Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M 4,9 Guncang 133 km Barat Daya Kotabumi, Potensi Dampak Diperiksa

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M 4,9 Guncang 133 km Barat Daya Kotabumi, Potensi Dampak Diperiksa
BAGIKAN:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 pada pukul 20.28 WIB, berpusat 133 kilometer barat daya Kotabumi, Provinsi Lampung. Gempa tersebut tercatat pada koordinat 4.12° LS, 104.56° BT dengan kedalaman hiposenter sekitar 10 kilometer.

Menurut data awal, getaran terasa di beberapa wilayah Lampung, termasuk Kota Bandar Lampung, serta di sebagian kecil wilayah Sumatera Selatan. Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi mengenai kerusakan struktural atau korban jiwa. Tim tanggap darurat BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan bila diperlukan.

Gempa dengan magnitudo di bawah 5,0 umumnya menghasilkan dampak terbatas, namun BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pemerintah daerah telah menginstruksikan petugas untuk melakukan inspeksi pada bangunan kritis, terutama fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur publik.

Wilayah selatan Sumatra berada di zona tektonik yang kompleks, dimana lempeng Indo-Australia bergerak menabrak lempeng Eurasia. Aktivitas seismik di sekitar Kotabumi sering kali dipicu oleh patahan-patahan aktif yang melintang secara horisontal maupun vertikal, menjadikan daerah ini rawan gempa berulang.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah 133 km barat daya Kotabumi terletak di dekat zona sesar utama Sumatra Barat, bagian dari Sistem Patahan Besar Sumatra (Great Sumatra Fault). Patahan ini merupakan patahan transformasi yang memanjang lebih dari 1.500 kilometer, menghubungkan zona subduksi di sebelah barat dengan zona tektonik interior. Sejarah gempa di daerah ini mencatat beberapa peristiwa signifikan, antara lain gempa M 6,2 pada tahun 2010 yang menyebabkan kerusakan struktural di Lampung Selatan, serta gempa M 7,3 di Palu pada 2018 yang menimbulkan tsunami. Meskipun gempa M 4,9 kali ini berpusat di daratan dan memiliki kedalaman dangkal, potensi tsunami tetap sangat rendah karena tidak terjadi di zona laut terbuka. Namun, sifat patahan transformasi meningkatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan magnitudo lebih tinggi dalam jangka waktu beberapa minggu hingga bulan ke depan. Masyarakat disarankan untuk terus mengikuti peringatan BMKG, memperkuat struktur bangunan, dan menyiapkan perlengkapan darurat guna mengurangi risiko bila terjadi gempa yang lebih kuat.

Meow! Tanya Nesi!
😸