kim Tae-ri memerankan Yeon-hee, seorang mahasiswi baru yang awalnya apatis terhadap politik namun akhirnya ikut turun ke jalan melawan kediktatoran setelah tragedi berdarah demonstrasi Juni 1987.
Meskipun beradu akting dengan jajaran aktor kawakan seperti Ha Jung-woo dan Kim Yoon-seok, pesona dan kekuatan akting Kim Tae-ri sama sekali tidak tenggelam. Dia berhasil memberikan sudut pandang emosional yang mewakili perasaan masyarakat sipil kala itu.
7. Little Forest (2018) - Tontonan 'Healing' yang Menenangkan Jiwa
Lelah dengan hiruk-pikuk kehidupan kota? Film Little Forest adalah obatnya. Kim Tae-ri berperan sebagai Hye-won, gadis yang memilih pulang ke kampung halamannya setelah lelah gagal dalam ujian dan pekerjaan di Seoul.
Di sini, kita disuguhkan visual estetis saat Hye-won bercocok tanam, memasak makanan tradisional sesuai musim, dan berdamai dengan masa lalunya. Proses syutingnya sendiri memakan waktu satu tahun penuh demi menangkap keindahan empat musim secara nyata. Sangat menenangkan!
8. Space Sweepers (2021) - Kapten Pesawat Luar Angkasa yang Badass
Siapa bilang Kim Tae-ri cuma bisa main drama serius? Di film fiksi ilmiah berskala besar pertama Korea, Space Sweepers, dia bertransformasi menjadi Kapten Jang, pemimpin kru kapal pembersih sampah antariksa yang tomboi, galak, tapi berhati emas.
Mengenakan kacamata hitam dan memegang senjata laser, Kim Tae-ri membuktikan karisma fiksi ilmiahnya yang luar biasa di tengah gempuran efek visual CGI yang megah. Film Netflix ini sukses merajai tangga popularitas global saat perilisannya!
Analisis Pakar
Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat fenomena Kim Tae-ri sebagai sesuatu yang sangat langka di era modern ini. Di saat banyak agensi memaksakan aktor muda untuk mengambil proyek sebanyak-banyaknya demi menjaga popularitas dan algoritma media sosial, Kim Tae-ri justru mengambil langkah sebaliknya. Dia adalah penganut kurasi naskah yang sangat ketat. Dia tidak peduli seberapa sering dia muncul di layar, yang dia pedulikan adalah seberapa dalam dia bisa menyelami karakter tersebut.
Keputusannya untuk menghabiskan waktu tiga tahun belajar Pansori demi Jeongnyeon atau enam bulan latihan anggar demi Twenty-Five, Twenty-One menunjukkan bahwa dia memperlakukan seni peran bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian hidup. Ini adalah bentuk


