Dewi Perssik Ungkap Rahasia Penting: Attitude Panggung Bikin Penyanyi Bintang!
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

- Ringkasan Singkat Duet Kiara dan Listen di Dangdut Academy 8 menghibur, tapi belum dapat standing ovation.
- Dewi Perssik memberi kritik tajam soal tempo, energi, dan attitude panggung.
- Menurut Dewi, vokal bagus tidak cukup; gerakan harus selaras dengan irama agar penampilan makin memukau.
Ringkasan Singkat
- Duet Kiara dan Listen di Dangdut Academy 8 menghibur, tapi belum dapat standing ovation.
- Dewi Perssik memberi kritik tajam soal tempo, energi, dan attitude panggung.
- Menurut Dewi, vokal bagus tidak cukup; gerakan harus selaras dengan irama agar penampilan makin memukau.
Di episode terbaru Dangdut Academy 8, duo centil Kiara dan Listen menampilkan lagu "Cuma Satu" yang dipasangkan oleh Coach Fildan. Meskipun penampilan mereka berhasil mengundang tawa, Dewi Perssik menilai masih ada ruang untuk perbaikan.
"Dua-duanya menghibur, suaranya bagus. Cuma saya mau kasih saran. Kiara saking berenerginya sampai off tempo, semangat. Listen kurang energik," ujar Dewi dengan gaya yang tetap bersahabat. Ia menekankan bahwa attitude panggung bukan sekadar menari liar, melainkan gerakan yang menyatu dengan beat lagu.
Menurut Dewi, Kiara memiliki karakter vokal yang "centil" dan menyenangkan, namun harus lebih menjaga tempo agar tidak terkesan melenceng. Sementara Listen dinilai masih kurang hidup, lemes, dan belum menampilkan ekspresi yang cukup kuat.
Ketika ditanya siapa yang lebih disukainya, Dewi menjawab, "Kalau dari segi menyanyinya saya suka Kiara. Tapi kalau dari segi penampilan sebenarnya Listen ditambah power dia lebih oke. Jadi kesimpulannya, kalau dari segi suara saya pilih Kiara."
Analisis Pakar
Penilaian Dewi Perssik memang terkesan tajam, namun bila dilihat dari perspektif industri musik Indonesia, ia menyingkap sebuah realita penting: penampilan visual kini hampir setara dengan kualitas vokal. Penonton generasi Z dan milenial tidak hanya mendengar, mereka menuntut visual yang “Instagram‑able”. Oleh karena itu, penyanyi harus belajar menyeimbangkan teknik vokal dengan koreografi yang terukur.
Masalah tempo yang diangkat Dewi pada Kiara sebenarnya mencerminkan tantangan umum bagi penyanyi dangdut yang cenderung mengandalkan energi spontan. Tanpa kontrol tempo, energi tinggi bisa berubah menjadi kekacauan musikal, membuat pendengar kehilangan alur lagu. Pelatihan metronom dan latihan bersama musisi live dapat menjadi solusi praktis.
Sementara kritik terhadap Listen yang “kurang hidup” mengingatkan kita pada pentingnya stage presence. Ekspresi wajah, gerakan tangan, bahkan cara berdiri di atas panggung memberi sinyal emosional kepada penonton. Workshop acting atau kelas tari kontemporer dapat membantu artis mengasah kemampuan ini tanpa mengorbankan keaslian suara.
Secara keseluruhan, komentar Dewi Perssik bukan sekadar saran pribadi, melainkan sebuah blueprint bagi para kontestan Dangdut Academy untuk menjadi bintang yang lengkap: suara yang kuat, tempo yang tepat, dan attitude panggung yang memukau.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa yang dimaksud dengan "attitude panggung"?
A: Attitude panggung adalah cara penyanyi mengekspresikan diri melalui gerakan, ekspresi wajah, dan interaksi dengan musik sehingga penampilan terasa harmonis dan menarik. - Q: Mengapa Dewi Perssik menilai Kiara off‑tempo?
A: Karena energi tinggi Kiara membuatnya terkadang melaju lebih cepat atau lambat dari beat lagu, sehingga ritme lagu menjadi tidak konsisten. - Q: Bagaimana cara peserta meningkatkan energi panggung seperti yang diharapkan Dewi?
A: Latihan fisik, kerja sama dengan koreografer, dan latihan vokal dengan metronom dapat membantu penyanyi menyeimbangkan energi dan kontrol tempo.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Perpisahan Chimot: Permintaan Maaf dan Warisan 20 Tahun for Revenge

Sinematografi Romantis: Tian Xiwei Kembali ke Drama Modern 'Love Knows No Walls' dengan Nuansa Suspense Gelap

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku
