5 Drama Korea Bertema Arsitek yang Bikin Kamu Terpukau & Baper! Ini Daftarnya!
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

- Ringkasan Singkat Drama Korea dengan latar arsitek kini jadi tren karena visualnya yang Instagram‑able.
- 5 judul wajib tonton: Love Next Door , Personal Taste , Rain or Shine , Architecture 101 , dan Last Summer .
- Setiap drama menawarkan kombinasi unik antara romansa, komedi, atau drama berat, plus desain interior yang bikin mata melongo.
Ringkasan Singkat
- Drama Korea dengan latar arsitek kini jadi tren karena visualnya yang Instagram‑able.
- 5 judul wajib tonton: Love Next Door, Personal Taste, Rain or Shine, Architecture 101, dan Last Summer.
- Setiap drama menawarkan kombinasi unik antara romansa, komedi, atau drama berat, plus desain interior yang bikin mata melongo.
Hai, pembaca setia! Nadia Putri di sini, siap mengantar kamu ke dunia drama Korea yang tak cuma soal hati berdebar, tapi juga soal desain bangunan yang super estetik. Dari studio minimalis sampai hanok modern yang Instagram‑able, arsitek‑arsitek ini jadi bintang utama yang memadukan ambisi karier dengan kisah cinta yang kadang bikin baper, kadang ngakak.
Kalau kamu masih bingung mau mulai dari mana, tenang saja. Aku rangkum lima rekomendasi paling must‑watch yang sudah teruji dari era 2010‑an sampai rilisan terbaru 2025. Siapkan popcorn, catat jadwal streaming, dan siap-siap jatuh hati pada Love Next Door yang menampilkan Jung So‑min dan Jung Hae‑in dalam rom‑com manis berbalut dunia arsitektur.
Love Next Door (tvN, 2024) mengisahkan Choi Seung‑hyo, arsitek muda berbakat, yang kembali bertemu sahabat masa kecil Bae Seok‑ryu. Kedua ibu mereka sahabat karib, jadi chemistry mereka sudah “bumbu” sejak balita. Drama ini memadukan komedi keluarga, romansa hangat, dan detail desain studio Atelier In yang bikin kamu betah menatap layar. Tayang tiap Sabtu‑Minggu pukul 21:20 KST, dan sudah tersedia di Netflix.
Bergerak ke era klasik, Personal Taste (MBC, 2010) tetap jadi ikon. Lee Min‑ho berperan sebagai Jeon Jin‑ho, arsitek perfeksionis yang pura‑pura jadi gay demi tinggal di rumah hanok‑modern Sanggojae milik desainer furnitur Park Gae‑in. Konflik cinta, rivalitas kantor, dan set hanok yang jadi spot foto wajib kamu kunjungi.
Kalau kamu suka drama yang lebih dewasa, A Gentleman's Dignity (SBS, 2012) menampilkan Kim Do‑jin, arsitek playboy berusia 40‑an yang jatuh hati pada guru olahraga Seo Yi‑soo. Kombinasi persahabatan pria 40‑an, humor sarkastik, dan dunia desain yang stylish membuatnya tetap relevan.
Untuk nuansa melankolis, Rain or Shine (JTBC, 2017) menampilkan Ha Moon‑soo, arsitek wanita yang kehilangan adik dalam tragedi runtuhnya mall. Ia bertemu Lee Kang‑doo, pekerja konstruksi yang juga trauma serupa. Drama ini mengajarkan bahwa arsitektur bukan sekadar estetika, melainkan tanggung jawab hidup.
Terakhir, Last Summer (KBS2, 2025) memperkenalkan Lee Jae‑wook dalam peran ganda kembar Baek Do‑ha dan Baek Do‑yeong, dua arsitek yang terpaksa bersaing sekaligus jatuh hati pada tetangga mereka, Song Ha‑kyeong. Plot twist‑nya bikin kamu terus menebak sampai episode terakhir.
Selain serial, jangan lewatkan film Architecture 101 yang menampilkan desain rumah kaca di Jeju sebagai latar cinta masa lalu. Semua judul di atas siap menemani kamu, baik di TV tradisional maupun platform streaming seperti Netflix, Viki, atau KakaoTV.
Analisis Pakar
Sebagai editor hiburan yang selalu menelusuri tren pop‑kultur, saya melihat fenomena drama arsitek ini bukan sekadar kebetulan. Arsitektur menawarkan visual yang kuat—garis bersih, pencahayaan dramatis, dan ruang‑ruang yang terasa “hidup”. Ini memberi produser alat visual untuk memperkuat storytelling, terutama dalam genre rom‑com yang mengandalkan estetika sebagai bahasa cinta.
Selain itu, profesi arsitek secara inheren menggabungkan kreativitas dengan tanggung jawab sosial. Karakter seperti Ha Moon‑soo di Rain or Shine menyoroti beban moral yang jarang diangkat dalam drama mainstream. Hal ini menambah dimensi emosional, menjadikan drama tidak hanya menghibur, tapi juga mengedukasi penonton tentang pentingnya keamanan struktural.
Dari perspektif budaya pop, arsitek menjadi simbol “modernitas” yang aspiratif bagi generasi milenial dan Gen‑Z Indonesia. Mereka melihat tokoh arsitek sebagai figur yang “berkelas”, “berpendidikan tinggi”, dan “penuh visi”. Ini menjelaskan mengapa drama‑drama tersebut mudah diterima dan menjadi bahan diskusi di media sosial, terutama ketika set‑set ikonik seperti Sanggojae atau Atelier In menjadi spot foto Instagramable.
Namun, ada tantangan. Seringkali plot romantis mengalahkan realisme profesi, sehingga penonton yang memang tertarik pada dunia desain bisa merasa kurang puas. Saya berharap produksi selanjutnya dapat menyeimbangkan antara estetika visual dan detail teknis arsitektur, misalnya dengan menampilkan proses desain yang lebih mendalam atau kolaborasi dengan arsitek nyata sebagai konsultan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Drama Korea tentang arsitek yang paling direkomendasikan?
A: Love Next Door menjadi pilihan utama, diikuti oleh Personal Taste dan Rain or Shine untuk variasi genre. - Q: Di platform mana saya bisa menonton drama‑drama tersebut?
A: Banyak tersedia di Netflix (Love Next Door, Personal Taste), Viki (Last Summer), KakaoTV (Lovestruck in the City), serta layanan streaming lokal seperti iFlix atau WeTV untuk judul‑judul klasik. - Q: Apakah semua drama arsitek berfokus pada romansa?
A: Tidak. Ada yang mengusung komedi (Love Next Door), drama berat (Rain or Shine), hingga dokumenter‑gaya (Lovestruck in the City). Setiap judul menawarkan nuansa berbeda sesuai selera penonton.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Perpisahan Chimot: Permintaan Maaf dan Warisan 20 Tahun for Revenge

Sinematografi Romantis: Tian Xiwei Kembali ke Drama Modern 'Love Knows No Walls' dengan Nuansa Suspense Gelap

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku
