Open Dining Jakarta: Bisnis Mewah di Atas Bus yang Siap Menggerakkan Ekonomi Kota

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Open Dining Jakarta: Bisnis Mewah di Atas Bus yang Siap Menggerakkan Ekonomi Kota
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Open Dining, layanan makan malam di atas bus tingkat, akan diuji coba mulai Agustus 2026.
  • Harga tiket Rp500.000 termasuk menu lengkap, dengan kapasitas 30 penumpang per trip.
  • Pemerintah DKI dan Transjakarta menargetkan tingkat okupansi penuh, mirip empat rute bus wisata open‑top yang sudah ada.

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Transjakarta meluncurkan konsep wisata baru: Open Dining. Layanan ini memungkinkan warga dan wisatawan menikmati makan malam mewah di atas bus tingkat sambil berkeliling ikon kota, mulai dari Kota Tua hingga Bundaran HI. Konsep serupa telah sukses di Tokyo dan Seoul, dan kini akan diuji coba pada awal Agustus 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa Open Dining merupakan bagian dari strategi diversifikasi wisata berbasis transportasi publik. "Kita sudah menambah satu rute bus wisata open‑top, total menjadi empat. Sekarang, dengan Open Dining, kami menambahkan nilai tambah berupa kuliner premium dan hiburan," ujarnya di Gedung Sarinah, Kamis (23/7/2026).

Setiap trip berkapasitas 30 kursi, dengan dua hingga tiga keberangkatan per hari. Harga tiket Rp500.000 per orang mencakup menu lengkap—appetizer, main course, dan dessert—serta pertunjukan musik biola dan narasi sejarah oleh pemandu. Pemesanan dapat dilakukan mulai 25 Juli melalui aplikasi Transjakarta yang terintegrasi dengan Klook. Layanan ini juga dapat disewa untuk rombongan, membuka peluang pendapatan tambahan bagi operator bus.

Pemerintah berencana menata kawasan Kali Harmoni serta revitalisasi area Harmoni untuk memperkuat daya tarik rute. Dengan target okupansi penuh—seperti empat rute open‑top yang selalu terjual habis sebelum keberangkatan—Open Dining diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus stimulus bagi sektor kuliner, hiburan, dan transportasi publik.

Analisis Pakar

Secara makroekonomi, Open Dining merupakan contoh klasik dari value‑added tourism yang menggabungkan dua sektor—transportasi publik dan kuliner premium—dalam satu paket pengalaman. Dengan harga tiket setengah juta rupiah, margin keuntungan tidak hanya berasal dari penjualan tiket, melainkan juga dari subsidi makanan, sponsor hiburan, dan potensi penjualan merchandise. Jika permintaan tetap tinggi, model ini dapat menghasilkan kontribusi signifikan terhadap PDRB DKI, khususnya pada subsektor pariwisata dan layanan makanan.

Namun, keberhasilan jangka panjang bergantung pada tiga faktor kunci: (1) kualitas layanan makanan—konsistensi rasa dan kebersihan harus sebanding dengan ekspektasi kelas atas; (2) integrasi teknologi—sistem reservasi yang mulus melalui aplikasi dan kemampuan real‑time tracking akan meminimalkan friksi konsumen; serta (3) pengelolaan kapasitas—dengan hanya 30 kursi per trip, skala ekonomi terbatas, sehingga harga premium harus dibenarkan oleh pengalaman unik yang tidak dapat ditiru oleh restoran konvensional.

Dari perspektif investasi, Open Dining membuka peluang bagi pemain swasta—misalnya operator katering, brand minuman premium, atau sponsor musik—untuk berkolaborasi dalam model revenue‑sharing. Selain itu, potensi ekspansi ke rute lain atau penambahan tema (misalnya kuliner nusantara, wine tasting) dapat meningkatkan ARPU (Average Revenue Per User) dan memperpanjang siklus hidup produk.

Risiko utama tetap pada infrastruktur jalan di kawasan Kota Tua yang belum optimal. Kemacetan atau kondisi jalan yang buruk dapat menurunkan kualitas pengalaman, mengurangi kepuasan pelanggan, dan pada gilirannya memengaruhi reputasi brand kota. Oleh karena itu, sinergi antara proyek revitalisasi Kali Harmoni dan peningkatan jaringan transportasi harus dipercepat untuk memastikan kelancaran operasional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan layanan Open Dining resmi beroperasi?
    A: Layanan akan mulai diuji coba pada awal Agustus 2026, dengan reservasi dibuka sejak 25 Juli 2026.
  • Q: Berapa harga tiket dan apa saja yang termasuk?
    A: Tiket seharga Rp500.000 per orang, termasuk menu lengkap (appetizer, main course, dessert), pertunjukan musik biola, dan narasi sejarah selama perjalanan.
  • Q: Bagaimana cara memesan tiket?
    A: Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi Transjakarta yang terintegrasi dengan platform Klook.
Meow! Tanya Nesi!
😾