Jepang Terpukul 'Hari Sangat Panas': Lebih dari 450 Pasien Dirawat, Suhu Mencapai 41°C
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Lebih dari 450 orang dirawat di rumah sakit akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang minggu ini.
- Suhu di beberapa kota, termasuk Hamamatsu, melampaui 40°C, dengan puncak 41,1°C.
- Pemerintah menyebut kondisi ini sebagai "bencana" dan mengeluarkan peringatan panas ke hampir seluruh wilayah negara.
Sejak pertengahan Juli, suhu udara di Jepang terus meningkat, memunculkan istilah baru "kokushobi" yang berarti hari dengan suhu di atas 40°C. Pada Rabu (22/7), Tokyo mencatat 453 orang dirawat karena masalah kesehatan yang terkait dengan panas, termasuk satu kematian, empat pasien kritis, dan 18 kasus serius.
Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana (Fire and Disaster Management Agency) menyatakan bahwa gelombang panas ini merupakan "bencana" karena tingginya angka masuk rumah sakit dan kematian yang terjadi. Peringatan panas telah dikeluarkan ke hampir seluruh wilayah negara, menandakan skala nasional dari fenomena ini.
Pada Kamis (23/7), setidaknya enam wilayah melaporkan suhu siang hari mencapai atau melampaui
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senjata 'Pasukan Lula': Strategi Gerilya Media Sosial yang Membalikkan Arah Pilpres Brasil

Gebrakan Global: 33 Negara Perintahkan Warga Stok Bahan Darurat Hadapi Ancaman Siber dan Cuaca

Guncangan Ganda India: Siklon Murasu Ancam Pemulihan Pasca-Arnab, 30.000 Warga Dievakuasi
